Sejak jaman dahulu
kala petani kita sudah melakukan ternak ayam kampung dengan sistem umbaran,
namun ternyata pola pemeliharaan umbaran kurang efisien untuk dijalankan di
masa sekarang karena pemeliharaan yang ala kadarnya serta pertumbuhan bobot
ayam dan produksi telur nya masih cukup rendah.
Sebagai contohnya
apabila beternak ayam kampung secara tradisional atau umbaran Anda membutuhkan
waktu hampir 6 bulan untuk mencapai bobot 1 kg ayam kampung, sedangkan jika
kita beternak secara intensif kita hanya membutuhkan waktu sekitar 2-2,5 bulan
untuk mendapatkan ayam pedaging yang siap jual.
jika ingin memulai
bisnis ternak ayam kampung sebaiknya Anda harus memperhatikan betul persyaratan
lokasi serta teknik budidaya yang sesuai dengan standar peternakan. Apabila
kondisi peternakan baik maka bisa membuat para peternak menjalankan usahanya
secara fokus.
Fokus Menentukan Arah
Usaha
Sedari awal tentukan
arah usaha peternakannya, mau bisnis ayam pedaging atau ayam petelur. Hal ini
untuk memilih DOC (bibit ayam kampung) yang tepat dan sesuai dengan bibit untuk
petelur atau pedaging, sehingga hasil dari ternak bisa optimal. Kesalahan yang
sering dilakukan oleh petani kita adalah kurang fokus dalam memilih jenis
usaha, kebanyakan dari mereka beternak kedua-duanya tanpa memisahakan bibit
ayam kampung (DOC) sesuai dengan tipe perkembangannya. Akibatnya hasil ternak
pun kurang optimal dan rugi dari sisi biaya pemeliharaan.
Yang perlu menjadi
cacatan penting adalah DOC petelur dan DOC pedaging berbeda dalam sistem
pemeliharaanya. DOC petelur dalam pemeliharaanya lebih difokuskan kepada
percepatan bertelur dan kuantitas telur ayam, sedangkan DOC pedaging
pemeliharaanya lebih pada kualitas dagingnya dan lama pemeliharaan. Jadi,
sebaiknya DOC petelur dan DOC pedaging jangan sampai tertukar pemeliharaannya
karena bisa berdampak langsung terhadap biaya pemeliharaan.
Mulailah Dari Tahapan
Termudah Bagi Pemula
Bagi Anda yang mau
memulai bisnis ternak ayam kampung sebaiknya menggunakan tahapan termudah dalam
memulai peternakannya, hal ini bertujuan untuk mengurangi resiko kegagalan
dalam segi investasi dan pendanaan. Berikut ini kami sampaikan beberapa langkah
sederhana dalam memulai bisnis ternak ayam kampung.
Jika Anda memilih
menjalankan ternak ayam kampung pedaging, sebaiknya memulai bisnis ini dengan
membeli DOC untuk dikembangbiakan. Cara pemeliharaan ayam pedaging dirasa cukup
mudah dibandingkan pelihara ayam petelur. Waktu pembesaran ayam
pedaging hingga siap panen cenderung lebih singkat sekitar 2 – 2,5 bulan.
Apabila sudah melewati tahapan pembesaran ayam pedaging, Anda bisa memulai
menambah segmen usaha seperti pembibitan ayam pedaging maupun ternak ayam
petelur.
Untuk Anda yang mau
memulai bisnis ayam kampung petelur, bisa memulai usaha dengan membeli dara
ayam petelur berusia 4 hingga 5 bulan. Pelihara ayam tersebut sampai siap untuk
menghasilkan telur pada usia 6 bulan. Cara ini terbilang cukup singkat dan
efektif daripada membeli DOC yang membutuhkan waktu pemeliharaan lebih lama dan
untuk mengurangi resiko selama masa pemeliharaan.
Namun demikian, Anda
juga bisa membeli DOC petelur dengan mempertimbangkan memudahkan adaptasi ayam
terhadap lingkungan baru sehingga lebih mudah dalam menghasilkan telur. Yang
menjadi catatan penting adalah Anda perlu didampingi oleh orang yang sudah
pengalaman di bidang ternak ayam kampung sehingga memudahkan dalam
berkonsultasi serta bisa memastikan bahwa usaha ternak yang kita rintis bisa
berjalan dengan baik.
Mulailah Dari Skala
Kecil
Bagi Anda yang masih
pemula dalam memulai bisnis ayam kampung, kami menyarankan untuk tidak serta
merta investasi besar dalam beternak meskipun modal yang dipunyai mencukupi.
