Tampilkan postingan dengan label ayam buras petelur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ayam buras petelur. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 Mei 2017

bibit ayam kampung kendal

Mengenal Ciri-Ciri Ayam Kampung Super


Ayam kampung Super adalah ayam kampung yang berasal dari hasil persilangan antara ayam petelur dan ayam kampung. Inovasi penemuan ayam kampung super ini disebabkan karena banyaknya para peternak yang mengeluh karena lamanya menikmati hasil dari budidaya ayam kampung. Dengan penemuan ayam ini, dapat memberi jawaban bagi para peternak. Ayam kampung super dapat dipanen hasilnya dengan kurun waktu 45-60 hari.
Ayam kampung super memang ditujukan untuk para peternak agar mereka cepat memanen hasilnya. Ayam kampung biasa memang relatif lebih lama untuk dapat menikmati hasilnya, karena hal itu disebabkan cara pemeliharaannya yang masih sederhana.
Bagaimana cara mengetahui ciri-ciri ayam kampung super?
Ternak ayam kampung super memang menjadi salah satu jawaban dari permasalahan lambatnya pertumbuhan ayam kampung. perkembangbiakkan ayam kampung super memang dimulai di Indonesia. Dengan ciri khas pertumbuhannya yang cepat ini memang yang membuat para peternak Indonesia memilih ayam kampung super yang dipilih untuk dibudidayakannya.
Di Indonesia pada umumnya dalam berbudidaya ayam kampung super dilakukan dengan sistem umbaran dan intensif. Dengan sistem umbaran, ayam akan dibiarkan untuk mencari makanan sendiri. Cara ini tentunya kurang efektif produktivitas yang dihasilkan juga kurang optimal. Dengan sistem intensif para peternak akan lebih memperhatikan kualitas pakan, pemeliharaan serta perkembangannya, ayam yang diberikan pakan  yang berkualitas akan memiliki tingkat produktivitas yang tinggi
Berikut 11 Ciri-Ciri Ayam Kampung Super :
  1. Ukuran DOC lebih besar
  2. Memiliki warna yang dominan yaitu putih dan kuning, dan beberapa muncul warna coklat, abu-abu dan hitam
  3. Ayam kampung super relatif lebih kuat dalam masa awal pemeliharaannya
  4. Tahan Penyakit
  5. Lincah
  6. Berkokok
  7. Bertengger
  8. Tingkat kematian ayam kampung juga relatif rendah dibanding dengan ayam kampung biasa
  9. Masa panen berkisar antara 45-60 hari
  10. Harga ayam kampung super memang relatif lebih murah, akan tetapi pakan otomatis yang dihabiskan akan lebih sedikit
  11. Memiliki kemampuan bertelur secara terus menerus seperti ayam ras, tetapi tidak memiliki sifat mengeram

Sabtu, 25 Maret 2017

bibit ayam kampung ponorogo


Ayam kampung mempunyai prospek yang cukup bagus sehingga banyak orang mulai memeliharanya.
Pandangan masyarakat
Masyarakat Indonesia masih sangat menyukai ayam kampung. Mereka menganggap ayam kampung lebih unggul dibanding ayam ras. Hal itu menyebabkan masa depan ayam kampung sangatlah baik.
Kebutuhan protein dan gizi hewan
Manusia membutuhkan asupan protein hewani, yang salah satunya dapat dipenuhi dari telur dan daging ayam. Kandungan protein daging ayam hampir sama dengan daging sapi, dan lebih baik dari telur ayam dan susu sapi.
Ayam termasuk hewan yang berdaging putih sehingga kandungan lemaknya lebih rendah dibanding daging merah, asalkan ayam tersebut tidak diberi pakan konsentrat yang menyebabkan adanya timbunan lemak di tubuhnya.
Telur ayam kampung mengandung kalori, protein, zat besi, retinol (Vitamin A), karbohidrat, thiamin, Vitamin E, lemak omega-3, vitamin C, vitamin D, betakaroten, protein, lecihtin. Selain mengandung sumber energi juga mengandung sumber protein yang cukup tinggi. Energi dipakai untuk mengganti energi yang digunakan untuk beraktivitas dan berpikir, sedangkan protein di perlukan untuk mengganti bagian organ yang rusak.
Setiap 100 gram daging ayam kampung mengandung 74% air, 22% protein, 13 mg zat kalsium, 190 mg zat fosfor dan 1,5 mg zat besi. Juga mengandung pitamin A, vitamin C, dan E. Daging ayam selain berkadar lemak rendah, dengan asam lemak tidak jenuh, merupakan protein paling ideal bagi anak kecil, orang setengah baya dan orang lanjut usia, penderita penyakit pembuluh darah jantung dan orang yang lemah pasca sakit.

