Tampilkan postingan dengan label manfaat ayam katai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label manfaat ayam katai. Tampilkan semua postingan

Jumat, 31 Maret 2017

dod ayam kampung boyolali


Cara membuat pakan alternatif untuk ayam kampung

o    Pohon talas

Saya kira bahan ini pasti mudah ditemukan didaerah kalian karena hampir disetiap daerah pasti ada bahan yang satu ini, untuk pohon talas ini dapat digunakan umbinya saja, daun dan tangkainya saja atau bisa juga mengkombinasikannya, itu menurut selera kalian saja.

o    Beras dolog atau catu

Beras jenis ini yang akan digunakan untuk membuat pakan alternatif sebab harganya relatif lebih murah ketimbang beras pada umumnya.

o    Dedak bekatul

Untuk dedak bekatul ini sendiri bisa kalian pakai dedak dengan kualitas sedang ataupun yang bagus, maksud dari dedak berkualitas sedang adalah dedak yang tidak terlalu halus atau kasar.

o    Tepung tulang

Tulang tepung atau tepung cangkang keong ini sebenarnya tidak wajib dicampurkan, namun untuk memberikan nutrisi lebih pada pakan yang akan diramu ada baiknya mencampurkannya supaya kebutuhan akan nutrisi bisa terjaga.
Setelah semua bahan yang akan dipergunakan sudah siap makan sekarang adalah meramu bahan-bahan tersebut supaya bisa dikonsumsi oleh ayam kampung, berikut langkahnya :
1.        Cincang umbi talas atau daunnya sampai ukuran kecil atau kurang lebihnya berukuran 1 cm.
2.        Setelah umbi talas sudah dicincang lalu campurkan semua bahan seperti beras dolog, dedak, serta tepung tulang menjadi satu lalu tambahkan air secukupnya dan kemudian direbus sampai semua bahan hancur dan tercampur rata.
3.        Oh iya sebelum mencampur semua bahan tersebut kalian harus memperhatikan takarannya, untuk membuat pakan seberat 2 kg, kalian harus mencampurkan 1 kg umbi talas, ½ kg beras, ½ kg dedak dan untuk tepung tulangnya sendiri berikan sebanyak 1 sendok makan saja atau menurut selera kalian.
4.        Bila pakan sudah tercampur rata lalu angkat dan didinginkan, bila sudah dingin siap diberikan pada ayam kampung.

Pemberian pakan alternatif ini bisa dibilang lumayan karena selain bisa meningkatkan produktifitas telur juga bisa menekan biaya pakan hingga 50 %, namun ada kendala dari pakan alternatif ini yaitu soal adaptasi sebab ayam yang belum terbiasa dengan pakan ini kemungkinan tidak mau memakannya namun lama-lama ayam tersebut pasti akan terbiasa dan mau tak mau harus memakannya.

Jumat, 24 Maret 2017

bibit ayam kampung pacitan


Dalam dunia peternakan ayam kampung, ada beberapa penyakit mematikan yang sering tidak dapat di identifikasi jenis penyakitnya oleh warga.
Banyak warga yang masih belum memiliki pengetahuan mengenai jenis-jenis penyakit dan pengobatannya. Sebenarnya apabila hal ini di ketahui lebih dini, maka kematian pada ayam kampung ternak mereka bisa di antisipasi.

Jenis-jenis penyakit mematikan pada ayam kampung sebenarnya adalah penyakit-penyakit yang terjadi sudah sekian lama, dan hampir selalu menyerang peternakan ayam kampung warga desa pada musim-musim tertentu.
Karena jumlah populasi ternak yang relatif sedikit dan dalam menghitung angka kematian masih me nggunakan jumlah satuan, maka kematian ayam kampung bagi warga dianggap suatu hal yang biasa.  Ini akan berbeda sekali apabila kita menggunakan perhitungan kematian ayam kampung akibat terserang penyakit mematikan ini menggunakan hitungan prosentase, kita akan dapat segera merasakan besar atau kecilnya tingkat kematian suatu ternak.