Anda bisa memulai ternak ayam kampung beberapa puluh ekor sebagai permulaan,
ini penting dilakukan bisa digunakan sebagai media pembelajaran beternak ayam
kampung. Amati sekaligus pelajari bagaimana perilaku ayam kampung serta teknik
pemeliharaannya ( Learning by Doing ).
Jadikan pengalaman dan
pengetahuan beternak ayam selama periode pemeliharaan pertama sebagai modal
Anda dalam beternak ayam kampung di periode berikutnya. Jadi, apabila pada
periode pertama beternak ayam kampung berhasil maka keuntungan yang Anda
dapatkan bisa digunakan sebagai modal untuk beternak di periode selanjutnya.
Sebaliknya jika periode pertama belum berhasil, maka modal simpanan yang
Anda punyai masih bisa digunakan untuk beternak di periode selanjutnya
Pelajari Waktu Memulai Beternak
Dalam memulai beternak ayam kampung perlu mempertimbangkan
keadaan musim, karena bisa berpengaruh terhadap hasil ternak. Kami menyarankan
untuk memulai beternak ayam kampung ketika musim kemarau atau awal musim
kemarau. Pada musim tersebut, kita akan lebih mudah dalam proses pemeliharaan.
Kami contohkan, pada musim kemarau Anda lebih mudah dalam
memelihara DOC pada malam hari karena cuacanya cukup mendukung. Namun jika
dilakukan pada musim penghujan, pemeliharaan DOC akan lebih repot karena
kelembapannya tinggi dan cuaca yang dingin. Apalagi ketika memasuki pancaroba
atau pergantian musim, DOC lebih gampang terserang penyakit.
“Apabila Anda terpaksa memulai beternak ayam kampung ketika
musim penghujan, kami sarankan untuk memelihara doc di kandang yang memiliki
pemanas. Hal tersebut bertujuan untuk meminimalkan serangan penyakit dan
kematian. Kami tidak menyarankan memulai beternak ayam kampung ketika masa
pancaroba”
Dalam beternak ayam kampung bisa dilakukan sepanjang tahun
karena memang permintaan akan ketersediaan ayam kampung cukup stabil, begitupun
dengan harganya yang cenderung stabil dan makin merangkak naik. Lonjakan harga
dan permintaan pasar biasanya terjadi pada waktu hari raya. Sebaiknya menjelang
hari raya, produksinya digenjot untuk memenuhi permintaan pasar.
Perhatikan Perlengkapan Ternak dan Manajemen
Pemeliharaan
Anda perlu memperhatikan kelengkapan peralatan ternak serta
melakukan manajemen pemeliharaan yang sesuai standar. Pastikan berbagai
kebutuhan ternak sudah mencukupi dalam hal jumlah serta kualitasnya. Pada
umumnya peternakan yang sudah melakukan teknik pemeliharaan sesuai standar
sudah mempunyai perlengkapan yang memadai.
Jagalah kebersihan kandang ayam, pastikan tempat pakan dan minum
sesuai dengan jumlah ayam yang dipelihara. Bersihkan kandang beserta
peralatannya tidak terkecuali tempat pakan dan minum ketika sudah mulai kotor.
Peralatan lain yang harus dimiliki oleh peternakan ayam kampung yaitu
perlengkapan pembibitan seperti genset dan cooling room. Genset digunakan untuk
mengantisipasi pemadaman listrik PLN karena bisa mengganggu proses penetasan
telur. Apabila listrik terlalu lama padam maka telur terancam tidak bisa
menetas. Dalam proses penetasan telur diperlukan mesin tetas yang dipakai
secara manual maupun otomatis.
Perlengkapan lain yang tidak kalah pentingnya yaitu cooling room
dipakai dalam masa pembibitan yang merupakan ruang khusus tempat menyimpan
telur yang memakai pendingin udara. Fungsi dari cooling room adalah sebagai
media penyimpan sementara telur tetas sebelum dijual atau sebelum dimasukkan ke
dalam mesin penetasan. Untuk menyimpan telur tetas di cooling room sebaiknya
memakai suhu dibawah suhu normal ruangan yaitu sekitar 25°C , gunanya untuk
mencegah pertumbuhan embrio terlalu dini sebelum dimasukkan ke dalam mesin
penetasan.
Hal lain yang perlu Anda perhatikan dalam beternak ayam kampung
yaitu menajemen pemeliharaan yang baik. Aturlah waktu dalam pemeliharan ternak,
mulai dari perawatan kandang, pemberian pakan ternak, pemberian vaksin dan
penyemprotan disinfektan pada kandang. Buatlah catatan pada masing-masing
periode beternak untuk digunakan sebagai bahan evaluasi beternak ke depan.
