Tampilkan postingan dengan label jenis jenis ayam aduan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jenis jenis ayam aduan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 Januari 2019

jenis ayam petarung yang paling populer

Selama ini yang kita ketahui yang berdominasi di sabung ayam hanyalah ayam bangkok. Banyak sekali pengemar sabung ayam memilih ayam bangkok sebagai jagoaannya. Memilih ayam bangkok sebagai jagoan mereka bukanlah tanpa alasan, pasalnya ayam bangkok memang kuat serta kemampuan bertarung.

Namun bukan berati jenis ayam lain tidak bisa bersaing dengan ayam bangkok di arena. Ada banyak jenis-jenis ayam laga yang mempunyai kemampuan bertarung dengan baik dan bekualitas menjadi juara. Kekuatan mereka tidak kalah dari ayam yang berasal dari negeri gajah putih tersebut.

Jenis-jenis ayam petarung tersebut di datangkan berasal dari berbagai penjuru dunia. Seperti Brazil, Taiwan, Filipina, Burma dan masih banyak lagi. Langsung saja kita simak satu persatu jenis-jenis ayam sabung paling poluler di dunia berikut.

1. Ayam Bangkok


Diatara sekian banyak ayam sabung di indonesia, ayam bangkok adalah yang paling popiler di kalangan pengemar sabung ayam di seluruh penjuru indonesia. Sesuai dengan julukannya ayam ini berasal dari kota Bangkok, Thailand.

Salah satu keunggulan ayam ini ia mampu bertarung hingga mati. seperti dengan ayam liar yang sanggup bertarung deni mempertahankan daerah kekuasaannya, walaupun ia harus mati dalam pertarungan. Benar-benear ayam petarung yang tangguh, maka dari itu banyak sekali pengemar sabung ayam menyukai ayam ini. Karena ayam ini mempunyai jika petarung yang tiada duanya.

2. Ayam Birma (Burma)


Ayam Birma adalah ayam liar atau biasa di sebut dengan ayam kampung yang berasal dari Burma atau Mnyanmar. Ayam birma belakangan ini sangat di sukai oleh penggemar sabung ayam, baik untuk ayam laga maupun untuk dikoleksi.

Hal ini dikarenakan ayam birma mepunyai kelebihan yang tidak dimiliki oleh ayam sabung lainnya. Dengan relatif ukuran badan kecil yaitu hanya berkisar 2.8–3 kg, ayam ini mampu mengalahkan ayam Bangkok dalam bertarung.

Ternyata memiliki ukuran badan yang kecil sangat berguna ketika di arena pertarungan, biasanya ia lebih lincah dan gesit untuk menyerang maupun menghindari serangan dari lawan.

Karakter ayam birma yang kuat, seringkali memberikan ide kepada para penggemar sabung ayam untuk mengawinkan ayam birma dengan ayam bangkok dengan bertujuan agar keterunan yang di hasilkan membawa dari karakter induk, memiliki badan besar dan kaki kekar seperti ayam bangkok dan mampu bertarung yang lincah dan gesit seperti ayam birma.

3. Ayam Saigon


Ayam Saigon merupakan salah satu jenis ayam laga hasil persilangan yang di kembangkan di Vietnam. Ayam ini sering disebut ayam Bangkok Vietnam. Ayam saigon masuk ke Indonesia setelah ayam Bangkok namum sayangnya kepopulerannya tidak secermelang ayam Bangkok maupun ayam birma. Selain itu peminat ayam saigon juga terbilang tidak banyak.

Hal ini dikarenakan ayam saigon lemah dalam menyerang lawan, karung lincah dalam mencari peluang untuk menyerang dan memukul lawan dan memiliki gerakan yang terbilang lambat.

Walaupun memiliki banyak kelemahan tidak membuatnya tidak disukai oleh pengemar sabung ayam, Ayam ini tetap berdominasi di arena petarungan sabung ayam dan tetap memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh ayam lainnya. Memiliki fisik yang sangat kuat dari struktur otot-otot serta struktur tulang yang sangat kokoh. Sehingga membuat ayam ini kuat terharap pukulan lawannya.

Ciri-ciri ayam saigon terletak pada bagian kelapanya yang tidak di tumbuhi bulu sebagaiman ayam pada umumnya. Hal ini juga membuat ayam ini menjadi populer dikalangan pengemar sabung ayam. Selain itu ayam ini juga memiliki bulu ekor yang pendek.

4. Ayam Shamo


Jenis ayam laga yang satu ini tak kalah populernya dengan ayam laga lainnya. Ayam ini berasal dari Thailand, ada juga yang berasal dari Jepang, di Indonesia ayam shamo berasal dari Thiland lebih disukai dibandingkan ayam shamo Jepang.

Hal ini mungkin terjadi mungkin karena ayam Thailand sudah terkenal dengan ayam Bangkoknya di Indonesia, jadi ketika ayam shamo asal Thailand masuk ke Indonesia ayam tersebut langsung mendapatkan tempat di hati para pengemar sabung ayam.

