Tampilkan postingan dengan label burung klasifikasi lebih rendah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label burung klasifikasi lebih rendah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Mei 2017

Penyakit burung dan pengobatannya

Penyakit karena kekurangan asupan pakan yang seimbang


  1. Gejala: Pertumbuhan terhambat, rabun senja, mata menjadi sakit (xeropthalmia), kulit dan bulu menjadi kasar, gangguan reproduksi, persendian membengkak dan kaku. Jika kondisi parah akan timbul kebutaan. Nama dan penyebab: Avitaminosis A/ Kekurangan vitamin A. Pencegahan: BirdVit, Pengobatan: BirdFisrtAid (BFA) dan terapi BirdVit
  2. Gejala: Nafsu makan hilang; tubuh kurus, otot lemah, terjadi degenerative syarat tubuh, dan kelumpuhan. Nama dan penyebab: Polyneuritis/ Kekurangan tiamin (Vitamin B1). Pencegahan dan pengobatan: BirdVit (Burung terkena polyneuritis jangan diberi pakan mengandung thiaminase, seperti ikan mentah)
  3. Gejala: Tumbuh lambat, terjadi sindrome curled toe paralysis (anak burung berjalan pada persendian tarsonuta tarsus dan jari-jarinya melekuk ke dalam), kelumpuhan kaki dan daya tetas telur menurun. Nama dan penyebab: Paralysis/Kekurangan riboflavin (vitamin B2) Pencegahan, pengobatan, pengendalian: BirdVit dan terapi BirdMineral
  4. Gejala: Bulu rontok, pertumbuhan lambat, kulit bersisik dan daya tetas telur turun. Nama dan penyebab: Avitaminosis B5/Kekurangan vitamin B5 (asam pantotenat). Pencegahan, pengobatan, pemulihan: BirdVit dan terapi BirdFine
  5. Gejala: Pertumbuhan lambat, ada kutil di jari-jari dan kaki, gemetaran, gerakan badan tak terkoordinasi. Nama dan penyebab: Dermatitis/Kekurangan B6 atau piridoksin. Pencegahan,pengobatan, pemulihan: BirdVit dan terapi BirdFine atau BirdMineral
  6. Gejala: Pertumbuhan lambat, pertumbuhan bulu jelek, daya tetas telur rendah. Nama dan penyebab: Avitaminosis B12/ Kekurangan vitamin B12. Pencegahan, pengobatan pemulihan: BirdVit, BirdMineral dan BirdFine
  7. Gejala: Selaput lender mulut membengkak, berdarah dan luka-luka; tulang lemah; kapiler darah mudah pecah. Nama dan penyebab: Avitaminosis C/Kekurangan Vit C. Pencegahan, Pengobatan dan pemulihan: BirdVit, BirdFine dan terapi BirdMIneral
  8. Gejala: Tumbuh lambat; tulang kaki dan dada membengkak; paruh lunak dan kulit telur tipis. Nama dan penyebab: Rachitis/ Kekurangan vitamin D dan kalsium. Pencegahan, Pengobatan dan pemulihan: BirdVit, BirdFine dan terapi BirdMIneral
  9. Gejala: Tumbuh lambat; kegagalan reproduksi; gangguan jantung; tidak bias berjalan atau berdiri secara normal; lumpuh; alami enchephalomalica: penyakit dari otak yang menyebabkan burung berputar-putar ke belakang atau lari ke belakang, ke samping, atau berjungkir balik. Nama dan penyebab: Perosis (Avitaminosis E)/ Kekurangan Tokoferol (Vitamin E). Pencegahan, Pengobatan dan pemulihan: BirdVit, BirdFine dan terapi BirdMIneral
  10. Gejala: Mudah terluka, alami pendarahan; pembuluh kapiler mudfah rusak dan/ atau pecah. Nama dan penyebab: Hemorraghi/Kurang vitamin K. Pencegahan, Pengobatan dan pemulihan: BirdVit, BirdFine dan terapi BirdMIneral
Penyakit karena defisiensi mineral
  1. Gejala: Kelainan tulang; pembesaran persendian; kelumpuhan dan pelunakan tulang tua. Nama dan penyebab: Demine – ralisasi tulang/Kekurangan Ca (Kalsium). Pencegahan, Pengobatan dan pemulihan: BirdVit, BirdFine dan terapi BirdMIneral
  2. Gejala: Timbul rachitis dan osteomalacia; pica atau kelainan nafsu makan, suka makan tanah, tulang atau kayu; kelemahan otot dan kekuan persendian. Nama dan penyebab: Kekurangan P/Kekurangan P (phosphor). Pencegahan, Pengobatan dan pemulihan: BirdVit, BirdFine dan terapi BirdMIneral
  3. Gejala: Kejang-kejang; sempoyongan. Nama dan penyebab: Tetany (Kekurangan Mg) / Kekurangan Mg (Magnesium). Pencegahan, Pengobatan dan pemulihan: BirdVit, BirdFine dan terapi BirdMIneral