  • Kondisi daging
Daging ayam kampung memilikI teskturyang lebih kompak dan kenyal sehingga bila dimasak tidak cepat lembek. Bila diberi pakan yang baik, dagingnya tidak banyak mengandunglemak.

  • Harga di pasaran
Harga ayam kampung di pasar masih bagus. Bila di banding harga ayam ras, harga ayam kampung jauh lebih mahal. Namun bila di bandingkan dengan harga daging sapi dan kambing, harga ayam kampung masih lebih rendah, sehingga lebih terjangkau.

  •  Belum banyak diternak secara intensif
Ayam kampung belum banyak yang diternakan secara intensif dengan sekala yang relatif besar. Ada yang mengusahakan untuk menternakan namun hanya dalam sekala kecil hingga sedang.
Jadi peluang usaha ternak ayam kampung sangatlah menjanjikan untuk meraih kesuksesan.

  • Lebih mampu beradaptasi
Ayam kampung lebih mudah menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan, lebih tahan dengan perubahan lingkungan dan musim. Untuk dipelihara dengan sekala rumahan lebih cocok.
Mengenal ayam 
Ayam kampung (Gallus domesticus) sebenarnya berasal dari keturunan ayam hutan(Gellus varius-varius Linaeus). Nenek moyang ayam kampung yang sekarang diternakan belum jelas betul. Ada dugaan bahwa ayam kampung di Indonesia merupakan hasil domestikasi dari negara lain seperti china dan India.
Klasifikasi

Ayam kampung memiliki klasifikasi sebagai berikut;
Kingdom : Animalia
Filum      : Chordata
Kelas      : Aves
Ordo       : Galiformes
Famili     : Phasianidea
Genus     : Gallus
Sepesies : Gallus gallus 
Untuk membudidayakan ayam kampung belum ada pembedaan antara ayam kampung pedaging dengan ayam kampung petelor. Kebanyakan ayam kampung memiliki dwifungsi, sebagai ayam petelor dan ayam pedaging/sayur/potong.
Perkembangan ayam kampung di Indonesia terjadi antara sesama atau antar lokal dan belum terjadi perkawinan dengan ayam ras. Perkembangan dengan pemuliaan atau perbaikan genetik belum banyak dilakukan.
Ada beberapa jenis ayam lokal yang telah teridentifikasi masuk dalam rumpun ayam pelung, kedu, kinanten, sumatera, bekisar, sentul, nunukan, cemani, walik maleo, tukung, ayunai, melayu, tolaki, nusa penida, sedayu, olagan, merawas, alas, japer.
Ayam kampung yang sekarang kita kenal memiliki ciri khas bentuk badan cenderung ramping, tidak gemuk, tubuh agak tinggi, tegap, dada rata dengan ukuran kecil. Berat ayam kampung dewasa berkisar 1-1,6 kg, di capai pada umur 4-8 bulan.
Bulu ayam kampung tidak memiliki warna khusus, tetapi sangat bervariasi, mulai dari kemerahan, merah gelap, coklat, putih, kuning, atau kombinasi seberapa warna.

Jumat, 24 Maret 2017

5 penyakit mematikan ayam kampung




Ternak Ayam Kampung adalah salah satu wirausaha ternak yang dapat di jalani dengan modal yang tidak terlalu besar.
Di pedesaan, kita bisa melihat hampir setiap halaman ada ayam kampung yang berkeliaran.
Sistem ternak ayam kampung yang di jalani kebanyakan warga di pedesaan masih menggunakan sistem beternak ayam kampung dengan cara tradisional. Hal ini di karenakan kurangnya informasi yang didadat oleh warga pedesaan.

