Tampilkan postingan dengan label ayam klasifikasi lebih rendah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ayam klasifikasi lebih rendah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Maret 2017

ayam kampung banjarnegara


Jika Anda berternak ayam kampung dan ingin tahun cara agar ayam cepat bertelur dan berkembang. Ini dia selengkapnya.
Perlakukan anak dan induk
Tips agar ayam kampung cepat bertelur  pertama adalah dengan memperlakukan anak dan induk dengan perkaukan istimewa. Mengapa? tujuannya untuk mempercepat proses perkembangbiakan ayam lebih dari cara biasa. Pertama lakukan penyapihan lebih awal. Anak ayam harus disapih saat berumur 1 hari atau pada umur 1 bulan, sebab saat ayam berumur 1 bulan anak ayam sudah bisa mencari makan sendiri.
Tetapi bila penyapihan lebih awal, maka harus disiapkan box khusus, diberi makanan dan pemanas yang memadai. Jangan lupa juga untuk memberi vaksin.
Pakan dan Nutrisi
tips agar ayam kampung cepat bertelur kedua adalah dengan memberikan pakan dan nutrisi yang tepat. Pemberian pakan adalah hal paling vital dalam mempercepat perkembangan ayam kampung petelur. Pakan yang diberikan wajib memenuhi syarat minimal untuk produksi.
Sedikitnya terdapat 6 nutrisi yang wajib ada di dalam pakan ayam. Antara lain:
  • Air. Saat sedang bertelur, atau usia petelur ayam membutuhkan 1,5 – 2 gram air untuk setiap gram pakan yang dimakan.
  • Protein. Ayam petelur membutuhkan 16 – 17%.
  • Karbohidrat.
  • Lemak. Pada umumya bahan pakan seperti dedak mengandung 2,5% lemak.
  • Mineral.
  • Vitamin.
Kawin Silang Ayam
Dengan adanya banyak jenis ayam di Indonesia, peternak dapat melakukan kawin silang untuk memperoleh keturunan unggulan bernilai tinggi. Caranya dapat Anda pelajari dari peternak senior, instansi pemerintah atau buku.
Vaksinasi ND secara teratur
Tips agar ayam kampung cepat bertelur yang tak kalah vital adalah melakukan vaksinasi ND atau New Castle Disease secara teratur. Vaksin ini untuk mencegah penyakit tetelo atau sampar.



tips agar ayam kampung bertelur setiap hari


Jika Anda berternak ayam kampung dan ingin tahun cara agar ayam cepat bertelur dan berkembang. Ini dia selengkapnya.
Perlakukan anak dan induk
Tips agar ayam kampung cepat bertelur  pertama adalah dengan memperlakukan anak dan induk dengan perkaukan istimewa. Mengapa? tujuannya untuk mempercepat proses perkembangbiakan ayam lebih dari cara biasa. Pertama lakukan penyapihan lebih awal. Anak ayam harus disapih saat berumur 1 hari atau pada umur 1 bulan, sebab saat ayam berumur 1 bulan anak ayam sudah bisa mencari makan sendiri.
Tetapi bila penyapihan lebih awal, maka harus disiapkan box khusus, diberi makanan dan pemanas yang memadai. Jangan lupa juga untuk memberi vaksin.
Pakan dan Nutrisi
tips agar ayam kampung cepat bertelur kedua adalah dengan memberikan pakan dan nutrisi yang tepat. Pemberian pakan adalah hal paling vital dalam mempercepat perkembangan ayam kampung petelur. Pakan yang diberikan wajib memenuhi syarat minimal untuk produksi.
Sedikitnya terdapat 6 nutrisi yang wajib ada di dalam pakan ayam. Antara lain:
  • Air. Saat sedang bertelur, atau usia petelur ayam membutuhkan 1,5 – 2 gram air untuk setiap gram pakan yang dimakan.
  • Protein. Ayam petelur membutuhkan 16 – 17%.