Macam – Macam Penyakit Ayam
Sebelum memelihara ayam anda juga sangat wajib untuk mengetahui jenis jenis dari pada penyakit yang ada di ayam. Diantaranya yaitu:
1. Penyakit Snot
Snot atau dengan kata lainnya adalah ingus, yaitu merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh bakteri bernama Haemophillus Gallinarum yang dapat menyerang ayam dari ayam dewasa sampai dengan anak ayam. munculnya penyakit ini sebagai bentuk dari perubahan musim. biasanya penyakit ini ditemukan didaerah daerah tropis,Perubahan musim ini dapat mempengaruhi kesehatan dari ayam . Dari penyakit ini ditimbulkan angka kematian sekitar 30 %.
- Cara Penularan :
Penularan oleh penyakit yang disebabkan oleh bakteri Haemophillus Gallinarum penularannya hanya sekitar 12 jam , penularan dapat melalui kontak langsung dengan ayam yang sakit, selain itu juga bisa lewat debu,udara maupun wadah pakan ayam yang sakit. Gejala Klinis ayam yang terinfeksi ini ciri cirinya yaitu:
- Mata mengeluarkan cairan atau mengeluarkan busa.
- Sayap ayam menurun dan juga menggantung sehingga ayam terlihat lemas dan mengantuk.
- Mengeluarkan lendir dari hidung dengan cirinya berwarna kuning,kental dan juga berbau yang khas.
- Diagnosis : Ayam yang terkena penyakit yang disebabkan oleh bakteri Haemophillus Gallinarum harus segera di isolasikan agar terhindar dari penyakit yang akut lagi. Isolasi laboraturium dapat di lakukan dengan menggunakan plat agar darah yang telah di gores Staphylococcus Sp dan di Inkubasi dalam suasa anaerob.
- Upaya Pencegahan : membersihkan kandang kandang ayam agar dapat terhindar dari penyakit tersebut.
2. Penyakit Ngorok Atau Chronic Respiratory Disease ( CDR )
Penyakit biasa juga di sebut juga dengan Chronic Respiratory Disease ( CDR ) atau Mikoplamosis atau Sinusitis atau Air Sac.Penyakit Cronic Respiratory Disease di sebabkan oleh Bakteri Microplasma Galisepticum. Penyerangan penyakit ini biasanya menyerang ayam pada usia 4 s/d 9 minggu ditularkan melalui kontak mata secara langsung, peralatan kandang, makanan minuman serta telur ayam yang terinfeksi.
- Cara Penularan
Penularan jenis ayam ini terdapat 2 jenis yaitu secara vertikal maupun secara horizontal . contoh secara vertikal adalah penularan dari induk kepada anaknya sedangkan horizontal penularannya seperti ayam yang sakit ke pada ayam yang sehat. Penularan ini tidak terlalu berbahaya karena tidak langsung dapat melalui kontak mata dengan tempat peralatan,wadah,hewan ataupun petugas yang membersihkan kandang.
- Gejala Klinis
Ayam lebih senang menggeleng gelengkan kepal, mendengkur basar serta adanya leleran hidung pada ayam dan terdapat eksudat berbuih pada ayam. pada kasus yang lebih parah ayam mengalami kekurusan dan kekurangan cairan serta nanah yang keluar dari hidung.
- Pengobatan
pemberian baytrit sekitar 10 % peroral dapat digunakan sebagai obat untuk penyakit ini,selain itu juga mycomas dengan dosis 0,5 ml/L air minum. Pemberian obat ini dicampurkan dengan air minum Pencegahan Untuk membeli ayam baik induk,penjantan maupun anak ayam harus benar benar terbebas dari penyakit CDR. menjaga kebersihan sangat diperlukan untuk meningkatkan kesehatan ayam. Penyakit ini juga harus diwaspadai jika anda ingin memelihara ayam karena jika anda teledor maka hewan peliharaan anda lama – kelamaan akan punah dimakan oleh penyakit yang ada.
3. Penyakit Infectious Laryngotracheitis (ILT)
Penyakit ILT atau Infectius Laryngotracheitis merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus Herpes yang menginfeksi pada saluran pernafasan yang mempunyai ciri yaitu kesulitan bernafas dan terkadang juga sering menjulurkan leher. Masa hidup dari penyakit ini dalam saluran pernapasan adalah 8 sampai 10 hari pada leleran,70 hari di dalam karkas dan juga lebih dari 80 hari pada eksudat, penyakit ini berlangsung selama 2-6 minggu didalam flok Penularan jenis virus ini melalui pernafasan baik itu udara maupun kontak langsung dengan ayam yang berpenyakitan. Masa waktu yang diperlukan untuk proses pertumbuhannya sekitar 6-12 hari. Kejadian ini dapat dikarenakan lalu lintas unggas,pekerja,alat kandang dan kondisi kondisi lain yang memungkinkan terjadinya penyebaran.
