Tampilkan postingan dengan label jamu ternak em4. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jamu ternak em4. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Mei 2017

Cara Memelihara Ayam Umur 1 Hari Sampai 2 Bulan

Persediaan Bibit

Tidak ada makanan ataupun pemeliharaan yang dapat mengubah kwalitas anak ayam yang jelek menjadi ayam petelur yang baik. Oleh karena itu diusahakan untuk mendapatkan bibit (day-old chicks) yang baik dari induk yang berproduksi telur tinggi. Anak ayam yang sehat dapat diperoleh dari penetasan yang baik dan berasal telur-telur dari induk yang sehat.
ternak-ayam

Brooding (Pengeraman)

Pemeliharaan anak ayam sampai dengan 1 hari – 2 bulan, dapat diasuh oleh induknya (secara alami) atau dengan induk buatan (artificial brooding). Pemeliharaan secara alami, seekor induk dapat memelihara anak-anaknya sendiri atau anak-anak ayam lain induk.

Ayam kampung adalah paling baik untuk memelihara anak-anak yang dapat memelihara sampai 10 ekor dan tergantung kepada besarnya induk dan musimnya. Cara demikian hanya dapat memelihara sedikit. Untuk dapat memelihara dalam jumlah besar diperlukan induk yang banyak, untuk tujuan komersil cara ini tidak praktis. Apabila ingin memulai dengan jumlah yang besar dapat memakai induk buatan (artificial brooder).

Cara Pembuatan Pengeraman Anak Ayam

Temperatur
Temperatur dapat diatur sebagai berikut :
  • Umur anak ayam 0 – 1 minggu dengan temperatur 93 – 95” F (37 derajat Celcius)
  • Umur anak ayam 1 – 2 minggu dengan temperatur 88 – 90” F (35 derajat Celcius)
  • Umur anak ayam 2 – 3 minggu dengan temperatur 83 – 85” F (33 derajat Celcius)
  • Umur anak ayam 3 – 4 minggu dengan temperatur 78 – 80” F (32 derajat Celcius)
  • Umur anak ayam 4 – 5 minggu dengan temperatur 75” F
  • Umur anak ayam 5 – 6 minggu dengan temperatur 70” F
Diusahakan agar ayam dalam keadaan senang dalam setiap saat (tidak jenuh). Sebagai pemanas dapat berupa listrik, uap air panas gas. Umumnya dipakai sebuah kotak yang diberi pemanasan lampu listrik 40 watt atau 60 watt atau 75 watt, tergantung dari besar kecilnya ruangan brooder. Biasanya anak-anak ayam dapat mengatur sendiri, kalau kedinginan mereka akan berkumpul disekitar lampu, bila kepanasan mereka akan menyebar dan kelihatan megap-megap.

Keadaan panas yang sesuai bila anak-anak ayam tersebut rata dibawah lampu. Temperatur permulaan 95” F, kemudian tiap minggu diturunkan 5” F, setelah 1 bulan lampu dimatikan. Bila dingin diperpanjang sampai umur 2 bulan, baru lampu dimatikan.

Kapasitas Brooder
Dikirakan tiap 1 m2 untuk 15 ekor, yang pada pokoknya anak ayam bisa menyebar apabila kepanasan.

Alas Brooder
Alas sampah (= Litter) adalah lantai yang diberi serbuk kayu, sekam atau damen yang dicincang. Tinggi-litter permukaan cukup 10 cm yang nantinya dapat sampai 15 cm. makin dalam litter ini, tempat tersebut makin kering. Litter ini jangan diubah sampai dengan anak ayam dipindahkan ketempat lain. Tetapi selalu diperhatikan tetap kering dan bebas dari jamur.

Ventilasi Brooder
Udara adalah penting, oleh karena itu pengaturan ventilasi harus serasih. Ventilasi menolong agar supaya litter kering dan dapat menghindarkan amoniak dan CO 2. Diusahakan agar angin tidak langsung, tempat harus tertutup supaya tidak ada tikus yang masuk.