  • Karbohidrat.
  • Lemak. Pada umumya bahan pakan seperti dedak mengandung 2,5% lemak.
  • Mineral.
  • Vitamin.
Kawin Silang Ayam
Dengan adanya banyak jenis ayam di Indonesia, peternak dapat melakukan kawin silang untuk memperoleh keturunan unggulan bernilai tinggi. Caranya dapat Anda pelajari dari peternak senior, instansi pemerintah atau buku.
Vaksinasi ND secara teratur
Tips agar ayam kampung cepat bertelur yang tak kalah vital adalah melakukan vaksinasi ND atau New Castle Disease secara teratur. Vaksin ini untuk mencegah penyakit tetelo atau sampar.


dod ayam kampung sampang


Di waktu yang singkat ini perkenankan kami untuk ikut melengkapi artikel atau pengetahuan tentang cara beternak ayam kampung pedaging. Banyak sudah artikel dan makalah yang ditulis oleh pakar dan ahli dibidangnya dalam masalah ini akan tetapi mengingat anemo masyarakat untuk mengetahui cara beternak yang baik dan praktis maka kami meluangkan waktu untuk bisa menulisnya. Semoga yang sedikit ini dapat memberikan manfaat untuk kita semua.
Mengubah sistem beternak ayam kampung dari sistem ekstensif  ke sistem semi intensif atau intensif memang tidak mudah, apalagi cara beternak sistem tradisional (ekstensif) sudah mendarah daging di masyarakat kita. Akan tetapi kalau dilihat nilai kemanfaatan dan hasil yang dicapai tentu akan menjadi faktor pendorong tersendiri untuk mencoba beternak dengan sistem intensif. Untuk mendapatkan hasil yang optimal dalam usaha beternak ayam kampung, maka perlu kiranya memperhatikan beberapa hal berikut :
1. Bibit
Bibit mempunyai kontribusi sebesar 30% dalam keberhasilan suatu usaha peternakan. Bibit ayam kampung (DOC) dapat diperoleh dengan cara : dengan membeli DOC ayam kampung langsung dari pembibit, membeli telur tetas dan menetaskannya sendiri, atau membeli indukan untuk menghasilkan telur tetas kemudian ditetaskan sendiri baik secara alami atau dengan bantuan mesin penetas. Kami tidak akan menguraikan sisi negatip dan positif cara mendapatkan DOC ayam kampung karena akan memerlukan halaman yang panjang nantinya. Secara singkat DOC ayam kampung yang sehat dan baik mempunyai kriteria sebagai berikut : dapat berdiri tegap, sehat dan tidak cacat, mata bersinar, pusar terserap sempurna, bulu bersih dan mengkilap, tanggal menetas tidak lebih lambat atau cepat.
2. Pakan
Kita ketahui bersama bahwa pakan mempunyai kontribusi sebesar 30% dalam keberhasilan suatu usaha. Pakan untuk ayam kampung pedaging sebenarnya sangat fleksibel dan tidak serumit kalau kita beternak ayam pedaging, petelur atau puyuh sekalipun. Bahan pakan yang bisa diberikan antara lain : konsentrat, dedak, jagung, pakan alternatif seperti sisa dapur/warung, roti BS, mie instant remuk, bihun BS, dan lain sebagainya. Yang terpenting dalam menyusun atau memberikan ransum adalah kita tetap memperhatikan kebutuhan nutrisi ayam kampung yaitu protein kasar (PK) sebesar 12% dan energi metabolis (EM) sebesar 2500 Kkal/kg.
Jumlah pakan yang diberikan sesuai tingkatan umur adalah sebagai berikut :
7 gram/per hari sampai umur 1 minggu
19 gram/per hari sampai umur 2 minggu
34 gram/per hari sampai umur 3 minggu
47 gram/per hari sampai umur 4 minggu
58 gram/per hari sampai umur 5 minggu
66 gram/per hari sampai umur 6 minggu
72 gram/per hari sampai umur 7 minggu
74 gram/per hari sampai umur 8 minggu
Sedangkan air diberikan secara ad libitum (tak terbatas) dan pada tahap-tahap awal pemeliharaan perlu dicampur dengan vitamin+antibiotika.
