Tampilkan postingan dengan label ayam bangkok betina. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ayam bangkok betina. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Maret 2018

anak an ayam bangkok

Bagi para pecinta ayam aduan, tentunya nama ayam bangkok sudah sangat populer di hampir segala daerah di tanah air. Sesuai dengan julukan dan namanya yaitu “bangkok” ini adalah ayam yang berasal dari negara Thailand yang tentunya telah di cap dan di akui sebagai ayam yang sangat berkualitas di berbagai ayam petarung lainnya. Ayam ini memiliki sifat petarung yang sangat kental, serupa dengan seekor ayam liar ayang akan bertarung habis – habisan hingga mati demi mempertahankan sebuah wilayah kekuasaan mereka.
Menurut kajian dari sejarah, ayam bangkok ini memang berasal dari negara Thailand yang penduduknya telah berhasil menemukan sebuah yam petarung atau ayam jago yang mereka namai King’s Chicken. Ayam ini sebenarnya memiliki pukulan yang sangat mematikan dan juga gerakan cepat, dan mereka juga sangat cerdas walaupun dalam kondisi sedang bertarung. Sedangkan di dataran Cina, ayam ini lebih dikenal dengan sebutan Leung hang zhao. Karena daerah di Cina sangat populer dengan kegiatan adu ayam jago atau sabung ayam. Para penduduknya telah mencari kualitas ayam unggul untuk di kawin silangkan dengan jenis ayam bangkok.
Sedangkan penyebaran ayam bangkok di daerah Indonesia sendiri berasal dari kota Tuban, Jawa Timur. Walaupun sejarah penyebarannya tidak begitu jelas, namun hingga saat ini ayam bangkok telah dikenal secara luas di kalangan penduduk dan masyarakat Indonesia, khususnya para pecinta ayam tarungan. Di masyarakat lokal, ayam ini seringkali di kawinkan dengan ayam betina lokal. Sehingga walaupun tidak terlalu murni, tapi ayam bangkok yang banyak beredar di pasaran masih berbentuk dan memiliki ciri fisik seperti ayam bangkok asli.
Ayam bangkok sendiri dapat di bedakan dan di golongkan ke dalam 7 kelompok sesuai dengan warna dari bulunya yaitu:
  • Putih : yang memiliki warna dasar bulunya putih.
  • Wiring : yang memiliki ciri warna dasar hitam lengkap dengan ekor yang bewarna kuning kemarahan dan bulu rawis.
  • Wangkas : ini adalah jenis yang mirip dengan rawisnya atau kuning kemerahan.
  • Jali : Memiliki ciri dengan warna dasar buli blirik yang sebenarnya campuran dari berbagai warna seperti putih, hitam dan merah.
  • Klawu : jenis ini memiliki warna dasar bewarna abu – abu.
  • Blorok : Ini adalah jenis yang memiliki bulu dengan totol – totol dari berbagai kumpulan warna seperti putih, hutam dan merah.
  • Jragen : memiliki warna dasar hitam.
Tidak seperti halnya Cara Budidaya Ayam Petelur, ayam bangkok jarang di ternak atau di budidayakan di Indonesia. Walaupun sebenarnya jenis dari ayam ini sangat di minati dan populer di kalangan para pecinta ayam. Karena kebanyakan masyarakat berfikiran bahwa memelihara ayam jenis ini akan kurang menguntungkan, tidak seperti berternak ayam petelur maupun pedaging. Karena permintaan daging maupun telur ayam memang sangat tinggi di pasaran.
Sementara untuk jenis ayam bangkok, masih banyak yang tidak mengerti tentang keuntungan dalam pemeliharaan ayam jenis ini. Sebenarnya usaha budidaya ayam bangkok tidak boleh diremehkan, karena melakukan ternak ayam bangkok juga berpoyensi untuk meraup keuntungan yang melimpah. Ayam jenis ini tentunya lebih kekar dari pada jenis ayam lainnya.
Biasanya akan di jadikan koleksi atau sebagai jagoan di medan tarung bagi pemiliknya. Ayam bangkok yang bisa anda hasilkan sebenarnya akan memiliki nilai jual lebih apabila anda bisa menghasilkan kualitas terbaik. Oleh karena itu, anda harus benar – benar berusaha dan melakukan yang terbaik dalam budidaya ayam bangkok tersebut. Simak beberapa cara budidaya ayam bangkok sebagai berikut :
1. Pemilihan Indukan
Seperti yang di lakukan pada Cara Budidaya Burung Puyuh, agar mendapakan keberhasilan dalam proses pembudidayaan ayam bangkok ini, maka anda harus benar – benar memilih kualitas indukan yang sangat berkualitas. Biasanya beberapa penjual ayam bangkok yang laris di pasaran akan menyediakan ayam bangkok dengan kualitas yang bagus juga.
Pilihlah indukan yang tentunya aktif, lincah dan sehat. Tidak cacat maupun sakit. Karena kualitas bibit akan di pengaruhi langsung oleh kualitas indukan dan faktor luar lainnya. Pilih lah indukan yang berkualitas terbaik atau sepasang ayam bangkok juara.
2. Pemilihan Kandang
Secara umum ada 3 jenis atau tipe yang sering dipakai para peternak ayam bangkok untuk melakukan budidaya. Berbeda dengan Cara Budidaya Burung Lovebird, ada cara budidaya ayam bangkokyang harus anda perhatikan sebelum memilik dan menempatkan posisi kandang ayam bangkok ini, berikut beberapa faktor – faktor penting tersebut :
  • Lokasi ternak atau kandang ayam bangkok ini, sekurang-kurangnya harus berjarak minimal 5 meter dari kandang ayam lainnya jika anda berkemungkinan memlihara ayam jenis lainnya, terutama jika anda merawat ayam potong dan tidak dekat dari rumah.
  • Usahakan agar kontur tanah datar dan juga memiliki beberapa pohon pelindung yang dapat mengatur sirkulasi udara dan masuknya intensitas sinar matahati ke dalam kandang ayam bangkok anda.
