Tampilkan postingan dengan label kandang ayam jawa super. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kandang ayam jawa super. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 April 2017

dod ayam kampung kebumen


Cara Mencegah Berbagai Penyakit Ayam Kampung

Masalah serius dari peternakan ayam kampung adalah timbulnya berbagai penyakit. Seiring dengan musim kemarau yang berkempanjangan tentu akan menimbulkan berbagai penyakit pula. Untuk itu langkah terbaik dalam beternak ayam adalah mencegah berbagai penyakit ayam. Dengan mencegah akan lebih baik dari pada mengobati bukan?
Banyak penyakit datang dari fasilitas kandang yang kurang baik. Untuk itu langkah mencegah datangnya penyakit adalah sanitasi atau kebersihan kandang itu sendiri. Dengan begitu ancaman dari virus dan bakteri yang merugikan semakin ditekan sehingga penyakit dapat dihindari. Adapun cara mencegah penyakit pada ayam kampung adalah sebagai berikut :
1. Berilah abu atau bahan lain yang dapat menyerap air dari kotoran ayam. Letakkan dimana terdapat penumpukan kotoran ayam. Biasanya di bawah tempat bertengger atau di bawah sarang bertelur. Cara ini dilakukan dengan maksud mengurangi kelembaban atau air pada kotoran. Sehingga virus dan bakteri tidak akan berkembang. Bahan lain yang dapat digunakan adalah kapur atau gamping (bahasa jawa). Bila ingin dijadikan kompos taruh kulit padi atau gabah (bahasa jawa). Usahakan lantai atau litter dalam keadaan kering.

2. Di dalam kandang usahakan udara dapat keluar masuk dengan bebas.
Artinya usahakan kandang memiliki ventilasi atau saluran udara yang cukup. Dengan demikian udara atau bahkan penyakit dapat bersirkulasi dengan baik. Cara ini dimaksudkan untuk ayam mendapat udara yang selalu baru dan dapat mencegah timbulnya berbagai penyakit. Kandang yang terlalu tertutup atau bahkan redup akibat kurangnya udara dan cahaya yang cukup mengakibatkan ayam kurang nafsu makan.

3. Gantilah air setiap paling lama 2-3 hari 1X.
Air harus dalam keadaan yang bersih dan bebas dari tanah atau kotoran ayam. Biasanya untuk kandang model litter akan rawan terhadap air kotor. Jadi pastikan air selalu diganti. Air yang bersih mengurangi tersumbatnya hidung ayam karena biasanya ayam akan mencelupkan paruhnya sampai ke hidungnya. Dengan begitu penyakit dapat dicegah terutama untuk pernapasan.

4. Sarang bertelur (induk) bisanya adalah tempat yang selalu kotor.
Terutama setelah menetas, biasanya akan timbul hewan kecil seperti mreki (bahasa jawa). Untuk itu sarang hanya 1x pakai, bakar sarang tersebut dan ganti dengan yang baru. Tidak hanya itu, sarang bertelur yang pada umumnya lembab akan muncul nyamuk yang juga bersarang di bawahnya. Semprotlah dengan desinfektan atau air daun sirih untuk pencegahan timbulnya penyakit.

5. Pisahkan ayam yang sakit atau isolasikan ke tempat yang jauh dari ayam-ayam sehat.
Dengan mengisolasi ayam yang sakit akan memutus rantai penularan bibit penyakit ayam. Ayam yang sakit biasanya akan berakibat dengan perkembangannya. Untuk itu cara penanggulangannya adalah mengobati dan memacu pertumbuhannya. Dengan kata lain saat ayam yang sakit kita pisahkan langkah yang kita lakukan adalah mengobati penyakit dan memacu dari pakan agar mengejar pertumbuhan dari ayam-ayam yang sehat.


6. Jangan membeli ayam yang sakit
Ayam yang sakit biasanya didapat dari hasil transportasi atau dari penjual ayam. Untuk itu bila terlanjur dibeli usahakan jangan ditaruh di kandang dahulu. Isolasikan setiap ayam baru sebelum ditaruh di kandang bersama ayam lama meski berada di kandang yang berbeda. Dengan adanya ayam baru yang sakit merupakan langkah awal munculnya penyakit.