Pencahayaan Matahari
Untuk menghindarkan timbulnya penyakit rachitis maka tiap dua hari sekali anak-anak ayam dikeluarkan untuk mendapatkan sinar matahari pagi.

Perawatan

Setelah anak ayam datang, masukkanlah dengan segera kedalam brooder. Tempat makanan dan minuman diisi, perhatikan apakah anak-anak ayam mau makan dan minum. Bersihkanlah dan isilah selalu tempat minum setiap hari, perhatikan temperaturnya apakah anak-anak ayam kedinginan atau kepanasan. Diusahakan agar anak-anak ayam dalam keadaan senang dan jangan terlalu berdesak-desakan atau terlalu penuh.

Perhatikan anak-anak ayam apakah ada tanda-tanda berpenyakit coccidiosis (minggu ke 4 – 6), tanda-tandanya bulu lusuh/kasar, sayap menggantung, kotoran berdarah. Anak-anak ayam umur 6 minggu sudah berbulu penuh dan tidak memerlukan lagi pemanasan pada siang hari.

Pada umur 4 – 6 minggu anak ayam mulai divaksinasi terhadap penyakit tetelo (N.C.D.) dan Diphtheria. Apabila sudah berhasil dalam memelihara sampai dengan 7 ½ bulan, selanjutnya meningkatkan kedalam fase kawanan (rearing).

Sabtu, 01 April 2017

jual bibit ayam kampung cilacap


Cara Mencegah Berbagai Penyakit Ayam Kampung

Masalah serius dari peternakan ayam kampung adalah timbulnya berbagai penyakit. Seiring dengan musim kemarau yang berkempanjangan tentu akan menimbulkan berbagai penyakit pula. Untuk itu langkah terbaik dalam beternak ayam adalah mencegah berbagai penyakit ayam. Dengan mencegah akan lebih baik dari pada mengobati bukan?
Banyak penyakit datang dari fasilitas kandang yang kurang baik. Untuk itu langkah mencegah datangnya penyakit adalah sanitasi atau kebersihan kandang itu sendiri. Dengan begitu ancaman dari virus dan bakteri yang merugikan semakin ditekan sehingga penyakit dapat dihindari. Adapun cara mencegah penyakit pada ayam kampung adalah sebagai berikut :
1. Berilah abu atau bahan lain yang dapat menyerap air dari kotoran ayam. Letakkan dimana terdapat penumpukan kotoran ayam. Biasanya di bawah tempat bertengger atau di bawah sarang bertelur. Cara ini dilakukan dengan maksud mengurangi kelembaban atau air pada kotoran. Sehingga virus dan bakteri tidak akan berkembang. Bahan lain yang dapat digunakan adalah kapur atau gamping (bahasa jawa). Bila ingin dijadikan kompos taruh kulit padi atau gabah (bahasa jawa). Usahakan lantai atau litter dalam keadaan kering.

2. Di dalam kandang usahakan udara dapat keluar masuk dengan bebas.
Artinya usahakan kandang memiliki ventilasi atau saluran udara yang cukup. Dengan demikian udara atau bahkan penyakit dapat bersirkulasi dengan baik. Cara ini dimaksudkan untuk ayam mendapat udara yang selalu baru dan dapat mencegah timbulnya berbagai penyakit. Kandang yang terlalu tertutup atau bahkan redup akibat kurangnya udara dan cahaya yang cukup mengakibatkan ayam kurang nafsu makan.

3. Gantilah air setiap paling lama 2-3 hari 1X.
Air harus dalam keadaan yang bersih dan bebas dari tanah atau kotoran ayam. Biasanya untuk kandang model litter akan rawan terhadap air kotor. Jadi pastikan air selalu diganti. Air yang bersih mengurangi tersumbatnya hidung ayam karena biasanya ayam akan mencelupkan paruhnya sampai ke hidungnya. Dengan begitu penyakit dapat dicegah terutama untuk pernapasan.