Jika dilihat tubuh ukuran ayam shamo bisa digolongkan ayam super. Bagaimana tidak? Biasanya jeni ayam laga lainnya hanya memiliki berat bada 4–5 kg saja, sedangkan ayam shamo asal Thailand ini mempunyai berat hingga 7 kg tingginya mencapai 80 cm. Jadi sebutan ayam bangkok super sangat layak untuk ayam shamo.

5. Ayam Brazil


Ayam brazil merupakan salah satu jenis ayam laga yang memiliki popularitas yang cukup tinggi bagi pengemar sabung ayam. Ayam ini sebenernya merupakan keterunan ayam shoma Jepang, kemudian di kembangbiakkan di Amerika Selatan.

Dari segi postur tubuh ayam mirip dengan ayam pelung yang mempunyai tubuh tinggi besar. Selain lincah dan gesit ayam ini juga memiliki keunikan dalam bertarung.
Namum yang paling menonjol dari ayam ini adalah keakuratan dalam menyeran dan kecepatan dalam memberikan serang terhadap musuhnya.

6. Ayam Filipina



Ayam Filipina adalah salah satu jenis ayam laga yang paling populer di kalangan pengemar sabung ayam. Selain mempunyai tubuh yang kekar, ayam ini juga memiliki bulu yang lebat. Warna bulunya bervariasi, mulai dari hijau, merah, putih dan kuning.

Ada lima jenis ayam filipina yang tersebar di Indonesia. Yang pertama adalah Black Bonanza, ciri yang paling menonjol dari jenis ayam ini adalah memiliki bulu yang berwarna hitam hampir di seluruh tubuhnya. Jenis berikutnya adalah White Claret, sesuai dengan namanya ayam ini memiliki warna putih yang memenuhi seluruh tubuhnya.

Ada juga yang di sebut dengan Grey Cockfight dengan bulu yang indah juga di kenal sebagai jagoaan dalam bertarung. Kemudian yang berwarna bulu merah di sebut Alba. Dan yang terakhir adalah Sweater Roundhead dengan postur tubuh yang paling tegap dan singset.

7. Ayam Taiwan


Ayam Taiwan adalah jenis ayam laga yang memilih tubuh bisa di katakan paling besar, untuk berat badan ayam jantan bisa mencapai 7 kg sedangkan betinanya bisa mencapai 5 kg, tinggih ayam ini juga sangat tinggi mencapai 85 cm. Bentuk ayam ini seperti ayam shamo tetapi lebih besar dan berat.

8. Ayam Pama



Ayam pama adalah jenis ayam laga yang berasal dari Burma yang kemudian dikembangbiakan dengan dikawin silangkan dengan gen ayam Thailand, ayam saigon, ayam pakhoe dan ayam brazil.

Dari hasil perselingan tersebut menghasilkan setidaknya 5 jenis ayam pama yang sangat disukai di kalangan pengemar sabung ayam, yaitu ayam pama gostan, ayam pama mabin, ayam pama melow, ayam pama rambong, dan ayam pama kradungtong.

9. Ayam Pakhoe


Bentuk ayam pakhoe mirip sekali dengan ayam bangkok Thailand. Ayam ini merupakan hasil persilangan antara ayam asal Malaysia dengan ayam Myanmar, ayam Thailand dan Brazil.

Ayam pakhoe memiliki ukuran tubuh yang panjang, tulangan yang mendatar dan cenderung menunduk, berbeda dengan ayam bangkok yang memiliki tubuh tegap dan gagah. Rata-rata ayam ini memiliki warna bula yang sama seperti ayam bangkok.

Cara merawat ayam aduan
1. Pemberian pakan

Pakan merupakan hal yang utama dan sangat penting disediakan dalam usaha perawatan ayam Bangkok. Pakan ini memiliki fungsi yang sangat banyak seperti sebagai semuber energy bagi ternak sehingga menghasilkan tingkah laku, performa, dan perilaku yang baik ketika ayam aduan bertarung.

Dalam memberikan pakan ayam Bangkok juga harus disesuaikan dengan takaran yang pas misalnya harus sesuai dengan berat badan ayam Bangkok tersebut. Biasanya ayam Bangkok yang memiliki berat badang 3 hingga 4 kg harus diberikan pakan sebesar 200 – 300 gram terhitung dalam setiap memberikan pakan jadi bukan dalam sehari.

Selain berat badan, juga harus disesuaikan antara pakan untuk ayam yang masih kecil dengan pakan ayam yang sudah besar. Bahkan untuk ayam yang sudah dewasa juga selalu berbeda sesuai dengan keinginan si peternnak. Kalau misalnya untuk dijadikan ayam aduan biasanya pakan ditambah dengan jagung yang masih utuh yang gunanya untuk melatih paruh ayam agar menjadi kuat.