- Gejala Klinis
Angka kematiannya sekitar 50 % , gejala lainnya adalah sesak nafas ( pneumonia / bronkhopneumonia) dan juga rinitas atau bahasa familiarnya adalah peradangan atau iritasi pada bagian hidung.
Sebagai Diagnosa untuk penyakit ini dicirikan gejala klinis dan ditemukannya pada trachea yaitu adanya darah, makus,eksudat kaseosa . mikroskopik dapat ditandai dengan desqumative dan juga nekrotic tracheitis. Diagnosa ini diperkuat dengan adanya inclusion body intramuclear yang terdapat pada epitel trachea, pemindahan dan pengidentifikasian virus dapat secara lebih spesifik dengan chicken embryo dan juga kultur jaringan atau dengan juga inokulasi pada sinus intraorbital untuk mengetahui imunitas.
Diferensial diagnosa :
- Infectious bronchitis
- Newcastle disease
- MycoplasmosisAvian coryza
Pencegahan :
- Meminimalisir kotoran dan debu.
- Penggunaan mild expectorants.
- Vaksinasi baik secara eye drop, spray maupun lewat air minum.
Memeliharam tidaklah mudah, terutama jika dilihat dari macam – macam penyakit yang sering terjadi pada ayam. Ayam yang di pelihara memang membutuhkan beberapa alat dan obat khusus agar hewan peliharaan jika mengalami sakit langsung bisa di atasi. Selain itu juga membutuhkan Vitamin ayam.
3. Penyakit Telelo
Tetelo atau Newcastle Disease(ND) ini merupakan istilah dari samper ayam ataupun pes cekak. Penyakit yang disebabkan oleh virus paramyxo merupakan infeksi paling viral yang dapat menyebabkan gangguan pada saraf pernafasan.Penyakit ini dikualifikasikan menjadi :
- Viscerotropic Velogenic Newcastle Disease (VVND) atau biasa disebut dengan tipe Velogenik . Tipe ini dapat menyebabkan kematian yang paling tinggi yaitu 100 % .
- Tipe yang Sedang ataupun ringan . Gejala yang tampak pada pada tipe ini yaitu gangguan pernapasan dan juga saraf.
- Tipe lemah (lentogenik) merupakan stadium yang paling rendah sehingga sama sekali tidak menyebabkan kematian. Hanya saja dapat mempengaruhi produksi dari telur ayamnya tersendiri. Gejala yang paling nampak sendiri dari tipe ini adalah gangguan pernapasan.
Meskipun demikian pada penularan melalui udara, virus ini tidak mempunyai jangkauan yang luas. Unggas yang dinyatakan sembuh dari ND tidak akan dinyatakan sebagai penyakit dan biasanya virus tidak akan bertahan lebih dari 30 hari pada lokasi pemaparan. Gejala yang nampak pada ayam yang terkena penyakit ini adalah sebagai berikut:
- Excessive mucous di trakea.
- gangguan pernafasan ditandai dengan bersin lalu batuk serta mendengkur ketika bernapas
- Ayam Lesu.
- Napsu makan menurun.
- Produksi telur menurun.
- Ayam tersebut terkena diare dengan ciri ciri kotoran yang agak kehijauan bahkan juga bisa berdarah
- Dari mulai Kepala dan juga jenggernya berwarna kebiruan, selain itu kornea matanya terlihat keruh, sayap ayam pun ikut turun , otot tubuhnya gemetar sehingga menyebabkan kelumpuhan serta gangguan saraf
Penanggulangan penyakit ini dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu:
- Ayam yang terkena penyakit ini harus diasingkan karena dianggap berbahaya tetapi jika sudah mencapai stadium yang berbahaya maka ayam harus segera dimusnahkan.
- Pemberian vaksin digunakan untuk memperoleh kekebalan, Pemberian vaksin dilakukan deengan memberikan tetes mata pada hari ke 2 tertularnya penyakit. sedangkan pemberian vaksin selanjutnya dilakukan dengan suntikan di intramuskuler otot dada
- Seorang pakar di bidang kehewanan menyarankan dalam pemberian vaksin dilakukan dengan pola 444 maksudnya disini yaitu 444 artinya 4 hari 4 minggu dan juga 4 bulan begitu juga seterusnya. sehingga dapat dilakukan 4 bulan sekali. Pola ini boleh di ikuti ataupun tidak sesuai dengan kebutuhan atau efektifnya waktu yang dapat dilakukan oleh petugas ayam.
sebagai bentuk pencegahan dari penyakit ini adalah memelihara kebersigan kandang dan sekitarnya. kandang harus benar benar mendapatkan sinar matahari yang cukup untuk menghindari banyaknya jamur yang menempel dikandang ayam.