  4. Gejala: Tumbuh terganggu; lemah; mudah kena tetanus yang diikuti kematian. Nama dan penyebab: Defisiensi K (Kalium)/ Kekurangan Kalium. Pencegahan, Pengobatan dan pemulihan: BirdVit, BirdFine dan terapi BirdMIneral
  5. Gejala: Kekurangan NaCl (garam dapur). Nama dan penyebab: Penurunan berat badan akibat penurunan konsumsi makanan/ Kekurangan garam dapur. Memberikan garam dapur dalam bentuk batangan merupakan langkah tepat. Pemberian NaCl tidak lebih dari 2% dari total pakan.
Penyakit karena protozoa
Gejala: Kotoran warna merah; diare berdarah yang berlanjut ke kematian. Nama dan penyebab:  Koksidiosis/berak darah/ Disebabkan serangan Eimeria sp. Pencegahan: FreshAves, Pengobatan: BirdBlown
Penyakit karena bakteri
  1. Gejala: Kotoran putih seperti kapur. burung lesu. Nama dan penyebab: Pullorum/ berak kapur/Bakteri Salmonella pullorum. Pengobatan: Jaga kebersihan kandang dan peralatan dengan penyemprotan rutin tiap bulan dengan FreshAves
  2. Gejala: Kotoran encer tidak wajar; burung lesu, nyekukruk. Nama dan penyebab: Enteritis/ Bakteri Salmonella pullorum dan Escherichia. Pengobatan: Jaga kebersihan kandang dan peralatan dengan penyemprotan rutin tiap bulan dengan FreshAves
Penyakit karena virus
  1. Gejala: -Suhu naik; demam; nafsu makan turun;-lesu lemah; muncul gejala kena flu, ingus keluar dan bersin-bersin. Nama dan penyebab: Psittacosis/ Virus Miyaga- wanella psittaci. Pencegahan: Penyemprotan rutin tiap bulan dengan FreshAves. Tingkatkan daya tahan burung dengan BirdVit. Pengobatan: BirdBlown, BirdTwitter
  2. Gejala: Nafsu makan turun; lesu; juga muncul gejala kena flu, ingus keluar dan bersin-bersin. Nama dan penyebab: Sinusitis atau coryza/ Virus mycoplasma dan chlamydia. Pencegahan: Penyemprotan rutin tiap bulan dengan FreshAves. Tingkatkan daya tahan burung dengan BirdVit. Pengobatan: BirdBlown atau BirdTwitter dan terapi BFA
Penyakit karena jamur
  1. Gejala: -Sulit bernafas; serak, suara bahkan sampai hilang, paruh membuka,- lemah, lesu-nafsu makan turun;-menjulurkan leher. Nama dan penyebab: Aspergilosis/ Makanan dan tempat yang ditumbuhi aspergillus fumigatus. Pengobatan: BirdBlown, BirdFresh, BirdTwitter. Pencegahan: Semprot bulanan dengan FreshAves.
  2. Gejala: -Lesu, bulu kusam, bagian mulut yang terinfeksi jika dibuka terdapat selaput berwarna putih kekuningan; sesak nafas.-nafsu makan turun. Nama dan penyebab: Makanan tercemar jamur Candida albicans. Jamur bisa menyebar sampai ke air sac (kantung udara). Pengobatan: BirdBlown, BirdFresh, BirdTwitter . Pencegahan: Semprot bulanan dengan FreshAves.
Penyakit karena parasit
  1. Gejala: – Bulu rusak;- Burung gelisah- Suka mematuki bulu sendiri- Kanibal sesamanya;- Macet berkicau; -Berkicau tidak los suaranya. Nama dan penyebab: Ektoparasit (parasit yang menyerang dari luar)/Bermacam jenis kutu dan tungau. Pencegahan, Pengobatan dan pemulihan: BirdBlown, BirdTwitter/Pemulihan: BirdFine dan terapi BirdMIneral.
  2. Gejala: Lesu, nafsu makan turun, berat badan turun; bulu kusam’ bulu rontok belum waktunya. Nama dan penyebab: Endoparasit (serangan dari dalam)/ Sejumlah jenis cacing “Jenis-jenis cacing pengganggu burung”. Pencegahan, Pengobatan dan pemulihan:  AscariStop, BirdBlown, BirdTwitterPemulihan: BirdFine dan terapi BirdMineral
Penyakit karena stres
Stres sebenarnya bukan penyakit tetapi burung terlihat ketakutan, atau diam tak bergerak, tidak mau makan dsb. Stes bisa disebabkan karena perkelahian, pengang-kutan, penangkapan dll. Pengobatan dan pemulihan: BirdVit, BirdTwitter, BirdMIneral

CIRI-CIRI BURUNG SAKIT

1. Mata
Pada mata keluar sekretum (cairan yang tidak normal atau tidak biasanya), berubah warna atau kecerahannya, sayu, mata dipejampejamkan, dan terjadi pembengkakan di sekitar mata.