Selain ayam Bangkok diberikan pakan, ayam bangkon juga harus diberi suplemen dan vitamin agar tambah sehat dan kuat. Pemberian suplemen dan vitamin ini biasanay saat yang tepat dan paling bagus adalah pada malam hari. Pada waktu itu biasanya ayam dalam kondisi tenang sehingga vitamin dan suplemen tadi mudah dicerna oleh ayam sehingga akan merasuk dengan sempurna ke tubuh ayam Bangkok.

2. Selalu memandikan ayam
Memandikan ayam sangat perlu dilakukan agar ayam memperoleh penampilan yang menarik. Memnadikan ayam juga harus dilakukan setiap hari dan jangan asal-asalan ketika memandikannya. Karena ayam yang memiliki penampilan menarik dan juga bersih akan mempengaruhi performa ayam ketika akan bertarung.

Dalam memandikan ayam Bangkok ini juga ada waktu-waktu yang baik. Waktu tersebut adalah sekitar pukul 08.00 pagi, namun dilihat dulu jangan ketika saat hujan. Selain itu dalam memandikannya pun juga ada caranya. Namun sebelumnya dalam memandikan ayam Bangkok harus digunakan air yang bersih dari sumur, tidak menggunakan sabun, tidak menggunakan air hangat karena biasanya air hangat justru akan merusak jaringan pertumbuhan pada bulu ayam.

3. Penjemuran
Penjemuran biasanya dilakukan setelah selesai mandi yaitu dengan memasukkan ayam ke dalam kurungan bulat kemudian diletakkan di bawah sinar matahari pagi dan bagian bawah kurungan diberi papan atau alas supaya ayam tidak berguling-guling dan kotor lagi.

Waktu yang paling tepat dalam melakukan penjemuran ini adalah sekitar pukul 08.00 hingga pukul 10.00 saja. Hal ini bertujuan untuk membantu proses pertumbuhan tulang dan bulu pada ayam. Selain itu dapat berkhasiat membuat ayam menjadi lebih sehat dan bugar. Karena sinar matahari langsung pada pagi hari mengandung vitamin D dan dapat membentuk inaktif yang baik untuk tulang ayam. Namun perlu diingat bahwa ketika memandikan ayam jangan sekali-kali untuk menjemur ayam dalam wadah atau ember karena tidak baik.

Selain itu, kegiatan menjemur ayam sangat bermanfaat untuk membentuk stamina ayam supaya lebih baik dan juga dapat menghilangkan lemak yang ada pada tubuh ayam. Menjemur ayam sebaiknya juga disesuaikan dengan kondisi ayam tersebut. Misalnya untuk ayam muda, bila sudah tidak tidak sanggup sebaiknya penjemuran dihentikan dan bisa dilanjutkan besoknya lagi.

4. Latihan fisik
Tujuan dilakukannya latihan fisik ini adalah untuk membentuk otot serta melatih pernafasan ayam aduan. Latihan fisik ini dilakukan hanya sesuai dengan kebutuhan saja seperti latihan renang, kilter, melompat, dan lain-lain. Lagi-lagi dalam latihan juga harus disesuaikan dengan kesanggupan ayam dalam melakukannya. Karena latihan yang berlebihan tidak akan membuat ayam menjadi bagus malah kemungkinan bisa merusak ayam.

Sparing atau abar merupakan latihan bertarung yang dilakukan dengan ayam lain agar teknik dan mental ayam muda bisa terbentuk serta bisa menjadi ayam yang juara. Bila ayam muda balu mengalami abar yang pertama kalinya, maka sebaiknya latihan dilakukan dengan durasi sekitar 5 hingga 10 menit saja. Kemudian ayam diistirahatkan selama kurang lebih 2 minggu dan dengan tetap melakukan perawatan seperti memandikan, menjemur, serta latihan.

Lalu setelah ayam muda sembuh pasca abar pertama, maka bisa dilakukan abar yang kedua dengan durasi lebih dari 15 menit. Untuk selanjutnya, latihan abar ini bisa dilakukan beberapa kali hingga ayam benar-benar telah siap untuk bertarung atau dilagakan. Yang harus dan sangat penting untuk dilakukan ketika akan abar adala memilih lawan yang seimbang dan jangan sampai memaksakan kesanggupan ayam dalam berlatih abar.
Merawat serta melatih ayam aduan yang masih muda memang terbilang sangat sulit dan membutuhkan proses dan waktu yang cukup panjang. Maka tidak jarang kebanyakan orang lebih memilih untuk membeli ayam yang siap untuk diadu ketimbang memilih untuk merawatnya dari kecil hingga siap untuk diadu.

Selain itu, yang menjadi ketakutan bagi para peternak ayam aduan dari kecil adalah ketidak pastian hasil yang maa terkadanga hasil yang dicapai tidak sesuai dengan yang diinginkan. Misalnya kita sudah dengan telaten merawat hingga melatih ayam sejak dari telur kemudian menjadi dewasa namun hasilnya tidak bagus.