2. Penyakit Ngorok Atau Chronic Respiratory Disease ( CDR )
Penyakit biasa juga di sebut juga dengan Chronic Respiratory Disease ( CDR ) atau Mikoplamosis atau Sinusitis atau Air Sac.Penyakit Cronic Respiratory Disease di sebabkan oleh Bakteri Microplasma Galisepticum. Penyerangan penyakit ini biasanya menyerang ayam pada usia 4 s/d 9 minggu ditularkan melalui kontak mata secara langsung, peralatan kandang, makanan minuman serta telur ayam yang terinfeksi.
- Cara Penularan
Penularan jenis ayam ini terdapat 2 jenis yaitu secara vertikal maupun secara horizontal . contoh secara vertikal adalah penularan dari induk kepada anaknya sedangkan horizontal penularannya seperti ayam yang sakit ke pada ayam yang sehat. Penularan ini tidak terlalu berbahaya karena tidak langsung dapat melalui kontak mata dengan tempat peralatan,wadah,hewan ataupun petugas yang membersihkan kandang.
- Gejala Klinis
Ayam lebih senang menggeleng gelengkan kepal, mendengkur basar serta adanya leleran hidung pada ayam dan terdapat eksudat berbuih pada ayam. pada kasus yang lebih parah ayam mengalami kekurusan dan kekurangan cairan serta nanah yang keluar dari hidung.
- Pengobatan
pemberian baytrit sekitar 10 % peroral dapat digunakan sebagai obat untuk penyakit ini,selain itu juga mycomas dengan dosis 0,5 ml/L air minum. Pemberian obat ini dicampurkan dengan air minum Pencegahan Untuk membeli ayam baik induk,penjantan maupun anak ayam harus benar benar terbebas dari penyakit CDR. menjaga kebersihan sangat diperlukan untuk meningkatkan kesehatan ayam. Penyakit ini juga harus diwaspadai jika anda ingin memelihara ayam karena jika anda teledor maka hewan peliharaan anda lama – kelamaan akan punah dimakan oleh penyakit yang ada.
3. Penyakit Infectious Laryngotracheitis (ILT)
Penyakit ILT atau Infectius Laryngotracheitis merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus Herpes yang menginfeksi pada saluran pernafasan yang mempunyai ciri yaitu kesulitan bernafas dan terkadang juga sering menjulurkan leher. Masa hidup dari penyakit ini dalam saluran pernapasan adalah 8 sampai 10 hari pada leleran,70 hari di dalam karkas dan juga lebih dari 80 hari pada eksudat, penyakit ini berlangsung selama 2-6 minggu didalam flok Penularan jenis virus ini melalui pernafasan baik itu udara maupun kontak langsung dengan ayam yang berpenyakitan. Masa waktu yang diperlukan untuk proses pertumbuhannya sekitar 6-12 hari. Kejadian ini dapat dikarenakan lalu lintas unggas,pekerja,alat kandang dan kondisi kondisi lain yang memungkinkan terjadinya penyebaran.
- Gejala Klinis
Angka kematiannya sekitar 50 % , gejala lainnya adalah sesak nafas ( pneumonia / bronkhopneumonia) dan juga rinitas atau bahasa familiarnya adalah peradangan atau iritasi pada bagian hidung.
Sebagai Diagnosa untuk penyakit ini dicirikan gejala klinis dan ditemukannya pada trachea yaitu adanya darah, makus,eksudat kaseosa . mikroskopik dapat ditandai dengan desqumative dan juga nekrotic tracheitis. Diagnosa ini diperkuat dengan adanya inclusion body intramuclear yang terdapat pada epitel trachea, pemindahan dan pengidentifikasian virus dapat secara lebih spesifik dengan chicken embryo dan juga kultur jaringan atau dengan juga inokulasi pada sinus intraorbital untuk mengetahui imunitas.
Diferensial diagnosa :
- Infectious bronchitis
- Newcastle disease
- MycoplasmosisAvian coryza
Pencegahan :
- Meminimalisir kotoran dan debu.
- Penggunaan mild expectorants.
- Vaksinasi baik secara eye drop, spray maupun lewat air minum.