  • Memiliki sebuah saluran air yang lancar tanpa sumbatan apapun sehingga saat hujan air pastinya tidak menggenangi lingkungan sekitar kandang dan menjadi sarang nyamuk.
  • Utamakanlah lokasi yang banyak ditumbuh oleh rumput. Karena pada dasarnya ayam menyukai rumput sebagai makanan pengganti serat mereka.
  • Arah kandang  setidaknya harus menghadap sinar matahari pagi dan juga sejalur dengan arah angin agar terhindar dari berbagai penularan penyakit dari luar kandang.
  • Sebaiknya lokasi harus dipagari secara permanen memakai semen dan juga batu bata. Jika anggaran anda tidak ada atau tidak mencukupi, pagar  biasa juga bisa di gunakan dari kawat dan bambu.
Seperti yang telah kita bahas diatas bahwa ada 3 jenis kandang yang biasa di pakai untuk budidaya ayam bangkok yaitu :
  •  Kandang Umbaran Satuan
Merupakan kandang multufungsi sebagai kandang kawin sekaligus juga berfungsi sebagai kandang anakan  yang berusia 1,5 hingga 3 bulan.
Kandang ini biasanya dibuat dari kayu dengan ukuran yang paling ideal  yaitu : leber 1 meter, tinggi 2,5 meter dan panjang 1,5 meter.
Alas dari kandang sebaiknya berupa alas tanah yang  telah dicampuri dengan pasir. Alas yang berbentuk demikian berguna untuk pembentukan optimal dari struktur  jari – jari maupun cakarnya. Selain itu  anda bisa menambahkan pula tenggeran yang di buat dari kayu untuk tempat bermain para ayam bangkok.
  •  Kandang Postal
Kandang ini  adalah kandang yang dikhususkan bagi para anak ayam yang baru saja menetas. Ukurannya akan lebih kecil jika dibandingkan dengan kandang umbaran, yakni meiliki tinggi 1 meter, panjang 1 meter dan lebar 0,8. Ukuran dari kandang postal yang  seperti itu pada umumnya dapat menampung 10 hingga 15 anakan ayam bangkok.
Dinding dari kandang ayam bangkok untuk kandang postal dapat dibuat dari kawat dan juga dibagian dalamnya harus ada alat pemanas yang  buasanya dibuat dari lampu bohlam. Alasnya sendiri umumnya diberi sekam padi agar  kelembaban terjaga dan akan diganti minimal sekali 3 hari.
  •  Kandang Tidur
Kandang tidur ayam bangkok ini dibuat khusus untuk tidur  para ayam di malam hari. Alas  dari kandang ini biasanya akan ditinggikan dengan  menyerupai bentuk panggung minimal berjarak 1,5 meter dari tanah untuk bisa menghindari suhu tanah yang tentunya akan menjadi dingin pada malam hari.
Ke tiga dari jenis kandang ayam tersebut tentunya  harus dilengkapi dengan wadah air dan wadah pakan. Selalu menjaga kebersihan dan kelembaban agar para ayam bangkok dapat bebas dari penyakit. Komponen penting lainnya seperti: sanitasi, pengaturan sirkulasi udara dan pemilihan bahan atap menjadi penting sebagai tahapan yang di gunakan agar kesehatan ayam bangkok terjaga dalam jangka panjang.
3. Pemberian Pakan dan Perawatan Bibit
Setelah para ayam bangkok betina bertelur,maka anda harus menyiapkan kandang ayam lain untuk menaruh telurnya ini sama dengan tahapan Cara Budidaya Hamster.. Biarkan para indukan mengerami telurnya hingga menetas. Setelah telur – telur tersebut menetas, maka pisahkanlah bibit – bibit ayam bangkok tersebut dari indukannya. Rawatlah bibit – bibit ayam bangkok tersebut dengan baik agar  bisa menghasilkan ayam jago yang tentunya unggul dan jago bertarung. Hal selanjutnya yang harus diperhatikan dalam cara merawat anak ayam bangkok adalah masalah pakan.
Beberapa peternak beranggapan bahwa pada usia anak ayam 1 hingga 2 hari, anak ayam tersebut sebaiknya hanya cukup diberi air saja. Kebutuhan nutrisi  para anak ayam masih dapat terpenuhi oleh nutrisi dari kuning telur yang masih menempel pada bulu – bulu mereka. Namun lewat dari usia tersebut, pemberian pakan berupa pur dapat diberikan dalam jumlah secukupnya.
4. Pemberian Suplemen Tambahan
Anak ayam bangkok telah bisa diberi pakan dengan komposisi pakan yang berbeda berupa campuran dari pakan berupa susu bubuk untuk bayi dan pur dengan perbandingan 1 : 5 untuk anak ayam bangkok usia 1 hingga 4 bulan untuk pembentukan bulu, tulang, otot dan bagian tubuh  anak ayam lainnya.
5. Pencabutan Bulu Bibit Ayam Bangkok
Bulu yang tumbuh terlalu lebat akan menghabiskan porsi gisi dari asupan makan ayam bangkok. Jadi, sebaiknya peternak mencabut sebagian dari bulu ayam bangkok saat usia ayam mencapai 3 minggu. Hanya memotong bulu pada bagian ekor atau sayap. Lalu pada usia 2 bulan, cabutlah bulu bulu yang rontok di punggung dan bulu leher. Pencabutan bulu ini harus dilakukan untuk mengoptimalkan serapan dari makanan untuk perkembangannya.
6. Perawatan Intensif Bagi Anakan
Cara budidaya ayam bangkok dalam masa perawatan anak ayam bangkok dari awal hingga usia 6 bulan atau sampai memiliki bulu rawis dan leher barunya juga telah tumbuh sebaiknya harus dipelihara di dalam kandang saja, sama halnya dengan Cara Budidaya Kelinci. Hal ini biasa dilakukan agar menghindari akan hilangnya energi dari ayam karena mereka terlalu banyak bermain. Energi yang seharusnya bisa  di pakai untuk pertumbuhan bagi tubuhnya akan segera hilang jika ia sering bermain. Oleh karena itu, jika anda ingin membiarkan mereka bermain, maka berikanlah waktu hanya sekitar 30 menit setiap harinya.
gkdlia31