Sekedar untuk membuat motivasi pembaca bahwa dalam melakukan usaha ternak bila ingin mencapai suatu hasil yang maskimal perlu adanya kesabaran. Karena kesabaran merupakan kunci dari setiap kesuksesan dan jangan lupa untuk selalu melihat sisi positif dari usaha ternak yang sudah dijalaninya. Bila ayam yang kita rawat tidak bagus maka, tidak ada salahnya bila kita mencoba lagi dan bila ayan yang diternakkan hasilnya bagus pastinya akan memberikan nilai yang lebih dan rasa puas serta kebanggaan tersendiri.

Memang ayam aduan bila dilihat mulai dari menetas hingga mencapai usia 10 bulan diperlukan cara perawatan dan pelatihan yang cukup ekstra dan benar supaya ayam muda bisa menjadi ayam juara ketika sudah dewasa nanti. Kebanyakan orang salah merawat hingga justru meyebabkan ayam muda menjadi tidak tumbuh dengan baik dan optimal dan juga bisa saja karena salah dalam membuat program pelatihan ayam muda yang menyebabkan menjadi rusak dan tidak terpakai.

Yang terpenting dalam menciptakan ayam juara adalah perawatan yang dimulai sejak dini. Bila ketelatenan dan kesabaran dalam melatih dan merawat ayam aduan muda telah terpenuhi, maka akan sangat mudah dalam menjadikan ayam kita sebagai ayam yang juara.




Kamis, 25 Mei 2017

bibit ayam kampung kendal

Mengenal Ciri-Ciri Ayam Kampung Super


Ayam kampung Super adalah ayam kampung yang berasal dari hasil persilangan antara ayam petelur dan ayam kampung. Inovasi penemuan ayam kampung super ini disebabkan karena banyaknya para peternak yang mengeluh karena lamanya menikmati hasil dari budidaya ayam kampung. Dengan penemuan ayam ini, dapat memberi jawaban bagi para peternak. Ayam kampung super dapat dipanen hasilnya dengan kurun waktu 45-60 hari.
Ayam kampung super memang ditujukan untuk para peternak agar mereka cepat memanen hasilnya. Ayam kampung biasa memang relatif lebih lama untuk dapat menikmati hasilnya, karena hal itu disebabkan cara pemeliharaannya yang masih sederhana.
Bagaimana cara mengetahui ciri-ciri ayam kampung super?
Ternak ayam kampung super memang menjadi salah satu jawaban dari permasalahan lambatnya pertumbuhan ayam kampung. perkembangbiakkan ayam kampung super memang dimulai di Indonesia. Dengan ciri khas pertumbuhannya yang cepat ini memang yang membuat para peternak Indonesia memilih ayam kampung super yang dipilih untuk dibudidayakannya.
Di Indonesia pada umumnya dalam berbudidaya ayam kampung super dilakukan dengan sistem umbaran dan intensif. Dengan sistem umbaran, ayam akan dibiarkan untuk mencari makanan sendiri. Cara ini tentunya kurang efektif produktivitas yang dihasilkan juga kurang optimal. Dengan sistem intensif para peternak akan lebih memperhatikan kualitas pakan, pemeliharaan serta perkembangannya, ayam yang diberikan pakan  yang berkualitas akan memiliki tingkat produktivitas yang tinggi
Berikut 11 Ciri-Ciri Ayam Kampung Super :
  1. Ukuran DOC lebih besar
  2. Memiliki warna yang dominan yaitu putih dan kuning, dan beberapa muncul warna coklat, abu-abu dan hitam
  3. Ayam kampung super relatif lebih kuat dalam masa awal pemeliharaannya
  4. Tahan Penyakit
  5. Lincah
  6. Berkokok
  7. Bertengger
  8. Tingkat kematian ayam kampung juga relatif rendah dibanding dengan ayam kampung biasa
  9. Masa panen berkisar antara 45-60 hari
  10. Harga ayam kampung super memang relatif lebih murah, akan tetapi pakan otomatis yang dihabiskan akan lebih sedikit
  11. Memiliki kemampuan bertelur secara terus menerus seperti ayam ras, tetapi tidak memiliki sifat mengeram