Memeliharam tidaklah mudah, terutama jika dilihat dari macam – macam penyakit yang sering terjadi pada ayam. Ayam yang di pelihara memang membutuhkan beberapa alat dan obat khusus agar hewan peliharaan jika mengalami sakit langsung bisa di atasi. Selain itu juga membutuhkan Vitamin ayam.
3. Penyakit Telelo
Tetelo atau Newcastle Disease(ND) ini merupakan istilah dari samper ayam ataupun pes cekak. Penyakit yang disebabkan oleh virus paramyxo merupakan infeksi paling viral yang dapat menyebabkan gangguan pada saraf pernafasan.Penyakit ini dikualifikasikan menjadi :
- Viscerotropic Velogenic Newcastle Disease (VVND) atau biasa disebut dengan tipe Velogenik . Tipe ini dapat menyebabkan kematian yang paling tinggi yaitu 100 % .
- Tipe yang Sedang ataupun ringan . Gejala yang tampak pada pada tipe ini yaitu gangguan pernapasan dan juga saraf.
- Tipe lemah (lentogenik) merupakan stadium yang paling rendah sehingga sama sekali tidak menyebabkan kematian. Hanya saja dapat mempengaruhi produksi dari telur ayamnya tersendiri. Gejala yang paling nampak sendiri dari tipe ini adalah gangguan pernapasan.
Meskipun demikian pada penularan melalui udara, virus ini tidak mempunyai jangkauan yang luas. Unggas yang dinyatakan sembuh dari ND tidak akan dinyatakan sebagai penyakit dan biasanya virus tidak akan bertahan lebih dari 30 hari pada lokasi pemaparan. Gejala yang nampak pada ayam yang terkena penyakit ini adalah sebagai berikut:
- Excessive mucous di trakea.
- gangguan pernafasan ditandai dengan bersin lalu batuk serta mendengkur ketika bernapas
- Ayam Lesu.
- Napsu makan menurun.
- Produksi telur menurun.
- Ayam tersebut terkena diare dengan ciri ciri kotoran yang agak kehijauan bahkan juga bisa berdarah
- Dari mulai Kepala dan juga jenggernya berwarna kebiruan, selain itu kornea matanya terlihat keruh, sayap ayam pun ikut turun , otot tubuhnya gemetar sehingga menyebabkan kelumpuhan serta gangguan saraf
Penanggulangan penyakit ini dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu:
- Ayam yang terkena penyakit ini harus diasingkan karena dianggap berbahaya tetapi jika sudah mencapai stadium yang berbahaya maka ayam harus segera dimusnahkan.
- Pemberian vaksin digunakan untuk memperoleh kekebalan, Pemberian vaksin dilakukan deengan memberikan tetes mata pada hari ke 2 tertularnya penyakit. sedangkan pemberian vaksin selanjutnya dilakukan dengan suntikan di intramuskuler otot dada
- Seorang pakar di bidang kehewanan menyarankan dalam pemberian vaksin dilakukan dengan pola 444 maksudnya disini yaitu 444 artinya 4 hari 4 minggu dan juga 4 bulan begitu juga seterusnya. sehingga dapat dilakukan 4 bulan sekali. Pola ini boleh di ikuti ataupun tidak sesuai dengan kebutuhan atau efektifnya waktu yang dapat dilakukan oleh petugas ayam.
sebagai bentuk pencegahan dari penyakit ini adalah memelihara kebersigan kandang dan sekitarnya. kandang harus benar benar mendapatkan sinar matahari yang cukup untuk menghindari banyaknya jamur yang menempel dikandang ayam.
Lokasi dan Ukuran Untuk Kandang
Pemilihan Lokasi ini sangat menentukan untuk kesehatan ayam tersebut,pemilihan lokasi yang akan di gunakan untuk memelihara ayam antara lain :
- Lokasi kandang ayam
- Lokasi kandang ayam harus betul betul menghadap kearah matahari,hal ini dikarenakan untuk memberikan sedikit kecerahan yang sehat dipagi hari kepada ayam.
- Lokasi jangan terlalu dekat dengan rumah rumah, hal ini dikarenakan untuk menjaga kebersihan rumah,kesehatan anggota keluarga dari wabah yang ditimbulkan oleh ayam tersebut.
- Memiliki ventilasi yang cukup untuk ayam menghirup udara dari luar karena udara itu penting tetapi jangan sampai ventilasinya terlalu besar karena akan membahayakan ayam jika ada tikus masuk kedalam kandang ayam.
- Ditempatkan pada tempat yang kering hal ini ditujukan untuk menjaga kesehatan dan juga kebersihan dari ayam tersebut.