Dalam dunia peternakan ayam kampung, ada beberapa penyakit mematikan yang sering tidak dapat di identifikasi jenis penyakitnya oleh warga.
Banyak warga yang masih belum memiliki pengetahuan mengenai jenis-jenis penyakit dan pengobatannya. Sebenarnya apabila hal ini di ketahui lebih dini, maka kematian pada ayam kampung ternak mereka bisa di antisipasi.

Jenis-jenis penyakit mematikan pada ayam kampung sebenarnya adalah penyakit-penyakit yang terjadi sudah sekian lama, dan hampir selalu menyerang peternakan ayam kampung warga desa pada musim-musim tertentu.
Karena jumlah populasi ternak yang relatif sedikit dan dalam menghitung angka kematian masih me nggunakan jumlah satuan, maka kematian ayam kampung bagi warga dianggap suatu hal yang biasa.  Ini akan berbeda sekali apabila kita menggunakan perhitungan kematian ayam kampung akibat terserang penyakit mematikan ini menggunakan hitungan prosentase, kita akan dapat segera merasakan besar atau kecilnya tingkat kematian suatu ternak.

Dari waktu ke waktu,  jenis-jenis penyakit mematikan pada ayam kampung adalah sebagai berikut.
Berikut ini adalah 5 Penyakit Mematikan Pada Ayam Kampung yang wajib Ada ketahui.

5.HSS (Heat Stress Syndrom)
Sebenarnya ini bukan penyakit, akan tetapi HSS merupakan salah satu mesin pembunuh bagi ayam kampung.
HSS juga menjadi salah satu pintu gerbang masuknya penyakit-penyakit yang lain pada peternakan ayam kampung.
HSS di sebabkan oleh temperatur udara yang sangat tinggi pada siang hari, dan cukup rendah pada malam hari.
Biasanya HSS muncul ketika selisih temperatur udara antara siang (jam 12 siang) dengan malam jam 12malam, memiliki selisih temperatur melebihi 10 derajat celcius.

Kematian pada ayam kampung yang di sebabkan oleh HSS tidak terjadi secara serentak, tapi dalam jumlah yang banyak.
Untuk mengantisipasi terjadinya HSS pada peternakan ayam kampung, Anda dapat merubah pola makan hariannya. Porsi makan pada sore hari di usahakan lebih di perbanyak di banding porsi makan pada pagi atau siang hari.
Penggunaan vitamin juga sangat di anjurkan ketika musim peralihan datang. HSS sering terjadi pada musim peralihan.

4. Coryza
Penyakit Coryza atau Snot ini sampai sekarang adalah penyakit pada ayam kampung yang masih sangat sering terjadi.
Penyakit ini menyerang ternak ayam kampung pada musim peralihan kemarau menuju hujan.
Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya penyakit ini. Penyakit ini sudah pernah di bahas pada artikel yang berjudul; "Mengobati Ayam Yang Kepalanya Bengkak" 
Penyakit ini memang tidak secara langsung membunuh ayam kampung yang kita ternak, akan tetapi apabila kita terlambat dalam menanganinya, penyakit coryza juga menjadi salah satu ancaman dalam beternak ayam kampung.
Untuk mengatasi penyakit ini, dapat di lakukan vaksinasi pada DOC, dan sayangnya vaksin coryza ini belum ada vaksin aktifnya, jadi harus rutin melakukan vaksinasi selama 3 bulan sekali.

Kematian pada ayam kampung yang di sebabkan oleh coryza tidak terjadi secara serempak, akan tetapi terjadi dalam jumlah yang banyak. Terutama untuk ayam yang masih muda.

3.Tetelo (Newcastle Desease)
Tetelo adalah salah satu dari 5 Penyakit Mematikan Pada Ayam Kampung yang sangat merugikan. Kalau ayam yang terserang penyakit mati, kita sudah pasti akan mengubur atau membakarnya. Akan tetapi penyakit yang disebabkan oleh virus ND ini tidak selalu membunuh ayam. Ini lah awal bencana yang tidak pernah disadari oleh peternak ayam kampung.
Apabila ayam  kampung yang terserang tetelo atau ND ini sembuh, dan masih di pelihara, ayam tersebut menjadi agen penyebar penyakit ND tersebut kepada ayam-ayam yang lain di kemudian hari.
Dan telur-telur yang di hasilkannya pun akan membawa gen penderita virus ND. Jadi sebaiknya kalau salah satu ayam Anda ada yang terserang penyakit ini dan kemudian "terlihat sembuh", lebih baik di jual atau di jadikan hidangan di meja makan saja, daripada menjadi agen penyakit dalam peternakan ayam kampung Anda di kemudian hari.
Lebih seringnya, peternakan ayam yang terserang tetelo atau ND, kematian yang terjadi dalam jumlah banyak.