Selasa, 28 Maret 2017

tips agar ayam kampung bertelur setiap hari


Jika Anda berternak ayam kampung dan ingin tahun cara agar ayam cepat bertelur dan berkembang. Ini dia selengkapnya.
Perlakukan anak dan induk
Tips agar ayam kampung cepat bertelur  pertama adalah dengan memperlakukan anak dan induk dengan perkaukan istimewa. Mengapa? tujuannya untuk mempercepat proses perkembangbiakan ayam lebih dari cara biasa. Pertama lakukan penyapihan lebih awal. Anak ayam harus disapih saat berumur 1 hari atau pada umur 1 bulan, sebab saat ayam berumur 1 bulan anak ayam sudah bisa mencari makan sendiri.
Tetapi bila penyapihan lebih awal, maka harus disiapkan box khusus, diberi makanan dan pemanas yang memadai. Jangan lupa juga untuk memberi vaksin.
Pakan dan Nutrisi
tips agar ayam kampung cepat bertelur kedua adalah dengan memberikan pakan dan nutrisi yang tepat. Pemberian pakan adalah hal paling vital dalam mempercepat perkembangan ayam kampung petelur. Pakan yang diberikan wajib memenuhi syarat minimal untuk produksi.
Sedikitnya terdapat 6 nutrisi yang wajib ada di dalam pakan ayam. Antara lain:
  • Air. Saat sedang bertelur, atau usia petelur ayam membutuhkan 1,5 – 2 gram air untuk setiap gram pakan yang dimakan.
  • Protein. Ayam petelur membutuhkan 16 – 17%.
  • Karbohidrat.
  • Lemak. Pada umumya bahan pakan seperti dedak mengandung 2,5% lemak.
  • Mineral.
  • Vitamin.
Kawin Silang Ayam
Dengan adanya banyak jenis ayam di Indonesia, peternak dapat melakukan kawin silang untuk memperoleh keturunan unggulan bernilai tinggi. Caranya dapat Anda pelajari dari peternak senior, instansi pemerintah atau buku.
Vaksinasi ND secara teratur
Tips agar ayam kampung cepat bertelur yang tak kalah vital adalah melakukan vaksinasi ND atau New Castle Disease secara teratur. Vaksin ini untuk mencegah penyakit tetelo atau sampar.