ayam bangkok asli f1

Bagi para pecinta ayam aduan, tentunya nama ayam bangkok sudah sangat populer di hampir segala daerah di tanah air. Sesuai dengan julukan dan namanya yaitu “bangkok” ini adalah ayam yang berasal dari negara Thailand yang tentunya telah di cap dan di akui sebagai ayam yang sangat berkualitas di berbagai ayam petarung lainnya. Ayam ini memiliki sifat petarung yang sangat kental, serupa dengan seekor ayam liar ayang akan bertarung habis – habisan hingga mati demi mempertahankan sebuah wilayah kekuasaan mereka.
Menurut kajian dari sejarah, ayam bangkok ini memang berasal dari negara Thailand yang penduduknya telah berhasil menemukan sebuah yam petarung atau ayam jago yang mereka namai King’s Chicken. Ayam ini sebenarnya memiliki pukulan yang sangat mematikan dan juga gerakan cepat, dan mereka juga sangat cerdas walaupun dalam kondisi sedang bertarung. Sedangkan di dataran Cina, ayam ini lebih dikenal dengan sebutan Leung hang zhao. Karena daerah di Cina sangat populer dengan kegiatan adu ayam jago atau sabung ayam. Para penduduknya telah mencari kualitas ayam unggul untuk di kawin silangkan dengan jenis ayam bangkok.
Sedangkan penyebaran ayam bangkok di daerah Indonesia sendiri berasal dari kota Tuban, Jawa Timur. Walaupun sejarah penyebarannya tidak begitu jelas, namun hingga saat ini ayam bangkok telah dikenal secara luas di kalangan penduduk dan masyarakat Indonesia, khususnya para pecinta ayam tarungan. Di masyarakat lokal, ayam ini seringkali di kawinkan dengan ayam betina lokal. Sehingga walaupun tidak terlalu murni, tapi ayam bangkok yang banyak beredar di pasaran masih berbentuk dan memiliki ciri fisik seperti ayam bangkok asli.
Ayam bangkok sendiri dapat di bedakan dan di golongkan ke dalam 7 kelompok sesuai dengan warna dari bulunya yaitu:
  • Putih : yang memiliki warna dasar bulunya putih.
  • Wiring : yang memiliki ciri warna dasar hitam lengkap dengan ekor yang bewarna kuning kemarahan dan bulu rawis.
  • Wangkas : ini adalah jenis yang mirip dengan rawisnya atau kuning kemerahan.
  • Jali : Memiliki ciri dengan warna dasar buli blirik yang sebenarnya campuran dari berbagai warna seperti putih, hitam dan merah.
  • Klawu : jenis ini memiliki warna dasar bewarna abu – abu.
  • Blorok : Ini adalah jenis yang memiliki bulu dengan totol – totol dari berbagai kumpulan warna seperti putih, hutam dan merah.
  • Jragen : memiliki warna dasar hitam.
Tidak seperti halnya Cara Budidaya Ayam Petelur, ayam bangkok jarang di ternak atau di budidayakan di Indonesia. Walaupun sebenarnya jenis dari ayam ini sangat di minati dan populer di kalangan para pecinta ayam. Karena kebanyakan masyarakat berfikiran bahwa memelihara ayam jenis ini akan kurang menguntungkan, tidak seperti berternak ayam petelur maupun pedaging. Karena permintaan daging maupun telur ayam memang sangat tinggi di pasaran.
Sementara untuk jenis ayam bangkok, masih banyak yang tidak mengerti tentang keuntungan dalam pemeliharaan ayam jenis ini. Sebenarnya usaha budidaya ayam bangkok tidak boleh diremehkan, karena melakukan ternak ayam bangkok juga berpoyensi untuk meraup keuntungan yang melimpah. Ayam jenis ini tentunya lebih kekar dari pada jenis ayam lainnya.
Biasanya akan di jadikan koleksi atau sebagai jagoan di medan tarung bagi pemiliknya. Ayam bangkok yang bisa anda hasilkan sebenarnya akan memiliki nilai jual lebih apabila anda bisa menghasilkan kualitas terbaik. Oleh karena itu, anda harus benar – benar berusaha dan melakukan yang terbaik dalam budidaya ayam bangkok tersebut. Simak beberapa cara budidaya ayam bangkok sebagai berikut :
1. Pemilihan Indukan
Seperti yang di lakukan pada Cara Budidaya Burung Puyuh, agar mendapakan keberhasilan dalam proses pembudidayaan ayam bangkok ini, maka anda harus benar – benar memilih kualitas indukan yang sangat berkualitas. Biasanya beberapa penjual ayam bangkok yang laris di pasaran akan menyediakan ayam bangkok dengan kualitas yang bagus juga.
Pilihlah indukan yang tentunya aktif, lincah dan sehat. Tidak cacat maupun sakit. Karena kualitas bibit akan di pengaruhi langsung oleh kualitas indukan dan faktor luar lainnya. Pilih lah indukan yang berkualitas terbaik atau sepasang ayam bangkok juara.
2. Pemilihan Kandang
Secara umum ada 3 jenis atau tipe yang sering dipakai para peternak ayam bangkok untuk melakukan budidaya. Berbeda dengan Cara Budidaya Burung Lovebird, ada cara budidaya ayam bangkokyang harus anda perhatikan sebelum memilik dan menempatkan posisi kandang ayam bangkok ini, berikut beberapa faktor – faktor penting tersebut :
  • Lokasi ternak atau kandang ayam bangkok ini, sekurang-kurangnya harus berjarak minimal 5 meter dari kandang ayam lainnya jika anda berkemungkinan memlihara ayam jenis lainnya, terutama jika anda merawat ayam potong dan tidak dekat dari rumah.
  • Usahakan agar kontur tanah datar dan juga memiliki beberapa pohon pelindung yang dapat mengatur sirkulasi udara dan masuknya intensitas sinar matahati ke dalam kandang ayam bangkok anda.
  • Memiliki sebuah saluran air yang lancar tanpa sumbatan apapun sehingga saat hujan air pastinya tidak menggenangi lingkungan sekitar kandang dan menjadi sarang nyamuk.
  • Utamakanlah lokasi yang banyak ditumbuh oleh rumput. Karena pada dasarnya ayam menyukai rumput sebagai makanan pengganti serat mereka.
  • Arah kandang  setidaknya harus menghadap sinar matahari pagi dan juga sejalur dengan arah angin agar terhindar dari berbagai penularan penyakit dari luar kandang.
  • Sebaiknya lokasi harus dipagari secara permanen memakai semen dan juga batu bata. Jika anggaran anda tidak ada atau tidak mencukupi, pagar  biasa juga bisa di gunakan dari kawat dan bambu.
Seperti yang telah kita bahas diatas bahwa ada 3 jenis kandang yang biasa di pakai untuk budidaya ayam bangkok yaitu :
  •  Kandang Umbaran Satuan
Merupakan kandang multufungsi sebagai kandang kawin sekaligus juga berfungsi sebagai kandang anakan  yang berusia 1,5 hingga 3 bulan.
Kandang ini biasanya dibuat dari kayu dengan ukuran yang paling ideal  yaitu : leber 1 meter, tinggi 2,5 meter dan panjang 1,5 meter.
Alas dari kandang sebaiknya berupa alas tanah yang  telah dicampuri dengan pasir. Alas yang berbentuk demikian berguna untuk pembentukan optimal dari struktur  jari – jari maupun cakarnya. Selain itu  anda bisa menambahkan pula tenggeran yang di buat dari kayu untuk tempat bermain para ayam bangkok.
  •  Kandang Postal
Kandang ini  adalah kandang yang dikhususkan bagi para anak ayam yang baru saja menetas. Ukurannya akan lebih kecil jika dibandingkan dengan kandang umbaran, yakni meiliki tinggi 1 meter, panjang 1 meter dan lebar 0,8. Ukuran dari kandang postal yang  seperti itu pada umumnya dapat menampung 10 hingga 15 anakan ayam bangkok.
Dinding dari kandang ayam bangkok untuk kandang postal dapat dibuat dari kawat dan juga dibagian dalamnya harus ada alat pemanas yang  buasanya dibuat dari lampu bohlam. Alasnya sendiri umumnya diberi sekam padi agar  kelembaban terjaga dan akan diganti minimal sekali 3 hari.
  •  Kandang Tidur
Kandang tidur ayam bangkok ini dibuat khusus untuk tidur  para ayam di malam hari. Alas  dari kandang ini biasanya akan ditinggikan dengan  menyerupai bentuk panggung minimal berjarak 1,5 meter dari tanah untuk bisa menghindari suhu tanah yang tentunya akan menjadi dingin pada malam hari.
Ke tiga dari jenis kandang ayam tersebut tentunya  harus dilengkapi dengan wadah air dan wadah pakan. Selalu menjaga kebersihan dan kelembaban agar para ayam bangkok dapat bebas dari penyakit. Komponen penting lainnya seperti: sanitasi, pengaturan sirkulasi udara dan pemilihan bahan atap menjadi penting sebagai tahapan yang di gunakan agar kesehatan ayam bangkok terjaga dalam jangka panjang.
3. Pemberian Pakan dan Perawatan Bibit
Setelah para ayam bangkok betina bertelur,maka anda harus menyiapkan kandang ayam lain untuk menaruh telurnya ini sama dengan tahapan Cara Budidaya Hamster.. Biarkan para indukan mengerami telurnya hingga menetas. Setelah telur – telur tersebut menetas, maka pisahkanlah bibit – bibit ayam bangkok tersebut dari indukannya. Rawatlah bibit – bibit ayam bangkok tersebut dengan baik agar  bisa menghasilkan ayam jago yang tentunya unggul dan jago bertarung. Hal selanjutnya yang harus diperhatikan dalam cara merawat anak ayam bangkok adalah masalah pakan.
Beberapa peternak beranggapan bahwa pada usia anak ayam 1 hingga 2 hari, anak ayam tersebut sebaiknya hanya cukup diberi air saja. Kebutuhan nutrisi  para anak ayam masih dapat terpenuhi oleh nutrisi dari kuning telur yang masih menempel pada bulu – bulu mereka. Namun lewat dari usia tersebut, pemberian pakan berupa pur dapat diberikan dalam jumlah secukupnya.
4. Pemberian Suplemen Tambahan
Anak ayam bangkok telah bisa diberi pakan dengan komposisi pakan yang berbeda berupa campuran dari pakan berupa susu bubuk untuk bayi dan pur dengan perbandingan 1 : 5 untuk anak ayam bangkok usia 1 hingga 4 bulan untuk pembentukan bulu, tulang, otot dan bagian tubuh  anak ayam lainnya.
5. Pencabutan Bulu Bibit Ayam Bangkok
Bulu yang tumbuh terlalu lebat akan menghabiskan porsi gisi dari asupan makan ayam bangkok. Jadi, sebaiknya peternak mencabut sebagian dari bulu ayam bangkok saat usia ayam mencapai 3 minggu. Hanya memotong bulu pada bagian ekor atau sayap. Lalu pada usia 2 bulan, cabutlah bulu bulu yang rontok di punggung dan bulu leher. Pencabutan bulu ini harus dilakukan untuk mengoptimalkan serapan dari makanan untuk perkembangannya.
6. Perawatan Intensif Bagi Anakan
Cara budidaya ayam bangkok dalam masa perawatan anak ayam bangkok dari awal hingga usia 6 bulan atau sampai memiliki bulu rawis dan leher barunya juga telah tumbuh sebaiknya harus dipelihara di dalam kandang saja, sama halnya dengan Cara Budidaya Kelinci. Hal ini biasa dilakukan agar menghindari akan hilangnya energi dari ayam karena mereka terlalu banyak bermain. Energi yang seharusnya bisa  di pakai untuk pertumbuhan bagi tubuhnya akan segera hilang jika ia sering bermain. Oleh karena itu, jika anda ingin membiarkan mereka bermain, maka berikanlah waktu hanya sekitar 30 menit setiap harinya.