2. Lubang hidung (nostrils)
Dari lubang hidung keluar ingus, sesuatu yang membeku sehingga menutupi nostril dan bersin-bersin atau membuka-buka paruhnya karena sesak nafas. Selain itu, bulu–bulu di sekitar nostril dan kepala pada umumnya kotor karena sering digaruk atau diusap.
3. Sayap dan bulu
Bulu tampak suram dan kusut, sayap lunglai (baik sebelah atau keduanya), perilaku menata bulu-bulu hilang atau tidak dilakukan.
4. Napsu atau perilaku makan
Napsu makan turun atau hilang, tidak pandai mematuk makanannya, dan berat badan menurun.
5. Keseimbangan
Burung tampak sempoyongan, tidak mampu atau sukar bertengger (biasanya burung ada di lantai kurungan), dan tidak suka bergerak (inaktif),
6. Sendi tulang
Pada sendi tulang terjadi pembengkakan dan berubah bentuk (deformitas, malformation).
7. Kebiasaan sehari-hari
Kebiasaan sehari-hari yang biasa dilakukan tidak dilakukan lagi, tidak suka mandi-mandi, tidak berkicau, suara kicauannya berubah, dan lain-lain.
8. Tubuh
Terdapat jendolan atau timbunan sesuatu masa di manapun pada tubuhnya.
Dari semuanya itu apabila Anda menemukan pendarahan dari manapun keluarnya adalah merupakan tanda keadan gawat darurat. Dengan demikian, Anda dianjurkan untuk segera mencari pertolongan dokter hewan. Untuk mendapatkan pertolongan sedini mungkin apabila Anda mendapatkan gejala-gejala tersebut sebaiknya cepat berkonsultasi kepada dokter hewan langganan Anda!
Apabila Anda membawa burung yang sakit tersebut kepada dokter hewan sebaiknya kurungan diselimuti kain atau kertas koran untuk mengurangi keadaan stres. Kurungannya sementara waktu tidak dibersihkan dahulu agar dokter dapat mengamati feces, tempat makan atau minum, dan sebagainya.

pertolongan pada burung sakit 
Selain itu, diperlukan juga lampu penghangat berupa sebuah lampu pijar (bohlam) berkapasitas 40—60 watt atau sebuah lampu infra merah. Jika burung peliharaan menunjukkan gejala sakit maka dapat langsung diberikan pertolongan sementara sebelum dibawa ke dokter hewan. Tindakan pertolongan ini meliputi beberapa hal.
1. Memberikan kehangatan pada tubuh burung
Burung yang sakit diisolasi, dipisahkan dari burung lain yang sehat. Burung itu dimasukkan ke dalam sebuah sangkar yang telah diberi alas koran. Disediakan sedikit minum. Berikan kehangatan pada tubuh si burung melalui lampu pijar berkapasitas 60 watt. Untuk mengurangi sinar dari lampu dapat diberikan penghalang berupa kain atau kertas. Perlu diperhatikan agar bahan penghalang sinar lampu ini tidak mudah terbakar, suhunya pun sebaiknya tidak melebihi 37° C.
2. Memberikan pakan ekstra
Berikanlah pakan ekstra yang mempunyai kandungan gizi tinggi, seperti kroto basah, madu, susu, daging, atau hati tergantung pada jenis burungnya. Pakan ini diberikan dalam bentuk bubur (jus). Jika burung menolak untuk makan sendiri maka harus dipaksakan, dicekokkan langsung ke mulutnya dengan memakai alat spuit. Hal ini sebaiknya dilakukan dengan hati hati agar tidak salah memasukkan pakan ini ke saluran pernapasan.
3. Memberikan minuman
Burung yang sedang sakit akan jarang minum. Padahal, pada saat sakit burung akan lebih banyak buang air dengan kondisi feses yang lebih encer sehingga dapat menyebabkan dehidrasi (hilangnya cairan tubuh). Keadaan seperti ini dapat diatasi dengan cara memberikan pakan yang banyak mengandung air, misalnya buah pepaya. Dengan cara ini maka bahaya dehidrasi dapat diperkecil.
4. Memberikan ketenangan
Burung yang sakit juga membutuhkan ketenangan lingkungan. Dengan lingkungan yang tenang maka bahaya stres dapat diperkecil
karena stres akan memperburuk kondisi tubuh burung. Sebaiknya dihindari pandangan dan suara manusia, burung, hewan lain, atau benda apa pun yang dapat menimbulkan gangguan pada burung yang sakit.