dod ayam kampung sampang


Di waktu yang singkat ini perkenankan kami untuk ikut melengkapi artikel atau pengetahuan tentang cara beternak ayam kampung pedaging. Banyak sudah artikel dan makalah yang ditulis oleh pakar dan ahli dibidangnya dalam masalah ini akan tetapi mengingat anemo masyarakat untuk mengetahui cara beternak yang baik dan praktis maka kami meluangkan waktu untuk bisa menulisnya. Semoga yang sedikit ini dapat memberikan manfaat untuk kita semua.
Mengubah sistem beternak ayam kampung dari sistem ekstensif  ke sistem semi intensif atau intensif memang tidak mudah, apalagi cara beternak sistem tradisional (ekstensif) sudah mendarah daging di masyarakat kita. Akan tetapi kalau dilihat nilai kemanfaatan dan hasil yang dicapai tentu akan menjadi faktor pendorong tersendiri untuk mencoba beternak dengan sistem intensif. Untuk mendapatkan hasil yang optimal dalam usaha beternak ayam kampung, maka perlu kiranya memperhatikan beberapa hal berikut :
1. Bibit
Bibit mempunyai kontribusi sebesar 30% dalam keberhasilan suatu usaha peternakan. Bibit ayam kampung (DOC) dapat diperoleh dengan cara : dengan membeli DOC ayam kampung langsung dari pembibit, membeli telur tetas dan menetaskannya sendiri, atau membeli indukan untuk menghasilkan telur tetas kemudian ditetaskan sendiri baik secara alami atau dengan bantuan mesin penetas. Kami tidak akan menguraikan sisi negatip dan positif cara mendapatkan DOC ayam kampung karena akan memerlukan halaman yang panjang nantinya. Secara singkat DOC ayam kampung yang sehat dan baik mempunyai kriteria sebagai berikut : dapat berdiri tegap, sehat dan tidak cacat, mata bersinar, pusar terserap sempurna, bulu bersih dan mengkilap, tanggal menetas tidak lebih lambat atau cepat.
2. Pakan
Kita ketahui bersama bahwa pakan mempunyai kontribusi sebesar 30% dalam keberhasilan suatu usaha. Pakan untuk ayam kampung pedaging sebenarnya sangat fleksibel dan tidak serumit kalau kita beternak ayam pedaging, petelur atau puyuh sekalipun. Bahan pakan yang bisa diberikan antara lain : konsentrat, dedak, jagung, pakan alternatif seperti sisa dapur/warung, roti BS, mie instant remuk, bihun BS, dan lain sebagainya. Yang terpenting dalam menyusun atau memberikan ransum adalah kita tetap memperhatikan kebutuhan nutrisi ayam kampung yaitu protein kasar (PK) sebesar 12% dan energi metabolis (EM) sebesar 2500 Kkal/kg.
Jumlah pakan yang diberikan sesuai tingkatan umur adalah sebagai berikut :
7 gram/per hari sampai umur 1 minggu
19 gram/per hari sampai umur 2 minggu
34 gram/per hari sampai umur 3 minggu
47 gram/per hari sampai umur 4 minggu
58 gram/per hari sampai umur 5 minggu
66 gram/per hari sampai umur 6 minggu
72 gram/per hari sampai umur 7 minggu
74 gram/per hari sampai umur 8 minggu
Sedangkan air diberikan secara ad libitum (tak terbatas) dan pada tahap-tahap awal pemeliharaan perlu dicampur dengan vitamin+antibiotika.
3. Perkandangan
Syarat kandang yang baik : jarak kandang dengan permukiman minimal 5 m, tidak lembab, sinar matahari pagi dapat masuk dan sirkulasi udara cukup baik. Sebaiknya memilih lokasi yang agak rindang dan terhalangi oleh bangunan atau tembok lain agar angin tidak berhembus langsung ke dalam kandang.
Penyucihamaan kandang dan peralatannya dilakukan secara teratur sebagai usaha biosecurity dengan menggunakan desinfektan yang tepat dan tidak membahayakan bagi ternak itu sendiri. Banyak pilihan jenis desinfektan yang ditawarkan oleh berbagai produsen pembuatan obat.
Ukuran kandang : tidak ada ukuran standar kandang yang ideal, akan tetapi ada anjuran sebaiknya lebar kandang antara 4-8 m dan panjang kandang tidak lebih dari 70 m. Yang perlu mendapat perhatian adalah daya tampung atau kapasitas kandang. Tiap meter persegi sebaiknya diisi antara 45-55 ekor DOC ayam kampung sampai umur 2 minggu, kemudian jumlahnya dikurangi sesuai dengan bertambahnya umur ayam.
Bentuk kandang yang dianjurkan adalah bentuk postal dengan lantai yang dilapisi litter yang terdiri dari campuran sekam, serbuk gergaji dan kapur setebal ± 15 cm. Model atap monitor yang terdiri dari dua sisi dengan bagian puncaknya ada lubang sebagai ventilasi dan bahan atap menggunakan genteng atau asbes.
Pemeliharaan ayam kampung di bagi dalam dua fase yaitu fase starter (umur 1-4 minggu) dan fase finisher (umur 5-8 minggu). Pada fase starter biasanya digunakan kandang bok (dengan pemanas) bisa bok khusus atau juga kandang postal yang diberi pagar. Suhu dalam kandang bok biasanya berkisar antara 30-32°C. Pada fase finisher digunakan kandang ren atau postal seperti model pemeliharaan ayam broiler.
4. Manajemen Pemeliharaan
Manajemen atau tatalaksana pemeliharaan memegang peranan tertinggi dalam keberhasilan suatu usaha peternakan yaitu sekitar 40%. Bibit berkualitas serta pakan yang berkualitas belum tentu memberikan jaminan keberhasilan suatu usaha apabila manajemen pemeliharaan yang diterapkan tidak tepat. Sistem pemeliharaan pada ayam kampung bisa dilakukan dengan 3 cara yaitu :
Ekstensif /tradisional (diumbar), tanpa ada kontrol pakan dan kesehatan
Semi intensif (disediakan kandang dengan halaman berpagar), ada kontrol pakan dan kesehatan ternak akan tetapi tidak ketat
Intensif (dikandangkan seperti ayam ras), ada kontrol pakan dan kesehatan dengan ketat
Model pemeliharaan ayam kampung secara intensif lebih disarankan dari yang lainnya terutama dalam hal kontrol penyakit. Sebenarnya masih banyak lagi manfaat dari cara beternak secara intensif, akan tetapi kami tidak dapat menguraikannya di sini.
5. Pengendalian Penyakit
Hal yang tak kalah pentingnya adalah pengendalian penyakit. Kita semua akan setuju dengan statement “mencegah lebih baik daripada mengobati”. Pencegahan penyakit dapat dilakukan dengan tindakan antara lain :
Menjaga sanitasi lingkungan kandang, peralatan kandang dan manusianya
Pemberian pakan yang fresh dan sesuai kebutuhan ternak
Melakukan vaksinasi secara teratur
Pemilihan lokasi peternakan di daerah yang bebas penyakit
Manajemen pemeliharaan yang baik
Kontrol terhadap binatang lain
Berikut kami uraikan sedikit beberapa jenis penyakit yang kerap menyerang ayam kampung :
a. Tetelo (ND)
Penyebab : paramyxivirus
Gejala : ngorok dan batuk-batuk, gemetaran, kepala berputar-putar, kelumpuhan pada kaki dan sayap, kotoran berwarna putih kehijauan.
Pencegahan : vaksinasi secara teratur, sanitasi kandang, terhadap ayam yang terkena ND maka harus dibakar.
Pengobatan : belum ada
b. Gumboro (gumboro disease)
Penyebab : virus
Gejala : ayam tiba-tiba sakit dan gemetar serta bulu-bulunya berdiri, sangat lesu, lemah dan malas bergerak, diare putih di sekitar anus.
Pencegahan : vaksinasi teratur dan menjaga sanitasi kandang
Pengobatan : belum ada
c. Penyakit cacing ayam (worm disease)
Penyebab : Cacing
Gejala : pertumbuhan terhambat, kurang aktif, bulu kelihatan kusam.
Pencegahan : pemberian obat cacing secara berkala, sanitasi kandang yang baik, penggantian litter kandang secara berkala, dan mencegah serangga yang dapat menjadi induk semang perantara.
Pengobatan : pemberian obat cacing seperti pipedon-x liquid, sulfaquinoxalin, sulfamezatin, sulfamerazin, piperazin dan lain sebagainya
d. Berak kapur (Pullorum)
Penyebab : Bakteri Salmonella pullorum
Gejala : anak ayam bergerombol di bawah pemanas, kepala menunduk, kotoran melekat pada bulu-bulu disekitar anus
Pencegahan : mengusahakan induk terbebas dari penyakit ini, fumigasi yang tepat pada mesin penetas dan kandang
Pengobatan : noxal, quinoxalin 4, coxalin, neo terramycyn  atau lainnya
e. Berak darah (Coccidiosis)
Penyebab : protozoa Eimeria sp.
Gejala : anak ayam terlihat sangat lesu, sayap terkulai, kotoran encer yang warnanya coklat campur darah, bulu-bulu disekitar anus kotor, ayam bergerombol di tepi atau sudut kandang.
Pencegahan : mengusahakan sanitasi yang baik dan sirkulasi udara yang baik pula atau bisa juga dengan pemberian coccidiostat pada makanan sesuai takaran
Pengobatan : noxal, sulfaquinoksalin, diklazuril atau lainnya
6. Pasca Panen dan Pemasaran
Pemasaran ayam kampung pada dasarnya mudah karena disamping jumlah permintaan yang tinggi, harga ayam kampung masih tergolong tinggi dan stabil, sedang produksi masih terbatas. Ayam kampung dapat dijual dalam bentuk hidup atau sudah dipotong (karkas). Rumah tangga, pengepul ayam, pasar tradisional, warung, supermarket sampai hotel berbintang membutuhkan pasokan ayam kampung ini. Harga ayam kampung hidup berkisar antara Rp 19.000 - Rp 22.000/ekor di tingkat peternak.
7. Pengelolaan Produksi
Sebagai seorang peternak yang profesional maka perlu untuk menjaga agar produksi yang kita lakukan dapat memenuhi standar kualitas dan kontinuitas produk. Maka diperlukan pengelolaan atau pengaturan produksi agar usaha kita dapat berproduksi secara kontinyu. Untuk kekontinuitasan usaha perlu pengaturan dan penjadwalan secara teratur kapan DOC masuk dan kapan ayam di panen, karena hal itu lebih disukai oleh pengepul atau mitra kerja kita daripada hanya sekali panen dalam jumlah banyak. Tapi perlu diingat juga bahwa pengelolaan produksi sangat terkait dengan modal, ketersediaan kandang, jumlah ketersediaan DOC, dan jumlah permintaan ayam siap panen.