jhdfh8912

Jumat, 31 Maret 2017

jual dod ayam kampung brebes


Cara membuat pakan alternatif untuk ayam kampung

o    Pohon talas

Saya kira bahan ini pasti mudah ditemukan didaerah kalian karena hampir disetiap daerah pasti ada bahan yang satu ini, untuk pohon talas ini dapat digunakan umbinya saja, daun dan tangkainya saja atau bisa juga mengkombinasikannya, itu menurut selera kalian saja.

o    Beras dolog atau catu

Beras jenis ini yang akan digunakan untuk membuat pakan alternatif sebab harganya relatif lebih murah ketimbang beras pada umumnya.

o    Dedak bekatul

Untuk dedak bekatul ini sendiri bisa kalian pakai dedak dengan kualitas sedang ataupun yang bagus, maksud dari dedak berkualitas sedang adalah dedak yang tidak terlalu halus atau kasar.

o    Tepung tulang

Tulang tepung atau tepung cangkang keong ini sebenarnya tidak wajib dicampurkan, namun untuk memberikan nutrisi lebih pada pakan yang akan diramu ada baiknya mencampurkannya supaya kebutuhan akan nutrisi bisa terjaga.
Setelah semua bahan yang akan dipergunakan sudah siap makan sekarang adalah meramu bahan-bahan tersebut supaya bisa dikonsumsi oleh ayam kampung, berikut langkahnya :
1.        Cincang umbi talas atau daunnya sampai ukuran kecil atau kurang lebihnya berukuran 1 cm.
2.        Setelah umbi talas sudah dicincang lalu campurkan semua bahan seperti beras dolog, dedak, serta tepung tulang menjadi satu lalu tambahkan air secukupnya dan kemudian direbus sampai semua bahan hancur dan tercampur rata.
3.        Oh iya sebelum mencampur semua bahan tersebut kalian harus memperhatikan takarannya, untuk membuat pakan seberat 2 kg, kalian harus mencampurkan 1 kg umbi talas, ½ kg beras, ½ kg dedak dan untuk tepung tulangnya sendiri berikan sebanyak 1 sendok makan saja atau menurut selera kalian.
4.        Bila pakan sudah tercampur rata lalu angkat dan didinginkan, bila sudah dingin siap diberikan pada ayam kampung.

Pemberian pakan alternatif ini bisa dibilang lumayan karena selain bisa meningkatkan produktifitas telur juga bisa menekan biaya pakan hingga 50 %, namun ada kendala dari pakan alternatif ini yaitu soal adaptasi sebab ayam yang belum terbiasa dengan pakan ini kemungkinan tidak mau memakannya namun lama-lama ayam tersebut pasti akan terbiasa dan mau tak mau harus memakannya.

ayam kampung brebes


Cara membuat pakan alternatif untuk ayam kampung

o    Pohon talas

Saya kira bahan ini pasti mudah ditemukan didaerah kalian karena hampir disetiap daerah pasti ada bahan yang satu ini, untuk pohon talas ini dapat digunakan umbinya saja, daun dan tangkainya saja atau bisa juga mengkombinasikannya, itu menurut selera kalian saja.

o    Beras dolog atau catu

Beras jenis ini yang akan digunakan untuk membuat pakan alternatif sebab harganya relatif lebih murah ketimbang beras pada umumnya.

o    Dedak bekatul

Untuk dedak bekatul ini sendiri bisa kalian pakai dedak dengan kualitas sedang ataupun yang bagus, maksud dari dedak berkualitas sedang adalah dedak yang tidak terlalu halus atau kasar.

o    Tepung tulang

Tulang tepung atau tepung cangkang keong ini sebenarnya tidak wajib dicampurkan, namun untuk memberikan nutrisi lebih pada pakan yang akan diramu ada baiknya mencampurkannya supaya kebutuhan akan nutrisi bisa terjaga.
Setelah semua bahan yang akan dipergunakan sudah siap makan sekarang adalah meramu bahan-bahan tersebut supaya bisa dikonsumsi oleh ayam kampung, berikut langkahnya :
1.        Cincang umbi talas atau daunnya sampai ukuran kecil atau kurang lebihnya berukuran 1 cm.
2.        Setelah umbi talas sudah dicincang lalu campurkan semua bahan seperti beras dolog, dedak, serta tepung tulang menjadi satu lalu tambahkan air secukupnya dan kemudian direbus sampai semua bahan hancur dan tercampur rata.
3.        Oh iya sebelum mencampur semua bahan tersebut kalian harus memperhatikan takarannya, untuk membuat pakan seberat 2 kg, kalian harus mencampurkan 1 kg umbi talas, ½ kg beras, ½ kg dedak dan untuk tepung tulangnya sendiri berikan sebanyak 1 sendok makan saja atau menurut selera kalian.
4.        Bila pakan sudah tercampur rata lalu angkat dan didinginkan, bila sudah dingin siap diberikan pada ayam kampung.