Untuk mencegah penyakit tetelo, dapat di lakukan vaksinasi pada DOC ayam kampung Anda.
Vaksin ND adalah vaksin aktif, jadi vaksin yang kita suntikkan atau di teteskan kedalam mata ayam ini akan hidup di dalam tubuh ayam.

2. Gumboro (Infectious Bursal Disease =IBD)
Penyakit ini sangat mengerikan, ayam yang terserang penyakit gumboro akan kehilangan kekebalan tubuhnya, dan akan sangat rentan terhadap penyakit-penyakit lain, dapat di katakan, penyakit GUMBORO adalah AIDS nya ayam.
Ayam yang paling banyak terserang adalah kelompok umur 3 sampai 6 minggu, sedangkan ayam yang berumur kurang dari 2 minggu biasanya tidak menunjukkan gejala klinis tetapi dapat bersifat imunosupresif.

Penyakit gumboro ini sangat menular, penularan dapat terjadi langsung melalui kontak langsung antara ayam yang sehat dengan   ayam yang sakit.

Untuk mengantisipasi jenis penyakit ini dapat di lakukan vaksinasi gumboro.


1.Flu Burung
Flu burung adalah momok yang paling menakutkan di masyarakat desa, kalau banyak ayam yang mati secara serempak, mereka akan menyimpulkan bahwa ayamnya terserang flu burung. Padalah belum tentu demikian.

Kematian pada ternak ayam yang di sebabkan oleh Virus H5N1 ini sangat menakutkan, kematian sering terjadi serempak.
Penyakit ini bisa di antisipasi dengan melakukan vaksinasi, akan tetapi sangat di sayangkan, vaksin untuk flu burung sampai sekarang belum dapat di beli di toko-toko penyedia pakan ternak.

Untuk menghindari penyakit ini adalah dengan cara menjaga kebersihan kandang secara teratur.

Selasa, 21 Maret 2017

dod ayam kampung gresik


Ayam adalah binatang yang sering dipelihara. Selain bisa dimakan, baik itu daging maupun telur, Ayam sering menjadi mata pencaharian bagi sebagian orang. Baik itu telur, maupun ayam itu sendiri. 
Kita dapat menjumpainya di pasar, di peternakan, maupun di rumah masyarakat. 
Hewan ini tergolong Ovivipar (Hewan Bertelur), dan juga Omnivora. 

1. Tergolong hewan omnivora. 
2. Termasuk hewan unggas. 
3. Ovivipar (hewan yang bertelur) 
4. Memiliki bulu yang beragam (merah, hitam, putih, dll.)
5. Memiliki jengger berwarna merah di atas dan di bawah kepala. 
6. Memiliki sepasang kaki yang ramping dan ditumbuhi sisik. 
7. Memiliki cakar untuk mengais dan sebagai alat perlindungan diri dari musuh. 
8. Memiliki paruh yang runcing. 
9. Memiliki sepasang mata di samping kepala. 
10. Mwmiliki sayap (tetapi tidak bisa digunakan untuk terbang) 
11. Hanya ayam jantan yang bisa berkokok. 
12. Dapat bertelur hingga 8-12 butir. 
13. Mengerami telur hingga 21 hari. 
Ciri-Ciri Umum Ayam Adalah :

Ayam Jantan 
·                     Berukuran lebih besar dari ayam betina
·                     Memiliki Jalu panjang, 
·                     Memiliki Jengger lebih besar,
·                     Bulu Ekornya panjang dan menjuntai

Ayam Betina
·                     Berukuran kecil, 
·                     Memiliki Jalu pendek, terkadang tidak memiliki jalu
·                     Memiliki Jengger kecil
·                     Bulu ekor pendek

Jenis-Jenis Ayam Berdasarkan Fungsinya

Banyaknya keturuanan ayam yang populer umumnya dipelihara atau diternakkan untuk diambil daging dan telurnya. Berdasarkan hal tersebut ayam dibagi menjadi 3 jenis berdasarkan produktivitas dan fungsinya, yang dicirikan sebagai berikut :