Jumat, 24 Maret 2017

5 penyakit mematikan ayam kampung




Ternak Ayam Kampung adalah salah satu wirausaha ternak yang dapat di jalani dengan modal yang tidak terlalu besar.
Di pedesaan, kita bisa melihat hampir setiap halaman ada ayam kampung yang berkeliaran.
Sistem ternak ayam kampung yang di jalani kebanyakan warga di pedesaan masih menggunakan sistem beternak ayam kampung dengan cara tradisional. Hal ini di karenakan kurangnya informasi yang didadat oleh warga pedesaan.

Dalam dunia peternakan ayam kampung, ada beberapa penyakit mematikan yang sering tidak dapat di identifikasi jenis penyakitnya oleh warga.
Banyak warga yang masih belum memiliki pengetahuan mengenai jenis-jenis penyakit dan pengobatannya. Sebenarnya apabila hal ini di ketahui lebih dini, maka kematian pada ayam kampung ternak mereka bisa di antisipasi.

Jenis-jenis penyakit mematikan pada ayam kampung sebenarnya adalah penyakit-penyakit yang terjadi sudah sekian lama, dan hampir selalu menyerang peternakan ayam kampung warga desa pada musim-musim tertentu.
Karena jumlah populasi ternak yang relatif sedikit dan dalam menghitung angka kematian masih me nggunakan jumlah satuan, maka kematian ayam kampung bagi warga dianggap suatu hal yang biasa.  Ini akan berbeda sekali apabila kita menggunakan perhitungan kematian ayam kampung akibat terserang penyakit mematikan ini menggunakan hitungan prosentase, kita akan dapat segera merasakan besar atau kecilnya tingkat kematian suatu ternak.

Dari waktu ke waktu,  jenis-jenis penyakit mematikan pada ayam kampung adalah sebagai berikut.
Berikut ini adalah 5 Penyakit Mematikan Pada Ayam Kampung yang wajib Ada ketahui.

5.HSS (Heat Stress Syndrom)
Sebenarnya ini bukan penyakit, akan tetapi HSS merupakan salah satu mesin pembunuh bagi ayam kampung.
HSS juga menjadi salah satu pintu gerbang masuknya penyakit-penyakit yang lain pada peternakan ayam kampung.
HSS di sebabkan oleh temperatur udara yang sangat tinggi pada siang hari, dan cukup rendah pada malam hari.
Biasanya HSS muncul ketika selisih temperatur udara antara siang (jam 12 siang) dengan malam jam 12malam, memiliki selisih temperatur melebihi 10 derajat celcius.