3. Perkandangan
Syarat kandang yang baik : jarak kandang dengan permukiman minimal 5 m, tidak lembab, sinar matahari pagi dapat masuk dan sirkulasi udara cukup baik. Sebaiknya memilih lokasi yang agak rindang dan terhalangi oleh bangunan atau tembok lain agar angin tidak berhembus langsung ke dalam kandang.
Penyucihamaan kandang dan peralatannya dilakukan secara teratur sebagai usaha biosecurity dengan menggunakan desinfektan yang tepat dan tidak membahayakan bagi ternak itu sendiri. Banyak pilihan jenis desinfektan yang ditawarkan oleh berbagai produsen pembuatan obat.
Ukuran kandang : tidak ada ukuran standar kandang yang ideal, akan tetapi ada anjuran sebaiknya lebar kandang antara 4-8 m dan panjang kandang tidak lebih dari 70 m. Yang perlu mendapat perhatian adalah daya tampung atau kapasitas kandang. Tiap meter persegi sebaiknya diisi antara 45-55 ekor DOC ayam kampung sampai umur 2 minggu, kemudian jumlahnya dikurangi sesuai dengan bertambahnya umur ayam.
Bentuk kandang yang dianjurkan adalah bentuk postal dengan lantai yang dilapisi litter yang terdiri dari campuran sekam, serbuk gergaji dan kapur setebal ± 15 cm. Model atap monitor yang terdiri dari dua sisi dengan bagian puncaknya ada lubang sebagai ventilasi dan bahan atap menggunakan genteng atau asbes.
Pemeliharaan ayam kampung di bagi dalam dua fase yaitu fase starter (umur 1-4 minggu) dan fase finisher (umur 5-8 minggu). Pada fase starter biasanya digunakan kandang bok (dengan pemanas) bisa bok khusus atau juga kandang postal yang diberi pagar. Suhu dalam kandang bok biasanya berkisar antara 30-32°C. Pada fase finisher digunakan kandang ren atau postal seperti model pemeliharaan ayam broiler.
4. Manajemen Pemeliharaan
Manajemen atau tatalaksana pemeliharaan memegang peranan tertinggi dalam keberhasilan suatu usaha peternakan yaitu sekitar 40%. Bibit berkualitas serta pakan yang berkualitas belum tentu memberikan jaminan keberhasilan suatu usaha apabila manajemen pemeliharaan yang diterapkan tidak tepat. Sistem pemeliharaan pada ayam kampung bisa dilakukan dengan 3 cara yaitu :
Ekstensif /tradisional (diumbar), tanpa ada kontrol pakan dan kesehatan
Semi intensif (disediakan kandang dengan halaman berpagar), ada kontrol pakan dan kesehatan ternak akan tetapi tidak ketat
Intensif (dikandangkan seperti ayam ras), ada kontrol pakan dan kesehatan dengan ketat
Model pemeliharaan ayam kampung secara intensif lebih disarankan dari yang lainnya terutama dalam hal kontrol penyakit. Sebenarnya masih banyak lagi manfaat dari cara beternak secara intensif, akan tetapi kami tidak dapat menguraikannya di sini.
5. Pengendalian Penyakit
Hal yang tak kalah pentingnya adalah pengendalian penyakit. Kita semua akan setuju dengan statement “mencegah lebih baik daripada mengobati”. Pencegahan penyakit dapat dilakukan dengan tindakan antara lain :
Menjaga sanitasi lingkungan kandang, peralatan kandang dan manusianya
Pemberian pakan yang fresh dan sesuai kebutuhan ternak
Melakukan vaksinasi secara teratur
Pemilihan lokasi peternakan di daerah yang bebas penyakit
Manajemen pemeliharaan yang baik
Kontrol terhadap binatang lain
Berikut kami uraikan sedikit beberapa jenis penyakit yang kerap menyerang ayam kampung :
a. Tetelo (ND)
Penyebab : paramyxivirus
Gejala : ngorok dan batuk-batuk, gemetaran, kepala berputar-putar, kelumpuhan pada kaki dan sayap, kotoran berwarna putih kehijauan.