Dari waktu ke waktu,  jenis-jenis penyakit mematikan pada ayam kampung adalah sebagai berikut.
Berikut ini adalah 5 Penyakit Mematikan Pada Ayam Kampung yang wajib Ada ketahui.

5.HSS (Heat Stress Syndrom)
Sebenarnya ini bukan penyakit, akan tetapi HSS merupakan salah satu mesin pembunuh bagi ayam kampung.
HSS juga menjadi salah satu pintu gerbang masuknya penyakit-penyakit yang lain pada peternakan ayam kampung.
HSS di sebabkan oleh temperatur udara yang sangat tinggi pada siang hari, dan cukup rendah pada malam hari.
Biasanya HSS muncul ketika selisih temperatur udara antara siang (jam 12 siang) dengan malam jam 12malam, memiliki selisih temperatur melebihi 10 derajat celcius.

Kematian pada ayam kampung yang di sebabkan oleh HSS tidak terjadi secara serentak, tapi dalam jumlah yang banyak.
Untuk mengantisipasi terjadinya HSS pada peternakan ayam kampung, Anda dapat merubah pola makan hariannya. Porsi makan pada sore hari di usahakan lebih di perbanyak di banding porsi makan pada pagi atau siang hari.
Penggunaan vitamin juga sangat di anjurkan ketika musim peralihan datang. HSS sering terjadi pada musim peralihan.

4. Coryza
Penyakit Coryza atau Snot ini sampai sekarang adalah penyakit pada ayam kampung yang masih sangat sering terjadi.
Penyakit ini menyerang ternak ayam kampung pada musim peralihan kemarau menuju hujan.
Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya penyakit ini. Penyakit ini sudah pernah di bahas pada artikel yang berjudul; "Mengobati Ayam Yang Kepalanya Bengkak" 
Penyakit ini memang tidak secara langsung membunuh ayam kampung yang kita ternak, akan tetapi apabila kita terlambat dalam menanganinya, penyakit coryza juga menjadi salah satu ancaman dalam beternak ayam kampung.
Untuk mengatasi penyakit ini, dapat di lakukan vaksinasi pada DOC, dan sayangnya vaksin coryza ini belum ada vaksin aktifnya, jadi harus rutin melakukan vaksinasi selama 3 bulan sekali.

Kematian pada ayam kampung yang di sebabkan oleh coryza tidak terjadi secara serempak, akan tetapi terjadi dalam jumlah yang banyak. Terutama untuk ayam yang masih muda.

3.Tetelo (Newcastle Desease)
Tetelo adalah salah satu dari 5 Penyakit Mematikan Pada Ayam Kampung yang sangat merugikan. Kalau ayam yang terserang penyakit mati, kita sudah pasti akan mengubur atau membakarnya. Akan tetapi penyakit yang disebabkan oleh virus ND ini tidak selalu membunuh ayam. Ini lah awal bencana yang tidak pernah disadari oleh peternak ayam kampung.
Apabila ayam  kampung yang terserang tetelo atau ND ini sembuh, dan masih di pelihara, ayam tersebut menjadi agen penyebar penyakit ND tersebut kepada ayam-ayam yang lain di kemudian hari.
Dan telur-telur yang di hasilkannya pun akan membawa gen penderita virus ND. Jadi sebaiknya kalau salah satu ayam Anda ada yang terserang penyakit ini dan kemudian "terlihat sembuh", lebih baik di jual atau di jadikan hidangan di meja makan saja, daripada menjadi agen penyakit dalam peternakan ayam kampung Anda di kemudian hari.
Lebih seringnya, peternakan ayam yang terserang tetelo atau ND, kematian yang terjadi dalam jumlah banyak.

Untuk mencegah penyakit tetelo, dapat di lakukan vaksinasi pada DOC ayam kampung Anda.
Vaksin ND adalah vaksin aktif, jadi vaksin yang kita suntikkan atau di teteskan kedalam mata ayam ini akan hidup di dalam tubuh ayam.