Kematian pada ayam kampung yang di sebabkan oleh HSS tidak terjadi secara serentak, tapi dalam jumlah yang banyak.
Untuk mengantisipasi terjadinya HSS pada peternakan ayam kampung, Anda dapat merubah pola makan hariannya. Porsi makan pada sore hari di usahakan lebih di perbanyak di banding porsi makan pada pagi atau siang hari.
Penggunaan vitamin juga sangat di anjurkan ketika musim peralihan datang. HSS sering terjadi pada musim peralihan.

4. Coryza
Penyakit Coryza atau Snot ini sampai sekarang adalah penyakit pada ayam kampung yang masih sangat sering terjadi.
Penyakit ini menyerang ternak ayam kampung pada musim peralihan kemarau menuju hujan.
Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya penyakit ini. Penyakit ini sudah pernah di bahas pada artikel yang berjudul; "Mengobati Ayam Yang Kepalanya Bengkak" 
Penyakit ini memang tidak secara langsung membunuh ayam kampung yang kita ternak, akan tetapi apabila kita terlambat dalam menanganinya, penyakit coryza juga menjadi salah satu ancaman dalam beternak ayam kampung.
Untuk mengatasi penyakit ini, dapat di lakukan vaksinasi pada DOC, dan sayangnya vaksin coryza ini belum ada vaksin aktifnya, jadi harus rutin melakukan vaksinasi selama 3 bulan sekali.

Kematian pada ayam kampung yang di sebabkan oleh coryza tidak terjadi secara serempak, akan tetapi terjadi dalam jumlah yang banyak. Terutama untuk ayam yang masih muda.

3.Tetelo (Newcastle Desease)
Tetelo adalah salah satu dari 5 Penyakit Mematikan Pada Ayam Kampung yang sangat merugikan. Kalau ayam yang terserang penyakit mati, kita sudah pasti akan mengubur atau membakarnya. Akan tetapi penyakit yang disebabkan oleh virus ND ini tidak selalu membunuh ayam. Ini lah awal bencana yang tidak pernah disadari oleh peternak ayam kampung.
Apabila ayam  kampung yang terserang tetelo atau ND ini sembuh, dan masih di pelihara, ayam tersebut menjadi agen penyebar penyakit ND tersebut kepada ayam-ayam yang lain di kemudian hari.
Dan telur-telur yang di hasilkannya pun akan membawa gen penderita virus ND. Jadi sebaiknya kalau salah satu ayam Anda ada yang terserang penyakit ini dan kemudian "terlihat sembuh", lebih baik di jual atau di jadikan hidangan di meja makan saja, daripada menjadi agen penyakit dalam peternakan ayam kampung Anda di kemudian hari.
Lebih seringnya, peternakan ayam yang terserang tetelo atau ND, kematian yang terjadi dalam jumlah banyak.

Untuk mencegah penyakit tetelo, dapat di lakukan vaksinasi pada DOC ayam kampung Anda.
Vaksin ND adalah vaksin aktif, jadi vaksin yang kita suntikkan atau di teteskan kedalam mata ayam ini akan hidup di dalam tubuh ayam.

2. Gumboro (Infectious Bursal Disease =IBD)
Penyakit ini sangat mengerikan, ayam yang terserang penyakit gumboro akan kehilangan kekebalan tubuhnya, dan akan sangat rentan terhadap penyakit-penyakit lain, dapat di katakan, penyakit GUMBORO adalah AIDS nya ayam.
Ayam yang paling banyak terserang adalah kelompok umur 3 sampai 6 minggu, sedangkan ayam yang berumur kurang dari 2 minggu biasanya tidak menunjukkan gejala klinis tetapi dapat bersifat imunosupresif.

Penyakit gumboro ini sangat menular, penularan dapat terjadi langsung melalui kontak langsung antara ayam yang sehat dengan   ayam yang sakit.

Untuk mengantisipasi jenis penyakit ini dapat di lakukan vaksinasi gumboro.


1.Flu Burung
Flu burung adalah momok yang paling menakutkan di masyarakat desa, kalau banyak ayam yang mati secara serempak, mereka akan menyimpulkan bahwa ayamnya terserang flu burung. Padalah belum tentu demikian.

Kematian pada ternak ayam yang di sebabkan oleh Virus H5N1 ini sangat menakutkan, kematian sering terjadi serempak.
Penyakit ini bisa di antisipasi dengan melakukan vaksinasi, akan tetapi sangat di sayangkan, vaksin untuk flu burung sampai sekarang belum dapat di beli di toko-toko penyedia pakan ternak.

Untuk menghindari penyakit ini adalah dengan cara menjaga kebersihan kandang secara teratur.