Pencegahan : vaksinasi secara teratur, sanitasi kandang, terhadap ayam yang terkena ND maka harus dibakar.
Pengobatan : belum ada
b. Gumboro (gumboro disease)
Penyebab : virus
Gejala : ayam tiba-tiba sakit dan gemetar serta bulu-bulunya berdiri, sangat lesu, lemah dan malas bergerak, diare putih di sekitar anus.
Pencegahan : vaksinasi teratur dan menjaga sanitasi kandang
Pengobatan : belum ada
c. Penyakit cacing ayam (worm disease)
Penyebab : Cacing
Gejala : pertumbuhan terhambat, kurang aktif, bulu kelihatan kusam.
Pencegahan : pemberian obat cacing secara berkala, sanitasi kandang yang baik, penggantian litter kandang secara berkala, dan mencegah serangga yang dapat menjadi induk semang perantara.
Pengobatan : pemberian obat cacing seperti pipedon-x liquid, sulfaquinoxalin, sulfamezatin, sulfamerazin, piperazin dan lain sebagainya
d. Berak kapur (Pullorum)
Penyebab : Bakteri Salmonella pullorum
Gejala : anak ayam bergerombol di bawah pemanas, kepala menunduk, kotoran melekat pada bulu-bulu disekitar anus
Pencegahan : mengusahakan induk terbebas dari penyakit ini, fumigasi yang tepat pada mesin penetas dan kandang
Pengobatan : noxal, quinoxalin 4, coxalin, neo terramycyn  atau lainnya
e. Berak darah (Coccidiosis)
Penyebab : protozoa Eimeria sp.
Gejala : anak ayam terlihat sangat lesu, sayap terkulai, kotoran encer yang warnanya coklat campur darah, bulu-bulu disekitar anus kotor, ayam bergerombol di tepi atau sudut kandang.
Pencegahan : mengusahakan sanitasi yang baik dan sirkulasi udara yang baik pula atau bisa juga dengan pemberian coccidiostat pada makanan sesuai takaran
Pengobatan : noxal, sulfaquinoksalin, diklazuril atau lainnya
6. Pasca Panen dan Pemasaran
Pemasaran ayam kampung pada dasarnya mudah karena disamping jumlah permintaan yang tinggi, harga ayam kampung masih tergolong tinggi dan stabil, sedang produksi masih terbatas. Ayam kampung dapat dijual dalam bentuk hidup atau sudah dipotong (karkas). Rumah tangga, pengepul ayam, pasar tradisional, warung, supermarket sampai hotel berbintang membutuhkan pasokan ayam kampung ini. Harga ayam kampung hidup berkisar antara Rp 19.000 - Rp 22.000/ekor di tingkat peternak.
7. Pengelolaan Produksi
Sebagai seorang peternak yang profesional maka perlu untuk menjaga agar produksi yang kita lakukan dapat memenuhi standar kualitas dan kontinuitas produk. Maka diperlukan pengelolaan atau pengaturan produksi agar usaha kita dapat berproduksi secara kontinyu. Untuk kekontinuitasan usaha perlu pengaturan dan penjadwalan secara teratur kapan DOC masuk dan kapan ayam di panen, karena hal itu lebih disukai oleh pengepul atau mitra kerja kita daripada hanya sekali panen dalam jumlah banyak. Tapi perlu diingat juga bahwa pengelolaan produksi sangat terkait dengan modal, ketersediaan kandang, jumlah ketersediaan DOC, dan jumlah permintaan ayam siap panen.