1. Ayam Petelur
·                     Bobot relatif kecil
·                     Seksualitas baik
·                     Mulai Bertelur 5-6 bulan
·                     Memiliki lemak yang sedikit 
Contoh ayam petelur adalah Leghorn, Minorca, Ancona, Fayoumi, Lohmann

2. Ciri-Ciri Ayam Pedaging
·                     Bobot relatif besar
·                     Membutuhkan asupan makanan yang tinggi
·                     Pertumbuhan sangat cepat
·                     Mengandung banyak lemak pada tubuhnya
Contoh ayam pedaging adalah starbro, plymouth rock, cornish, sussex

3. Ciri-Ciri Ayam Dwiguna (Petelur dan Pedaging)
·                     Memiliki ukuran bobot relatif sedang
·                     Induk betina memiliki kecenderungan untuk mengerami telur
·                     Pertumbuhan sangat baik
Contoh ayam dwiguna adalah Rhode Island Red, Australorp, New Hampshire


jual bibit ayam kampung gresik


Ayam adalah binatang yang sering dipelihara. Selain bisa dimakan, baik itu daging maupun telur, Ayam sering menjadi mata pencaharian bagi sebagian orang. Baik itu telur, maupun ayam itu sendiri. 
Kita dapat menjumpainya di pasar, di peternakan, maupun di rumah masyarakat. 
Hewan ini tergolong Ovivipar (Hewan Bertelur), dan juga Omnivora. 

1. Tergolong hewan omnivora. 
2. Termasuk hewan unggas. 
3. Ovivipar (hewan yang bertelur) 
4. Memiliki bulu yang beragam (merah, hitam, putih, dll.)
5. Memiliki jengger berwarna merah di atas dan di bawah kepala. 
6. Memiliki sepasang kaki yang ramping dan ditumbuhi sisik. 
7. Memiliki cakar untuk mengais dan sebagai alat perlindungan diri dari musuh. 
8. Memiliki paruh yang runcing. 
9. Memiliki sepasang mata di samping kepala. 
10. Mwmiliki sayap (tetapi tidak bisa digunakan untuk terbang) 
11. Hanya ayam jantan yang bisa berkokok. 
12. Dapat bertelur hingga 8-12 butir. 
13. Mengerami telur hingga 21 hari. 
Ciri-Ciri Umum Ayam Adalah :

Ayam Jantan 
·                     Berukuran lebih besar dari ayam betina
·                     Memiliki Jalu panjang, 
·                     Memiliki Jengger lebih besar,
·                     Bulu Ekornya panjang dan menjuntai

Ayam Betina
·                     Berukuran kecil, 
·                     Memiliki Jalu pendek, terkadang tidak memiliki jalu
·                     Memiliki Jengger kecil
·                     Bulu ekor pendek

Jenis-Jenis Ayam Berdasarkan Fungsinya

Banyaknya keturuanan ayam yang populer umumnya dipelihara atau diternakkan untuk diambil daging dan telurnya. Berdasarkan hal tersebut ayam dibagi menjadi 3 jenis berdasarkan produktivitas dan fungsinya, yang dicirikan sebagai berikut :

1. Ayam Petelur
·                     Bobot relatif kecil
·                     Seksualitas baik
·                     Mulai Bertelur 5-6 bulan
·                     Memiliki lemak yang sedikit 
Contoh ayam petelur adalah Leghorn, Minorca, Ancona, Fayoumi, Lohmann

2. Ciri-Ciri Ayam Pedaging
·                     Bobot relatif besar
·                     Membutuhkan asupan makanan yang tinggi
·                     Pertumbuhan sangat cepat
·                     Mengandung banyak lemak pada tubuhnya
Contoh ayam pedaging adalah starbro, plymouth rock, cornish, sussex

3. Ciri-Ciri Ayam Dwiguna (Petelur dan Pedaging)
·                     Memiliki ukuran bobot relatif sedang
·                     Induk betina memiliki kecenderungan untuk mengerami telur
·                     Pertumbuhan sangat baik
Contoh ayam dwiguna adalah Rhode Island Red, Australorp, New Hampshire