4. Sarang bertelur (induk) bisanya adalah tempat yang selalu kotor.
Terutama setelah menetas, biasanya akan timbul hewan kecil seperti mreki (bahasa jawa). Untuk itu sarang hanya 1x pakai, bakar sarang tersebut dan ganti dengan yang baru. Tidak hanya itu, sarang bertelur yang pada umumnya lembab akan muncul nyamuk yang juga bersarang di bawahnya. Semprotlah dengan desinfektan atau air daun sirih untuk pencegahan timbulnya penyakit.

5. Pisahkan ayam yang sakit atau isolasikan ke tempat yang jauh dari ayam-ayam sehat.
Dengan mengisolasi ayam yang sakit akan memutus rantai penularan bibit penyakit ayam. Ayam yang sakit biasanya akan berakibat dengan perkembangannya. Untuk itu cara penanggulangannya adalah mengobati dan memacu pertumbuhannya. Dengan kata lain saat ayam yang sakit kita pisahkan langkah yang kita lakukan adalah mengobati penyakit dan memacu dari pakan agar mengejar pertumbuhan dari ayam-ayam yang sehat.



6. Jangan membeli ayam yang sakit
Ayam yang sakit biasanya didapat dari hasil transportasi atau dari penjual ayam. Untuk itu bila terlanjur dibeli usahakan jangan ditaruh di kandang dahulu. Isolasikan setiap ayam baru sebelum ditaruh di kandang bersama ayam lama meski berada di kandang yang berbeda. Dengan adanya ayam baru yang sakit merupakan langkah awal munculnya penyakit.

7. Karakter asli ayam kampung adalah mengais atau menceker-ceker tanah dengan kakinya.
Dengan begitu kaki ayam menjadi rawan tercemarnya penyakit. Banyak penyakit dimulai dari kaki kotor seperti bubul ayam. Bila kaki ayam kotor atau sakit bubul ayam semprotlah dengan air garam dan bawang putih. Tapi ingat, jangan langsung di goreng ya! :D

8. Cegah datangnya penyakit dengan menghindari tergenangnya air di kandang ayam. 
Air yang menggenang atau kelembaban yang berlebih dapat menjadi sarang berbagai penyakit atau nyamuk yang dapat merugikan ayam di dalam kandang. Kelembaban di dalam kandang yang berlebih mengakibatkan ayam kurang bergerak lincah dan ayam hanya merenung.
9. Kubur ayam yang mati.
Biasanya malah di bakar, tapi menurut kami ayam yang dibakar menjadi pembawa atau penyebar penyakit karena udara yang dihasilkan dari pembakaran ayam yang mati. Dengan mengubur ayam maka tidak akan menimbulkan penyakit namun malah kebalikannya yaitu sebagai pupuk. Kuburlah ayam yang mati di sekitar pohon seperti pisang dan lainnya.

10. Usahakan membersihkan kandang ayam setiap hari.
Sapulah kotoran ayam dengan sapu lidi dan pinggirkan kotoran ayam. Kotoran yang menumpuk di kandang akan menyebabkan bau yang menyengat dan hidupnya bibit penyakit.

11. Berilah tanaman sebagai penyejuk di sekitar kandang.
Ada banyak pilihan yang dapat kita gunakan. Misalnya tanaman anti serangga, dan lainnya. Dengan cara ini dimaksudkan memberi sejuk kandang dan menyerap bibit penyakit. Tanaman ditempatkan di pinggir kandang dan usahakan tanaman yang ada di kandang adalah tanaman yang apabila dimakan ayam akan aman. Seperti sifat ayam yang akan memakan dedaunan di sekitarnya.

12. Pisahkan antara tempat bertengger/nangkring dari tempat bertelur.
Jika sarang bertelur dekat dengan tempat bertengger maka kotoran akan jatuh pada sarang ayam yang dapat merugikan ayam terutama telur yang dierami tersebut.