- Ukuran kandang ayam juga harus di sesuaikan dengan banyaknya ayam tersebut jangan sampai menimbulkan kedesakan satu sama lain.
- Alas untuk kandang ayam (litter= alat sampah) harus terbuat dari serat kayu yang selau kering sehingga terhindar dari adanya jamur yang menempel pada alas tersebut.
- Jauhkan atau pisahkan ayam yang memiliki penyakit dengan yang masih sehat, jagalah kebersihan dari ayam tersebut.
- Cucilah kandang ayam dan juga peralatan nya secara teratur. hal ini sebagai bentuk dari usaha Biosecurity atau biasa disebut sebagai usaha pencegahan dari suatu penyakit yang menyerang dengan menggunakan desinfektan yang tepat dan juga tidak membahayakan ayam tersebut.
Banyak sekali pilihan untuk desinfektan / obat untuk membunuh kuman atau penyakit lainnya. Untuk ukuran kandang ayam sendiri harus pas dalam arti di sini ideal ( tidak terlalu besar dan juga tidak terlalu kecil) . sebagai anjuran ukuran kandang ayam sekitar 4 s/d 8 m dan panjangnya tidak lebih dari 70 m. Yang perlu diperhatikan adalah daya tampung atau isi dari kandang ayam tersebut. Untuk 1 m paling baik di isi oleh 45 s/d 55 ekor ayam dari yang kecil sampai dengan umur 2 minggu. bentuk kandang ayam yang paling di anjurkan yaitu berbentuk postal atau jika belum tahu bentuk postal itu bentuknya seperti rumah selain itu lantainya juga dilapisi oleh litter yang merupakan campuran dari sekam lalu di campur serbuk gergaji dan juga ditambahkan kapur yang tebalnya kurang lebih 15 cm. Model atapnya terdiri dari dua sisi dan harus adanya ventilasi untuk keluar masuknya udara untuk ayam bernafas. (Baca juga : Ikan Pari)
- Lokasi kandang ayam harus betul betul menghadap kearah matahari,hal ini dikarenakan untuk memberikan sedikit kecerahan yang sehat dipagi hari kepada ayam.
- Lokasi jangan terlalu dekat dengan rumah rumah, hal ini dikarenakan untuk menjaga kebersihan rumah,kesehatan anggota keluarga dari wabah yang ditimbulkan oleh ayam tersebut.
Pola Makan Ayam
Sebelum kita berhasil untuk memelihara ayam maka kita terlebih dahulu mulai dari bibit ayamnya karena bibit ini memiliki kontribusi sebesar 30 % dalam kesuksesan memelihara ayam.Bibit ayam harus terpelihara dengan baik karena ini merupakan cikal bakal dari tumbuhnya ayam dewasa yang baik jika dalam pemeliharaan bibit ayam ini baik dijaga terus mulai dari kesehatannya maupun pola makannya maka akan menumbuhkan ayam yang unggul yang baik dan juga sehat.Berikut adalah untuk menentukan pola makan yang baik pada ayam : Telah kita ketahui bersama pakan ayam sangat menentukan kesehatan dari ayam tersebut,biasanya ayam yang sering sekali kita lihat yang tidak terpelihara memiliki pola pakan yang sangat buruk apa saja yang dilihatnya iya makan termasuk makanan yang tertempel dengan kotoran. Bahan pakan yang bisa diberikan untuk kelangsungan hidup ayam diantaranya yaitu : roti,konsentrat,dedak,jagung dan makan lainnya.Yang paling terpenting dalam memelihara pakan ayam kita harus tetap memperhatikan nutrisi yang masuk kedalam tubuh ayam tersebut.\ dengan kadar protein kasar(PK) sebesar 12 % dan energy untuk tubuhnya atau Energy Metabolisme(EM) yaitu sebesar 2500 Kkal/kg. Jumlah Pakan ini harus sekali disesuaikan dengan tingkatan umurnya
- 7 gram/ hari sampai dengan umur 1 Minggu.
- 19 gram/hari sampai dengan umur 2 Minggu
- 34 gram/hari sampai dengan umur 3 Minggu
- 47 gram/hari sampai dengan umur 4 Minggu
- 58 gram/hari sampai dengan umur 5 Minggu
- 66 gram/hari sampai dengan umur 6 Minggu
- 72 gram/hari sampai dengan umur 7 Minggu
- 74 gram/hari sampai dengan umur 8 Minggu
Setiap minggunya memiliki perbedaan atau memiliki kenaikan yang bisa sampai 2 kali lipat atau 3 kali lipat pada minggu – minggu pertama. Hal ini untuk menyongsong pertumbuhan yang maksimal dalam memelihara ayam karena bibit ayam ini memiliki metabolism yang sedikit sedangkan untuk airnya diberikan secara tidak terbatas pada tahap awal awal dalam pemeliharaan hewan tersebut yang kemudian dicampurkan ddengan vitamin & juga antibiotic.