Pemberian pakan alternatif ini bisa dibilang lumayan karena selain bisa meningkatkan produktifitas telur juga bisa menekan biaya pakan hingga 50 %, namun ada kendala dari pakan alternatif ini yaitu soal adaptasi sebab ayam yang belum terbiasa dengan pakan ini kemungkinan tidak mau memakannya namun lama-lama ayam tersebut pasti akan terbiasa dan mau tak mau harus memakannya.

Sabtu, 18 Maret 2017

dod ayam kampung jombang


Sejak jaman dahulu kala petani kita sudah melakukan ternak ayam kampung dengan sistem umbaran, namun ternyata pola pemeliharaan umbaran kurang efisien untuk dijalankan di masa sekarang karena pemeliharaan yang ala kadarnya serta pertumbuhan bobot ayam dan produksi telur nya masih cukup rendah.
Sebagai contohnya apabila beternak ayam kampung secara tradisional atau umbaran Anda membutuhkan waktu hampir 6 bulan untuk mencapai bobot 1 kg ayam kampung, sedangkan jika kita beternak secara intensif kita hanya membutuhkan waktu sekitar 2-2,5 bulan untuk mendapatkan ayam pedaging yang siap jual.
jika ingin memulai bisnis ternak ayam kampung sebaiknya Anda harus memperhatikan betul persyaratan lokasi serta teknik budidaya yang sesuai dengan standar peternakan. Apabila kondisi peternakan baik maka bisa membuat para peternak menjalankan usahanya secara fokus.
Fokus Menentukan Arah Usaha
Sedari awal tentukan arah usaha peternakannya, mau bisnis ayam pedaging atau ayam petelur. Hal ini untuk memilih DOC (bibit ayam kampung) yang tepat dan sesuai dengan bibit untuk petelur atau pedaging, sehingga hasil dari ternak bisa optimal. Kesalahan yang sering dilakukan oleh petani kita adalah kurang fokus dalam memilih jenis usaha, kebanyakan dari mereka beternak kedua-duanya tanpa memisahakan bibit ayam kampung (DOC) sesuai dengan tipe perkembangannya. Akibatnya hasil ternak pun kurang optimal dan rugi dari sisi biaya pemeliharaan.
Yang perlu menjadi cacatan penting adalah DOC petelur dan DOC pedaging berbeda dalam sistem pemeliharaanya. DOC petelur dalam pemeliharaanya lebih difokuskan kepada percepatan bertelur dan kuantitas telur ayam, sedangkan DOC pedaging pemeliharaanya lebih pada kualitas dagingnya dan lama pemeliharaan. Jadi, sebaiknya DOC petelur dan DOC pedaging jangan sampai tertukar pemeliharaannya karena bisa berdampak langsung terhadap biaya pemeliharaan.
Mulailah Dari Tahapan Termudah Bagi Pemula
Bagi Anda yang mau memulai bisnis ternak ayam kampung sebaiknya menggunakan tahapan termudah dalam memulai peternakannya, hal ini bertujuan untuk mengurangi resiko kegagalan dalam segi investasi dan pendanaan. Berikut ini kami sampaikan beberapa langkah sederhana dalam memulai bisnis ternak ayam kampung.
Jika Anda memilih menjalankan ternak ayam kampung pedaging, sebaiknya memulai bisnis ini dengan membeli DOC untuk dikembangbiakan. Cara pemeliharaan ayam pedaging dirasa cukup mudah dibandingkan pelihara ayam petelur. Waktu pembesaran ayam pedaging hingga siap panen cenderung lebih singkat sekitar 2 – 2,5 bulan. Apabila sudah melewati tahapan pembesaran ayam pedaging, Anda bisa memulai menambah segmen usaha seperti pembibitan ayam pedaging maupun ternak ayam petelur.
Untuk Anda yang mau memulai bisnis ayam kampung petelur, bisa memulai usaha dengan membeli dara ayam petelur berusia 4 hingga 5 bulan. Pelihara ayam tersebut sampai siap untuk menghasilkan telur pada usia 6 bulan. Cara ini terbilang cukup singkat dan efektif daripada membeli DOC yang membutuhkan waktu pemeliharaan lebih lama dan untuk mengurangi resiko selama masa pemeliharaan.
Namun demikian, Anda juga bisa membeli DOC petelur dengan mempertimbangkan memudahkan adaptasi ayam terhadap lingkungan baru sehingga lebih mudah dalam menghasilkan telur. Yang menjadi catatan penting adalah Anda perlu didampingi oleh orang yang sudah pengalaman di bidang ternak ayam kampung sehingga memudahkan dalam berkonsultasi serta bisa memastikan bahwa usaha ternak yang kita rintis bisa berjalan dengan baik.
Mulailah Dari Skala Kecil
Bagi Anda yang masih pemula dalam memulai bisnis ayam kampung, kami menyarankan untuk tidak serta merta investasi besar dalam beternak meskipun modal yang dipunyai mencukupi. Anda bisa memulai ternak ayam kampung beberapa puluh ekor sebagai permulaan, ini penting dilakukan bisa digunakan sebagai media pembelajaran beternak ayam kampung. Amati sekaligus pelajari bagaimana perilaku ayam kampung serta teknik pemeliharaannya ( Learning by Doing ).
Jadikan pengalaman dan pengetahuan beternak ayam selama periode pemeliharaan pertama sebagai modal Anda dalam beternak ayam kampung di periode berikutnya. Jadi, apabila pada periode pertama beternak ayam kampung berhasil maka keuntungan yang Anda dapatkan bisa digunakan sebagai modal untuk beternak di periode selanjutnya. Sebaliknya jika periode pertama belum berhasil, maka modal  simpanan yang Anda punyai masih bisa digunakan untuk beternak di periode selanjutnya

Pelajari Waktu Memulai Beternak

Dalam memulai beternak ayam kampung perlu mempertimbangkan keadaan musim, karena bisa berpengaruh terhadap hasil ternak. Kami menyarankan untuk memulai beternak ayam kampung ketika musim kemarau atau awal musim kemarau. Pada musim tersebut, kita akan lebih mudah dalam proses pemeliharaan.
Kami contohkan, pada musim kemarau Anda lebih mudah dalam memelihara DOC pada malam hari karena cuacanya cukup mendukung. Namun jika dilakukan pada musim penghujan, pemeliharaan DOC akan lebih repot karena kelembapannya tinggi dan cuaca yang dingin. Apalagi ketika memasuki pancaroba atau pergantian musim, DOC lebih gampang terserang penyakit.
“Apabila Anda terpaksa memulai beternak ayam kampung ketika musim penghujan, kami sarankan untuk memelihara doc di kandang yang memiliki pemanas. Hal tersebut bertujuan untuk meminimalkan serangan penyakit dan kematian. Kami tidak menyarankan memulai beternak ayam kampung ketika masa pancaroba”
Dalam beternak ayam kampung bisa dilakukan sepanjang tahun karena memang permintaan akan ketersediaan ayam kampung cukup stabil, begitupun dengan harganya yang cenderung stabil dan makin merangkak naik. Lonjakan harga dan permintaan pasar biasanya terjadi pada waktu hari raya. Sebaiknya menjelang hari raya, produksinya digenjot untuk memenuhi permintaan pasar.

Perhatikan Perlengkapan Ternak dan Manajemen Pemeliharaan

Anda perlu memperhatikan kelengkapan peralatan ternak serta melakukan manajemen pemeliharaan yang sesuai standar. Pastikan berbagai kebutuhan ternak sudah mencukupi dalam hal jumlah serta kualitasnya. Pada umumnya peternakan yang sudah melakukan teknik pemeliharaan sesuai standar sudah mempunyai perlengkapan yang memadai.
Jagalah kebersihan kandang ayam, pastikan tempat pakan dan minum sesuai dengan jumlah ayam yang dipelihara. Bersihkan kandang beserta peralatannya tidak terkecuali tempat pakan dan minum ketika sudah mulai kotor. Peralatan lain yang harus dimiliki oleh peternakan ayam kampung yaitu perlengkapan pembibitan seperti genset dan cooling room. Genset digunakan untuk mengantisipasi pemadaman listrik PLN karena bisa mengganggu proses penetasan telur. Apabila listrik terlalu lama padam maka telur terancam tidak bisa menetas. Dalam proses penetasan telur diperlukan mesin tetas yang dipakai secara manual maupun otomatis.
Perlengkapan lain yang tidak kalah pentingnya yaitu cooling room dipakai dalam masa pembibitan yang merupakan ruang khusus tempat menyimpan telur yang memakai pendingin udara. Fungsi dari cooling room adalah sebagai media penyimpan sementara telur tetas sebelum dijual atau sebelum dimasukkan ke dalam mesin penetasan. Untuk menyimpan telur tetas di cooling room sebaiknya memakai suhu dibawah suhu normal ruangan yaitu sekitar 25°C , gunanya untuk mencegah pertumbuhan embrio terlalu dini sebelum dimasukkan ke dalam mesin penetasan.
Hal lain yang perlu Anda perhatikan dalam beternak ayam kampung yaitu menajemen pemeliharaan yang baik. Aturlah waktu dalam pemeliharan ternak, mulai dari perawatan kandang, pemberian pakan ternak, pemberian vaksin dan penyemprotan disinfektan pada kandang. Buatlah catatan pada masing-masing periode beternak untuk digunakan sebagai bahan evaluasi beternak ke depan.

Macam – Macam Penyakit Ayam

Sebelum memelihara ayam anda juga sangat wajib untuk mengetahui jenis jenis dari pada penyakit yang ada di ayam. Diantaranya yaitu:
1. Penyakit Snot
Snot atau dengan kata lainnya adalah ingus, yaitu merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh bakteri bernama Haemophillus Gallinarum yang dapat menyerang ayam dari ayam dewasa sampai dengan anak ayam. munculnya penyakit ini sebagai bentuk dari perubahan musim. biasanya penyakit ini ditemukan didaerah daerah tropis,Perubahan musim ini dapat mempengaruhi kesehatan dari ayam . Dari penyakit ini ditimbulkan angka kematian sekitar 30 %. 
  • Cara Penularan :
Penularan oleh penyakit yang disebabkan oleh bakteri Haemophillus Gallinarum penularannya hanya sekitar 12 jam , penularan dapat melalui kontak  langsung dengan ayam yang sakit, selain itu juga bisa lewat debu,udara maupun wadah pakan ayam yang sakit. Gejala Klinis ayam yang terinfeksi ini ciri cirinya yaitu:
  • Mata mengeluarkan cairan atau mengeluarkan busa. 
  • Sayap ayam menurun dan juga menggantung sehingga ayam terlihat lemas dan mengantuk.
  • Mengeluarkan lendir dari hidung dengan cirinya berwarna kuning,kental dan juga berbau yang khas. 
  • Diagnosis : Ayam yang terkena penyakit yang disebabkan oleh bakteri Haemophillus Gallinarum  harus segera di isolasikan agar terhindar dari penyakit yang akut lagi. Isolasi laboraturium dapat di lakukan dengan menggunakan plat agar darah yang telah di gores Staphylococcus Sp dan di Inkubasi dalam suasa anaerob.
  • Upaya Pencegahan : membersihkan kandang kandang ayam agar dapat terhindar dari penyakit tersebut. 
2. Penyakit Ngorok Atau Chronic Respiratory Disease ( CDR )
Penyakit biasa juga di sebut juga dengan Chronic Respiratory Disease ( CDR ) atau Mikoplamosis atau Sinusitis atau Air Sac.Penyakit Cronic Respiratory Disease di sebabkan oleh Bakteri Microplasma Galisepticum. Penyerangan penyakit ini biasanya menyerang ayam pada usia 4 s/d 9 minggu  ditularkan melalui kontak mata secara langsung, peralatan kandang, makanan minuman  serta telur ayam yang terinfeksi. 
  • Cara Penularan
Penularan jenis ayam ini terdapat 2 jenis yaitu secara vertikal maupun secara horizontal . contoh secara vertikal adalah penularan dari induk kepada anaknya sedangkan horizontal penularannya seperti ayam yang sakit ke pada ayam yang sehat.  Penularan ini tidak terlalu berbahaya karena tidak langsung dapat melalui kontak mata dengan tempat peralatan,wadah,hewan ataupun petugas yang membersihkan kandang. 
  • Gejala Klinis
Ayam lebih senang menggeleng gelengkan kepal, mendengkur basar serta adanya  leleran hidung pada ayam dan terdapat eksudat berbuih pada ayam. pada kasus yang lebih parah ayam mengalami kekurusan dan kekurangan cairan serta nanah yang keluar dari hidung. 
  • Pengobatan
pemberian baytrit sekitar 10 % peroral dapat digunakan sebagai obat untuk penyakit ini,selain itu juga mycomas dengan dosis 0,5 ml/L air minum. Pemberian obat ini dicampurkan dengan air minum Pencegahan Untuk membeli ayam baik induk,penjantan maupun anak ayam harus benar benar terbebas dari penyakit CDR. menjaga kebersihan sangat diperlukan untuk meningkatkan kesehatan ayam. Penyakit ini juga harus diwaspadai jika anda ingin memelihara ayam karena jika anda teledor maka hewan peliharaan anda lama – kelamaan akan punah dimakan oleh penyakit yang ada. 
3. Penyakit Infectious Laryngotracheitis (ILT)
Penyakit ILT atau Infectius Laryngotracheitis merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus Herpes yang menginfeksi pada saluran pernafasan yang mempunyai ciri yaitu kesulitan bernafas dan terkadang juga sering menjulurkan leher. Masa hidup dari penyakit ini dalam saluran pernapasan adalah 8 sampai 10 hari pada leleran,70 hari di dalam karkas dan juga lebih dari 80 hari pada eksudat, penyakit ini berlangsung selama 2-6 minggu didalam flok Penularan jenis virus ini melalui pernafasan baik itu udara maupun kontak langsung dengan ayam yang berpenyakitan. Masa waktu yang diperlukan untuk proses pertumbuhannya sekitar 6-12 hari.  Kejadian ini dapat dikarenakan lalu lintas unggas,pekerja,alat kandang dan kondisi kondisi lain yang memungkinkan terjadinya penyebaran. 
  • Gejala Klinis
Angka kematiannya sekitar 50 % , gejala lainnya adalah sesak nafas ( pneumonia / bronkhopneumonia) dan juga rinitas atau bahasa familiarnya adalah peradangan atau iritasi pada bagian hidung.
Sebagai Diagnosa untuk penyakit ini dicirikan gejala klinis dan ditemukannya pada trachea yaitu adanya  darah, makus,eksudat kaseosa . mikroskopik dapat ditandai dengan desqumative dan juga nekrotic tracheitis. Diagnosa ini diperkuat dengan adanya inclusion body intramuclear yang terdapat pada epitel trachea, pemindahan dan pengidentifikasian virus dapat secara  lebih spesifik dengan chicken embryo dan juga kultur jaringan atau dengan juga inokulasi pada sinus intraorbital untuk mengetahui imunitas.
Diferensial diagnosa :
  • Infectious bronchitis
  • Newcastle disease
  • MycoplasmosisAvian coryza
Pencegahan :
  • Meminimalisir kotoran dan debu.
  • Penggunaan mild expectorants.
  • Vaksinasi baik secara eye drop, spray maupun lewat air minum.
Memeliharam tidaklah mudah, terutama jika dilihat dari macam – macam penyakit yang sering terjadi pada ayam. Ayam yang di pelihara memang membutuhkan beberapa alat dan obat khusus agar hewan peliharaan jika mengalami sakit langsung bisa di atasi. Selain itu juga membutuhkan Vitamin ayam.
3. Penyakit Telelo
Tetelo atau Newcastle Disease(ND)  ini merupakan istilah dari samper ayam ataupun pes cekak. Penyakit yang  disebabkan oleh virus paramyxo merupakan infeksi paling viral yang dapat menyebabkan gangguan pada saraf pernafasan.Penyakit ini dikualifikasikan menjadi :
  • Viscerotropic Velogenic Newcastle Disease (VVND)  atau biasa disebut dengan tipe Velogenik . Tipe ini dapat menyebabkan kematian yang paling tinggi yaitu 100 % .
  • Tipe yang Sedang ataupun ringan . Gejala yang tampak pada pada tipe ini yaitu gangguan pernapasan dan juga saraf.
  • Tipe lemah (lentogenik)  merupakan stadium yang paling rendah sehingga sama sekali tidak menyebabkan kematian. Hanya saja dapat mempengaruhi produksi dari telur ayamnya tersendiri. Gejala yang paling nampak sendiri dari tipe ini adalah gangguan pernapasan.
Meskipun demikian pada penularan melalui udara, virus ini tidak mempunyai jangkauan yang luas. Unggas yang dinyatakan sembuh dari ND tidak akan dinyatakan sebagai penyakit dan biasanya virus tidak akan bertahan lebih dari 30 hari pada lokasi pemaparan. Gejala yang nampak pada ayam yang terkena penyakit ini adalah sebagai berikut:
  • Excessive mucous di trakea.
  • gangguan pernafasan ditandai dengan bersin lalu batuk serta mendengkur ketika bernapas
  • Ayam Lesu.
  • Napsu makan menurun.
  • Produksi telur menurun.
  • Ayam tersebut terkena diare dengan ciri ciri kotoran yang agak kehijauan bahkan juga bisa berdarah
  • Dari mulai Kepala dan juga jenggernya berwarna kebiruan, selain itu kornea matanya terlihat keruh, sayap ayam pun ikut turun , otot tubuhnya gemetar sehingga menyebabkan kelumpuhan serta gangguan saraf
Penanggulangan penyakit ini dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu:
  • Ayam yang terkena penyakit ini harus diasingkan karena dianggap berbahaya tetapi jika sudah mencapai stadium yang berbahaya maka ayam harus segera dimusnahkan.
  • Pemberian vaksin digunakan untuk memperoleh kekebalan, Pemberian vaksin dilakukan deengan memberikan tetes mata pada hari ke 2 tertularnya penyakit. sedangkan pemberian vaksin selanjutnya dilakukan dengan suntikan di intramuskuler otot dada
  • Seorang pakar di bidang kehewanan menyarankan dalam pemberian vaksin dilakukan dengan pola 444 maksudnya disini yaitu 444 artinya 4 hari 4 minggu dan juga 4 bulan begitu juga seterusnya. sehingga dapat dilakukan  4 bulan sekali. Pola ini boleh di ikuti ataupun tidak sesuai dengan kebutuhan atau efektifnya waktu yang dapat dilakukan oleh petugas ayam.
sebagai bentuk pencegahan dari penyakit ini adalah memelihara kebersigan kandang dan sekitarnya. kandang harus benar benar mendapatkan sinar matahari yang cukup untuk menghindari banyaknya jamur yang menempel dikandang ayam. 

Lokasi dan Ukuran Untuk Kandang

Pemilihan Lokasi ini sangat menentukan untuk kesehatan ayam tersebut,pemilihan lokasi yang akan di gunakan untuk memelihara ayam antara lain :
  • Lokasi kandang ayam
    • Lokasi kandang ayam harus betul betul menghadap kearah matahari,hal ini dikarenakan untuk memberikan sedikit kecerahan yang sehat dipagi hari kepada ayam.
    • Lokasi jangan terlalu dekat dengan rumah rumah, hal ini dikarenakan untuk menjaga kebersihan rumah,kesehatan anggota keluarga dari wabah yang ditimbulkan oleh ayam tersebut.
  • Memiliki ventilasi yang cukup untuk ayam menghirup udara dari luar karena udara itu penting tetapi jangan sampai ventilasinya terlalu besar karena akan membahayakan ayam jika ada tikus masuk kedalam kandang ayam.
  • Ditempatkan pada tempat yang kering hal ini ditujukan untuk menjaga kesehatan dan juga kebersihan dari ayam tersebut.
  • Ukuran kandang ayam juga harus di sesuaikan dengan banyaknya ayam tersebut jangan sampai menimbulkan kedesakan satu sama lain.
  • Alas untuk kandang ayam (litter= alat sampah) harus terbuat dari serat kayu yang selau kering sehingga terhindar dari adanya jamur yang menempel pada alas tersebut.
  • Jauhkan atau pisahkan ayam yang memiliki penyakit dengan yang masih sehat, jagalah kebersihan dari ayam tersebut.
  • Cucilah kandang ayam dan juga peralatan nya secara teratur. hal ini sebagai bentuk dari usaha Biosecurity atau biasa disebut sebagai usaha pencegahan dari suatu penyakit yang menyerang dengan menggunakan desinfektan yang tepat dan juga tidak membahayakan ayam tersebut.
Banyak sekali pilihan untuk desinfektan / obat untuk membunuh kuman atau penyakit lainnya. Untuk ukuran kandang ayam sendiri harus pas dalam arti di sini ideal ( tidak terlalu besar dan juga tidak terlalu kecil) . sebagai anjuran ukuran kandang ayam sekitar 4 s/d 8 m dan panjangnya tidak lebih dari 70 m. Yang perlu diperhatikan adalah daya tampung atau isi dari kandang ayam tersebut.  Untuk 1 m paling baik di isi oleh 45 s/d 55 ekor ayam dari yang kecil sampai dengan umur 2 minggu. bentuk kandang ayam yang paling di anjurkan yaitu berbentuk postal  atau jika belum tahu bentuk postal itu bentuknya seperti rumah selain itu lantainya juga dilapisi oleh litter yang merupakan campuran dari sekam lalu di campur serbuk gergaji dan juga ditambahkan kapur yang tebalnya kurang lebih 15 cm.  Model atapnya terdiri dari dua sisi dan harus adanya ventilasi untuk keluar masuknya udara untuk ayam bernafas. (Baca juga : Ikan Pari)

Pola Makan Ayam

Sebelum kita berhasil untuk memelihara ayam maka kita terlebih dahulu mulai dari bibit ayamnya karena bibit ini memiliki kontribusi sebesar 30 % dalam kesuksesan memelihara ayam.Bibit ayam harus terpelihara dengan baik karena ini merupakan cikal bakal dari tumbuhnya ayam dewasa yang baik jika dalam pemeliharaan bibit ayam ini baik dijaga terus mulai dari kesehatannya maupun pola makannya maka akan menumbuhkan ayam yang unggul yang baik dan juga sehat.Berikut adalah untuk menentukan pola makan yang baik pada ayam : Telah kita ketahui bersama pakan ayam sangat menentukan kesehatan dari ayam tersebut,biasanya ayam yang sering sekali kita lihat yang tidak terpelihara memiliki pola pakan yang sangat buruk apa saja yang dilihatnya iya makan termasuk makanan yang tertempel dengan kotoran. Bahan pakan yang bisa diberikan untuk kelangsungan hidup ayam diantaranya yaitu : roti,konsentrat,dedak,jagung dan makan lainnya.Yang paling terpenting dalam memelihara pakan ayam kita harus tetap memperhatikan nutrisi yang masuk kedalam tubuh ayam tersebut.\ dengan kadar protein kasar(PK) sebesar 12 % dan energy untuk tubuhnya atau Energy Metabolisme(EM) yaitu sebesar 2500 Kkal/kg. Jumlah Pakan ini harus sekali disesuaikan dengan tingkatan umurnya
  • 7 gram/ hari sampai dengan umur 1 Minggu.
  • 19 gram/hari sampai dengan umur 2 Minggu
  • 34 gram/hari sampai dengan umur 3 Minggu
  • 47 gram/hari sampai dengan umur 4 Minggu
  • 58 gram/hari sampai dengan umur 5 Minggu
  • 66 gram/hari sampai dengan umur 6 Minggu
  • 72 gram/hari sampai dengan umur 7 Minggu
  • 74 gram/hari sampai dengan umur 8 Minggu
Setiap minggunya memiliki perbedaan atau memiliki kenaikan yang bisa sampai 2 kali lipat atau 3 kali lipat pada minggu – minggu pertama. Hal ini untuk menyongsong pertumbuhan yang maksimal dalam memelihara ayam karena bibit ayam ini memiliki metabolism yang sedikit sedangkan untuk airnya diberikan secara tidak terbatas pada tahap awal awal dalam pemeliharaan hewan tersebut yang kemudian dicampurkan ddengan vitamin & juga antibiotic.

Manajemen Pemeliharaan

Manajemen atau kata lainnya adalah mengatur ,dalam hal ini mengatur pemeliharaan ayam  dilakukan untuk menjaga kestabilan dari ayam tersebut. System manajemen yang paling banyak digunakan orang ada 3 macamnya yaitu:
  • Tradisional atau dalam bahasa inggrisnya disebut sebagai ektensif yaitu dengan cara ayam diumbar artinya ayam ini dibiarkan untuk mencari makanan sendiri yang ada disekitarnya hal ini sangat tidak dianjurkan karena ayam akan memakan jenis makanan apa saja yang belum tentu tau juga tentang kesehatannya.
  • Semi Intensif yaitu dibuatkannya kandang untuk ayam bertempat tinggal dalam arti di sini ayam memiliki kandang yang berpagar dan juga adanya control ayam yang baik berupa pakannya maupun kesehatannya tetapi tidak ketat.
  • Intensif artinya sering yaitu ayam dikontrol dan diberi pakan juga kesehatannya diperhatikan dengan sangat ketat hal ini seperti ayam ras.Model ini sangat dianjurkan karena dari tingkat pakan & kesehatannya terkontrol dengan sangat baik.

Cara Pencegahan Dalam Pemeliharaan Ayam

ita sebagai Pemelihara ayam tentu ingin agar ayam yang kita pelihara tidak memiliki kekurangan atau keburukan dalam proses memeliharanya. Untuk itu dilakukannya pencegahan dalam memelihara ayam sebagai berikut :
  • Menaruh abu
Apabila kita dapati kandang ayam penuh dengan kotoran hal yang harus kita lakukan adalah menaruhkan abu ( sisa dari pembakaran kayu ) untuk menutupi kotoran yang ada dikandang ayam tersebut hal ini dilakukan untuk menghindari virus atau bakteri berkembang biak didalam kandang ayam lalu setelah itu tutupi dengan kulit padi untuk menghindari ayam memakan bekas kotorannya.
  • Ventilasi
Selalu memperhatikan kandang ayam seperti ventilasinya hal ini digunakan sebgai jalan masuk keluarnya udara jangan sampai membuat kandang dengan ventilasi sedikit dan redup ( tidak ada cahaya ) hal ini menyebabkan ayam nantinya kekurangan nafsu makan dan juga kesehatannya sedikit terganggu.
  • Air
Mengganti air yang ada didalam kandang sebagai bentuk perhatian terhadap kesehatan ayam. Mengganti airnya sehari 2 kali.hal ini bisa mencegah penyakit terutama bagian pernapasan karena ayam akan mencelupkan paruhnya sampe dalam.
  • Pengisolasian
Pisahkan atau isolasikan ayam yang sakit dari ayam ayam yang sehat. Pengisolasian ini bisa untuk memutus mata rantai penyakit. Sering sering lah memeriksa kandang ayam dan memeriksa kondisi ayamnya juga sebagai bentuk pencegahan dalam menangani penyakit pada ayam. Kubur ayam yang mati,cari tempat atau lahan yang siap digunakan untuk mengubur ayam yang mati. Jangan bakar ayam yang mati atau membuangnya begitu saja hal ini dapat menimbulkan penyakit yang dibawa oleh udara yang dapat menularkannya kepada siapa saja yang menghirupnya. Pisahkan tempat untuk ayam yang bertengger maupun bertelur untuk sedikit meminimalisir penyakit yang dibawa ketika ayam sedang bertelur bukan hanya penyakit,kandang ayam juga tempat bersarangnya nyamuk. Untuk menghindari itu semua semprotkan deinfektan atau air daun sirih.
  • Kebersihan
Bersihkan kandang setiap hari untuk mencegah datangnya penyakit . Semprotkan juga air disekitar kandang untuk mengurangi panas yang berlebihan.Sebelum memberikan pakan bersihkan terlebih dahulu tempat pakan tersebut untuk menjaga kesehatan ayam & berilah pakan yang baru untuk menghindari adanya hewan parasite yang ada didalam pakan tersebut. Sifatnya ayam adalah mengais hal ini dapat menyebabkan kotoran ataupun penyakit menempel di kaki ayam sehingga menimbulkan bubul ayam untuk itu sebagai langkah pencegahan nya yaitu dengan menyemprotkan kaki ayam dengan air garam.



cxhds dsy7