2. Gumboro (Infectious Bursal Disease =IBD)
Penyakit ini sangat mengerikan, ayam yang terserang penyakit gumboro akan kehilangan kekebalan tubuhnya, dan akan sangat rentan terhadap penyakit-penyakit lain, dapat di katakan, penyakit GUMBORO adalah AIDS nya ayam.
Ayam yang paling banyak terserang adalah kelompok umur 3 sampai 6 minggu, sedangkan ayam yang berumur kurang dari 2 minggu biasanya tidak menunjukkan gejala klinis tetapi dapat bersifat imunosupresif.

Penyakit gumboro ini sangat menular, penularan dapat terjadi langsung melalui kontak langsung antara ayam yang sehat dengan   ayam yang sakit.

Untuk mengantisipasi jenis penyakit ini dapat di lakukan vaksinasi gumboro.


1.Flu Burung
Flu burung adalah momok yang paling menakutkan di masyarakat desa, kalau banyak ayam yang mati secara serempak, mereka akan menyimpulkan bahwa ayamnya terserang flu burung. Padalah belum tentu demikian.

Kematian pada ternak ayam yang di sebabkan oleh Virus H5N1 ini sangat menakutkan, kematian sering terjadi serempak.
Penyakit ini bisa di antisipasi dengan melakukan vaksinasi, akan tetapi sangat di sayangkan, vaksin untuk flu burung sampai sekarang belum dapat di beli di toko-toko penyedia pakan ternak.

Untuk menghindari penyakit ini adalah dengan cara menjaga kebersihan kandang secara teratur. dan menjaga kapasitas kandang dengan baik. kadang yang baik adalah sebagai berikut ;
Acuan Ukuran dan Luas Kandang
a. 1-7 hari 30-50 ekor per m2
b. 7-14 hari 25-30 per m2
c. 14-21 hari 20-25 per m2
d. 21-30 hari 15-20 ekor per m2
e. 30-60 hari 7-10 ekor per m2
f. 60-90 hari 5-7 ekor per m2
g. >90 hari (induk) 1 ekor per m2
*) Pada teorinya memang berdasar ukuran per m2 namun pada kenyataannya para peternak hanya berpedoman pada luas kandang yang dibuat. Misalkan selama pemeliharaan dibutuhkan 3 kali pindah kandang jadi pembuatan kandang tidak serumit teori di atas. Kecuali untuk sistem batery dalam budidaya ayam kampung intensif.

Menghitung Ukuran Luas Kandang Untuk Kapasitas Tertentu
Untuk mencoba pemahaman kita menghitung ukuran luas kandang dari data di atas coba hitung berapa luas kandang yang diperlukan jika kita memelihara 350 ekor di setiap usianya. Berikut cara menghitungnya :
a. Tentukan jumlah ayam
b. Cari selisihnya
c. Hitung luas hasil akhir

Contoh :
Jumlah kandang ayam (m2) = jumlah ayam / ukuran luas kandang per m2
                                              = 350 : 50 ekor/m2
                                              = 7 m2
*) Ukuran penghitungan di atas mengacu pada bentuk persegi. Dalam kenyataannya bentuk kandang hanya memanfaatkan ruang atau halaman tertentu dengan bentuk beragam. Intinya adalah sisakan 1/4 ruang bebas dari kapasitas penuh untuk tujuan ruang gerak dan tempat pakan dan minum.

Ukuran Jeruji Pagar atau Kurungan
Bila sahabat memakai bambu untuk jerujinya, atau jika sahabat ternak menggunakan jaring (seperti yang kami gunakan) pasti membutuhkan acuan agar penghematan bahan, berikut ini pengalaman kami memakai jeruji dari bambu dan jaring. Dengan harapan atau 2 tujuan utama yakni ayam tidak kabur dan penggunaan bilah bambu/jaring lebih irit supaya biaya pembuatan kandang lebih efektif dan efisien.

Usia 1-2 bulan adalah 1 cm (1 jari orang dewasa)
Usia 2-3 bulan adalah 2,5 cm (2 jari orang dewasa)
Usia Dewasa adalah 3,5 cm (4 jari orang dewasa)