Manajemen Pemeliharaan
Manajemen atau kata lainnya adalah mengatur ,dalam hal ini mengatur pemeliharaan ayam dilakukan untuk menjaga kestabilan dari ayam tersebut. System manajemen yang paling banyak digunakan orang ada 3 macamnya yaitu:
- Tradisional atau dalam bahasa inggrisnya disebut sebagai ektensif yaitu dengan cara ayam diumbar artinya ayam ini dibiarkan untuk mencari makanan sendiri yang ada disekitarnya hal ini sangat tidak dianjurkan karena ayam akan memakan jenis makanan apa saja yang belum tentu tau juga tentang kesehatannya.
- Semi Intensif yaitu dibuatkannya kandang untuk ayam bertempat tinggal dalam arti di sini ayam memiliki kandang yang berpagar dan juga adanya control ayam yang baik berupa pakannya maupun kesehatannya tetapi tidak ketat.
- Intensif artinya sering yaitu ayam dikontrol dan diberi pakan juga kesehatannya diperhatikan dengan sangat ketat hal ini seperti ayam ras.Model ini sangat dianjurkan karena dari tingkat pakan & kesehatannya terkontrol dengan sangat baik.
Cara Pencegahan Dalam Pemeliharaan Ayam
ita sebagai Pemelihara ayam tentu ingin agar ayam yang kita pelihara tidak memiliki kekurangan atau keburukan dalam proses memeliharanya. Untuk itu dilakukannya pencegahan dalam memelihara ayam sebagai berikut :
- Menaruh abu
Apabila kita dapati kandang ayam penuh dengan kotoran hal yang harus kita lakukan adalah menaruhkan abu ( sisa dari pembakaran kayu ) untuk menutupi kotoran yang ada dikandang ayam tersebut hal ini dilakukan untuk menghindari virus atau bakteri berkembang biak didalam kandang ayam lalu setelah itu tutupi dengan kulit padi untuk menghindari ayam memakan bekas kotorannya.
- Ventilasi
Selalu memperhatikan kandang ayam seperti ventilasinya hal ini digunakan sebgai jalan masuk keluarnya udara jangan sampai membuat kandang dengan ventilasi sedikit dan redup ( tidak ada cahaya ) hal ini menyebabkan ayam nantinya kekurangan nafsu makan dan juga kesehatannya sedikit terganggu.
- Air
Mengganti air yang ada didalam kandang sebagai bentuk perhatian terhadap kesehatan ayam. Mengganti airnya sehari 2 kali.hal ini bisa mencegah penyakit terutama bagian pernapasan karena ayam akan mencelupkan paruhnya sampe dalam.
- Pengisolasian
Pisahkan atau isolasikan ayam yang sakit dari ayam ayam yang sehat. Pengisolasian ini bisa untuk memutus mata rantai penyakit. Sering sering lah memeriksa kandang ayam dan memeriksa kondisi ayamnya juga sebagai bentuk pencegahan dalam menangani penyakit pada ayam. Kubur ayam yang mati,cari tempat atau lahan yang siap digunakan untuk mengubur ayam yang mati. Jangan bakar ayam yang mati atau membuangnya begitu saja hal ini dapat menimbulkan penyakit yang dibawa oleh udara yang dapat menularkannya kepada siapa saja yang menghirupnya. Pisahkan tempat untuk ayam yang bertengger maupun bertelur untuk sedikit meminimalisir penyakit yang dibawa ketika ayam sedang bertelur bukan hanya penyakit,kandang ayam juga tempat bersarangnya nyamuk. Untuk menghindari itu semua semprotkan deinfektan atau air daun sirih.
- Kebersihan
Bersihkan kandang setiap hari untuk mencegah datangnya penyakit . Semprotkan juga air disekitar kandang untuk mengurangi panas yang berlebihan.Sebelum memberikan pakan bersihkan terlebih dahulu tempat pakan tersebut untuk menjaga kesehatan ayam & berilah pakan yang baru untuk menghindari adanya hewan parasite yang ada didalam pakan tersebut. Sifatnya ayam adalah mengais hal ini dapat menyebabkan kotoran ataupun penyakit menempel di kaki ayam sehingga menimbulkan bubul ayam untuk itu sebagai langkah pencegahan nya yaitu dengan menyemprotkan kaki ayam dengan air garam.
sdhwby sh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar