Tampilkan postingan dengan label budidaya kambing jawa kacang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label budidaya kambing jawa kacang. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 Maret 2018

budidaya kambing jawa kacang


Apa Itu Kambing Kacang?

Bila diperhatikan, sekarang ini sudah banyak orang yang tertarik untuk melakukan sebuah kegiatan budidaya ternak terlebih lagi ternak kambing. Salah satu pilihan favorit dalam beternak kambing adalah kambing kacang. Jenis kambing kacang adalah yang mana ada baik di Indonesia maupun Malaysia. Jenis kambing ini populer untuk dibudidayakan karena memiliki tingkat reproduksi yang baik bahkan seringkali menghasilkan anak kambing kembar. Kambing kacang juga dikenal karena kemampuannya dalam beradaptasi dengan lingkungan yang ada sehingga memiliki tingkat bertahan hidup yang lebih baik dibandingkan kambing jenis lain. Lalu apa saja tips dan cara budidaya kambing kacang yang tepat?

Aspek Bibit Unggul

Sudah tentu bahwa semua peternak perlu memahami aspek yang paling mendasar dari cara ternak kambing kacang yaitu mengenai pemilihan bibit unggul kambing kacang yang akan diternakkan. Ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan guna memilih bibit kambing kacang yang berkualitas. Yang pertama adalah kambing tersebut harus memiliki badan yang sehat baik kambing pejantan maupun kambing betina. Faktor kedua yang perlu diperhatikan dalam memilih bibit kambing kacang adalah mengenai tidak adanya cacat fisik pada bibit kambing tersebut. Yang ketiga, anda harus memilih bibit kambing kacang yang berkulit bersih dan mengkilat.

Aspek Perawatan Kambing Kacang

Tips dan cara budidaya kambing kacang yang kedua adalah mengenai proses perawatan kambing kacang tersebut. Yang paling penting dalam proses perawatan kambing kacang adalah mengenai pakan dan minum yang anda sediakan. Ada dua jenis pakan yang dapat anda berikan pada kambing kacang anda yaitu makanan utama berupa hijau-hijauan seperti rumput atau daun dan makanan tambahan yang dapat berupa kacang-kacangan, tepung ikan, bungkil, vitamin, dan sebagainya. Apabila mengenai minuman, anda perlu menyediakan air mineral sebanyak 2,5 liter perharinya bagi tiap ekor kambing kacang yang anda miliki.

Perawatan Kandang

Guna sukses dalam beternak kambing kacang, cara beternak kambing kacang yang berkualitas berikutnya adalah mengenai usaha perawatan kandang tempat kambing tersebut tinggal. Ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan tentunya. Yang pertama adalah mengenai kebersihan kandang. Lakukan pembersihan secara rutin guna menghindari bermacam penyakit yang dapat muncul. Faktor kedua adalah mengenai kualitas ventilasi yang mana harus cukup demi kenyamanan kambing kacang anda. Faktor berikutnya adalah mengenai ukuran. Pastikan anda menyesuaikan ukuran kandang dengan usia kambing kacang anda.

Pengelolaan Reproduksi Kambing Kacang

Ide tau tips berikutnya yang perlu diperhatikan bila anda ingin sukses dalam beternak kambing kacang adalah mengenai pengelolaan reproduksi kambing kacang itu sendiri. Bila memungkinkan, anda harus dapat membuat kambing kacang anda bereproduksi 3 kali dalam setahun. Diperlukan juga pengetahuan anda mengenai reproduksi dari kambing kacang seperti usia kelamin dewasa dari 6-10 bulan, siklus birahi yang berselang pada kambing kacang yaitu antara 17 hingga 21 hari, lama birahi yaitu 24 hingga 45 hari, dan lain sebagainya.

Pengendalian Penyakit Kambing Kacang

Sebaik apapun bibit kambing kacang yang anda miliki, tentu saja ada waktu dimana ternak kambing kacang anda mengalami bermacam penyakit yang dapat berdampak tidak hanya pada proses reproduksi akan tetapi juga berdampak pada resiko kematian kambing tersebut. Pengenalan jenis penyakit dan juga pemilihan metode penanganan penyakit tersebut tentu harus anda ketahui. Namun perlu diperhatikan pula penyebab apa saja yang membuat penyakit kambing kacang itu muncul. Bila diketahui penyebabnya, anda tak perlu khawatir tentang bagaimana cara melakukan pencegahan.

Pasca Panen Kambing Kacang

Yang menjadikan kambing kacang terkenal tentu saja cepatnya proses reproduksi dari kambing tersebut. Selain mengenai pakan, anda harus dapat pula mengelola proses pasca panen dari ternak tersebut. Yang perlu dipahami adalah kapan waktu yang tepat untuk menjual kambing kacang ke konsumen. Waktu yang tepat adalah bila sudah tidak ada penambahan berat badan lagi pada kambing tersebut yang biasanya berusia 1 hingga 1,5 tahun. Apabila mengenai harga penjualan, anda harus menyesuaikan dengan usia dan berat kambing kacang yang ingin dijual.

Permasalahan Modal

Dalam beternak kambing kacang, tentu tiap orang memiliki masalah mereka sendiri-sendiri. Namun pasti kebanyakan dari mereka akan mengalami kesulitan terutama pada sektor modal. Tentu saja dalam memulai ternak kambing kacang diperlukan modal yang tidak sedikit baik untuk membeli bibit, memenuhi kebutuhan pakan, maupun keperluan lainnya. Bila anda tidak memiliki modal yang cukup, anda dapat memanfaatkan dana pinjaman dari bank tentunya.

Selasa, 20 Maret 2018

kambing kualitas super

Pemilihan bibit kambing yang bagus dan berkualitas memang harus dilakukan dengan baik dan tepat, karena akan mempengaruhi hasil kesuksesan dalam memulai usaha peternakan. Pemilihan bibit ternak kambing harus disesuai dengan tujuan utama pemeliharaan dan bangsa kambing yang ada, misalnya kambing peranakan etawa, dan kambing pedaging. Pentingnya untuk mengetahui ciri – ciri dan tanda – tanda kambing yang bagus dan berkualitas bagi peternak ini harus dilakukan dengan beberapa informasi aktual maupun lainnya.

Secara umumnya, memilih ternak kambing yang bagus dan berkualitas dapat dilakukan dengan dua cara yaitu berdasarkan keturunan kambing, dan secara visual atau perabaan fisikologi ternak kambing.
1. Pemilihan kambing secara keturunan ( silsilah )
Pemilihan secara keturunan biasanya di lihat berdasarkan catatan recordingnya pada prestasi tetua dari individu. Biasanya recoding tersebut, seperti pencatatan hasil produksi yang dihasilkan, reproduksi, umur, angka kelahiran, dan garis keturunan yang dari indukan yang berkualitas. selain itu, pemilihan ini juga dapat dilakukan dengan pengecekan bakal bibit berdasarkan data rill atau lengkap dari ternak kambing yang sudah dilakukan recording ( pencatatan ) tersebut. Hal ini bertujuan untuk mengetahui garis keturunan ternak kambing yang berkualitas atau tidak.
2. Pemilihan kambing secara visual ( perabaan )
Pemilihan kambing secara visual ini lebih cendrung akan tampak dengan jelas berdasarkan sifat – sifat dari ternak kambing yang tampak. Biasanya sifat – sifat yang tampak dalam pemilihan ternak kambing yang berkualitas dan bagus dapat dilhat dari hasil produksi, kesehatan, kemampuan untuk mereproduksi, ada tidanya kecacatan ternak, kaki lurus dan tegak lincah dan tidak pernah terserang penyakit yang berbahaya. Pertumbuhan normal, kondisi tubuh tidak terlalu gemuk dan kurus.
Berikut ciri – ciri dari visual yang harus di perhatikan dan di pertimbangkan dalam melakukan pemilihan bakal bibit ternak kambing :
  • Dewasa kelamin ( umur pubertas )
  • Bobot kelahiran
  • Bobot menyapihan
  • Bobot badan dewasa
  • Kesuburan dan jumlah anak sapih
  • Bentuk tubuh
  • Tidak abnormal ( cacat )
  • Sifat keindukan
Ciri dan tanda ternak kambing betina yang bagus untuk bakalan bibit
  • Bentuk tubuh kompak atau padat, dada melebar, memiliki garis punggung dan bulu bersih dan mengkilat.
  • Bentuk kaki lurus, normal, kuat dan tumit cukup tinggi.
  • Badan sehat dan tidak abnormal ( cacat ).
  • Bentuk ambing normal dan simetris, tidak terlalu mengantung dan jumlah puting dua buah. Bila dilakukan perabaan akan halus dan kenyal dan tidak ada infeksi atau pembengkakan.
  • Kesuburan ternak baik, keturunan lebih lebih dari dua dan alat kelamin normal.
  • Keadaan gigi lengkap bagian rahang bawah dan atas.
  • Sifat keindukan baik dalam mengasuh anaknya, dan penampilan lebih jinak.
  • Umur yang siap untuk di kawinkan pertama kali lebih kurang 10 – 12 bulan, walapun pada umur 8 bulan sudah menunjukan gejala berahi yang cukup tinggi
  • Induk dapat masih berproduksi sampai pada umur 5 – 6 tahun.
Ciri dan tanda ternak kambing jantan yang bagus untuk bakalan bibit
  • Memiliki bentuk tubuh besar, panjang, dada melebar, bagian tubuh belakang lebih besar.
  • Memiliki bulu halus dan mengkilat.
  • Badan tidak cacat dan sehat.
  • Bentuk kaki normal, lurus, kuat dan tumit tinggi.
  • Kesuburan memiliki spermatoza yang bagus tidak cair, alat kelamin normal dan dapat ereksi.
  • Penampilan gagah, aktif, besar dan memiliki nafsu libido yang tinggi.
  • Umur untuk dikawinkan biasanya berumur 1 ,5 – 3 tahun
Kambing yang cocok untuk bisnis yaitu kambing yang biaya perawatannya murah namun dapat memberikan keuntungan yang melimpah. Namun untuk ibadah qurban, pilihlah kambing yang memiliki badan besar atau kambing pedaging.

1. Kambing Kacang

Di Indonesia banyak sekali ras kambing yang dikembangkan. Dan yang pertama kali dikembangkan yaitu kambing kacang yang merupakan ras unggulan. Kambing yang memiliki daya adaptasi tinggi ini merupakan kambing lokal Indonesia. Selain itu, kambing kacang juga daya reproduksinya sangat tinggi. Sehingga sangat direkomendasikan untuk kamu yang ingin berternak kambing. Kambing kacang merupakan tipe kambing pedaging, jantan maupun betinanya.
Ciri-ciri:
  • Memiliki kepala kecil dan ringan dengan tubuh yang relatif kecil.
  • Bulu pendek dan lurus di telinga tegaknya.
  • Warna kambing kacang umumnya berwarna tunggal, hitam, putih, coklat atau kombinasi dari ketiga warna tersebut.
  • Jantan dan betina memiliki dua tanduk pendek.
  • Tubuh kambing kacang jantan dewasa mencapai 30kg, sedangkan yang betina 25kg.
  • Tinggi mencapai 60-65cm untuk yang jantan, dan 56 cm untuk yang betina.
  • Berbulu pendek di seluruh tubuhnya kecuali ekor dan dagu. Kambing jantan tumbuh bulu panjang di pundak, sepanjang garis leher pantat, dan punggung hingga ekor.

2. Kambing Etawa (Kambing Jamnapari)

Ketika mendengar kata ‘etawa’ maka kita akan langsung teringat kepada susu kambing. Ya, memang susu kambing yang beredar di negeri ini merupakan susu kambing etawa. Namun, kambing etawa juga dagingnya dapat dimanfaatkan sebagaimana kambing pedaging lainnya.
Ciri-ciri:
  • Tubuh kambing etawa besar dengan tinggi 90-127cm untuk yang jantan. Sedangkan yang betina hanya mencapai 92cm.
  • Bobot tubuh kambing etawa jantan mencapai 91kg. Untuk kambing etawa betina mencapai 63kg.
  • Telinganya terkulai (tidak tegak) dan panjang.
  • Dahi dan hidungnya cembung.
  • Bertanduk pendek, yang jantan maupun yang betina.
  • Susu yang dihasilkan mencapai tiga liter setiap harinya.

3. Kambing Boer

Asal kambing Boer yaitu dari Afrika Selatan. Selah ter-registrasi lebih dari 65 tahun. “Boer” memiliki arti petani. Dengan pertumbuhannya sangat cepat, kambing Boer merupakan kambing pedaging sesungguhnya.
Berat 35–45 kg dapat dicapai kambing boer pada usia lima hingga enam bulan. Rata-rata pertambahan berat badan sekitar 0,02 – 0,04 kg per hari. Semua ini tergantung pada jumlah susu dari induk dan pakan sehari-harinya. Pada umur 2-3 tahun, kambing Boer jantan memiliki berat badan 120 – 150 kg, sedangkan Betina dewasa akan mempunyai berat 80 – 90 kg pada umur yang sama. Boer betina maupun jantan keduanya bertanduk.
Persentase daging pada karkas kambing Boer mencapai 40% – 50% dari berat tubuhnya. Jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan kambing perah lokal.

Kambing Boer dapat dikenali dengan mudah dari tubuhnya yang panjang, lebar, berbulu putih, berkepala warna coklat kemerahan atau coklat muda hingga coklat tua, berhidung cembung, bertelinga panjang menggantung, berkaki pendek. Beberapa kambing Boer di wajahnya memiliki garis putih ke bawah. Kulitnya berwarna coklat dan dapat melindungi dirinya dari kanker kulit akibat ultraviolet dari sinar matahari langsung. Kambing ini sangat suka berjemur di siang hari.
Kambing Boer dapat bertahan hidup pada suhu lingkungan yang ekstrim. Dari suhu yang sangat dingin (-25 derajat celcius) hingga suhu yang sangat panas (43 derajat celcius). Kambing boer sangat mudah beradaptasi dengan perubahan suhu lingkungan. Mereka dapat hidup di kawasan semak belukar, lereng gunung yang berbatu atau di padang rumput dan tahan terhadap penyakit. Secara alamiah kambing boer adalah hewan yang suka meramban sehingga lebih menyukai daun-daunan, tanaman semak daripada rumput.

4. Kambing Jawarandu (Bligon, Gumbolo, Kacukan, Koplo)

Nama lain Kambing Jawarandu yaitu Bligon, Gumbolo, Kacukan, dan Koplo. Kambing ini merupakan hasil persilangan antara kambing peranakan etawa dengan kambing kacang. Yang lebih dominan di kambing jawarandu yaitu sifat fisik kambing kacang. Kambing jawarandu dikembangkan untuk menghasilkan susu. Susu yang dihasilkan oleh kambing jawarandu sebanyak 1,5 liter per hari atau lebih sedikit dari kambing etawa.
Ciri-ciri kambing Jawarandu:
  • Tubuhnya lebih kecil dari kambing etawa, Dan bobot kambing jantan dewasa dapat lebih dari 40 kg, sedangkan bobot betina tidak lebih dari 40 kg.
  • Jantan dan betina bertanduk.
  • Telinganya terbuka lebar, panjang dan terkulai.
  • Baik jantan maupun betina merupakan tipe pedaging dan penghasil susu.
fh7