7. Karakter asli ayam kampung adalah mengais atau menceker-ceker tanah dengan kakinya.
Dengan begitu kaki ayam menjadi rawan tercemarnya penyakit. Banyak penyakit dimulai dari kaki kotor seperti bubul ayam. Bila kaki ayam kotor atau sakit bubul ayam semprotlah dengan air garam dan bawang putih. Tapi ingat, jangan langsung di goreng ya! :D

8. Cegah datangnya penyakit dengan menghindari tergenangnya air di kandang ayam. 
Air yang menggenang atau kelembaban yang berlebih dapat menjadi sarang berbagai penyakit atau nyamuk yang dapat merugikan ayam di dalam kandang. Kelembaban di dalam kandang yang berlebih mengakibatkan ayam kurang bergerak lincah dan ayam hanya merenung.
9. Kubur ayam yang mati.
Biasanya malah di bakar, tapi menurut kami ayam yang dibakar menjadi pembawa atau penyebar penyakit karena udara yang dihasilkan dari pembakaran ayam yang mati. Dengan mengubur ayam maka tidak akan menimbulkan penyakit namun malah kebalikannya yaitu sebagai pupuk. Kuburlah ayam yang mati di sekitar pohon seperti pisang dan lainnya.

10. Usahakan membersihkan kandang ayam setiap hari.
Sapulah kotoran ayam dengan sapu lidi dan pinggirkan kotoran ayam. Kotoran yang menumpuk di kandang akan menyebabkan bau yang menyengat dan hidupnya bibit penyakit.

11. Berilah tanaman sebagai penyejuk di sekitar kandang.
Ada banyak pilihan yang dapat kita gunakan. Misalnya tanaman anti serangga, dan lainnya. Dengan cara ini dimaksudkan memberi sejuk kandang dan menyerap bibit penyakit. Tanaman ditempatkan di pinggir kandang dan usahakan tanaman yang ada di kandang adalah tanaman yang apabila dimakan ayam akan aman. Seperti sifat ayam yang akan memakan dedaunan di sekitarnya.

12. Pisahkan antara tempat bertengger/nangkring dari tempat bertelur.
Jika sarang bertelur dekat dengan tempat bertengger maka kotoran akan jatuh pada sarang ayam yang dapat merugikan ayam terutama telur yang dierami tersebut.




Jumat, 24 Maret 2017

jual dod ayam kampung malang


Dalam dunia peternakan ayam kampung, ada beberapa penyakit mematikan yang sering tidak dapat di identifikasi jenis penyakitnya oleh warga.
Banyak warga yang masih belum memiliki pengetahuan mengenai jenis-jenis penyakit dan pengobatannya. Sebenarnya apabila hal ini di ketahui lebih dini, maka kematian pada ayam kampung ternak mereka bisa di antisipasi.

Jenis-jenis penyakit mematikan pada ayam kampung sebenarnya adalah penyakit-penyakit yang terjadi sudah sekian lama, dan hampir selalu menyerang peternakan ayam kampung warga desa pada musim-musim tertentu.
Karena jumlah populasi ternak yang relatif sedikit dan dalam menghitung angka kematian masih me nggunakan jumlah satuan, maka kematian ayam kampung bagi warga dianggap suatu hal yang biasa.  Ini akan berbeda sekali apabila kita menggunakan perhitungan kematian ayam kampung akibat terserang penyakit mematikan ini menggunakan hitungan prosentase, kita akan dapat segera merasakan besar atau kecilnya tingkat kematian suatu ternak.

Dari waktu ke waktu,  jenis-jenis penyakit mematikan pada ayam kampung adalah sebagai berikut.
Berikut ini adalah 5 Penyakit Mematikan Pada Ayam Kampung yang wajib Ada ketahui.

5.HSS (Heat Stress Syndrom)
Sebenarnya ini bukan penyakit, akan tetapi HSS merupakan salah satu mesin pembunuh bagi ayam kampung.
HSS juga menjadi salah satu pintu gerbang masuknya penyakit-penyakit yang lain pada peternakan ayam kampung.
HSS di sebabkan oleh temperatur udara yang sangat tinggi pada siang hari, dan cukup rendah pada malam hari.
Biasanya HSS muncul ketika selisih temperatur udara antara siang (jam 12 siang) dengan malam jam 12malam, memiliki selisih temperatur melebihi 10 derajat celcius.

Kematian pada ayam kampung yang di sebabkan oleh HSS tidak terjadi secara serentak, tapi dalam jumlah yang banyak.
Untuk mengantisipasi terjadinya HSS pada peternakan ayam kampung, Anda dapat merubah pola makan hariannya. Porsi makan pada sore hari di usahakan lebih di perbanyak di banding porsi makan pada pagi atau siang hari.
Penggunaan vitamin juga sangat di anjurkan ketika musim peralihan datang. HSS sering terjadi pada musim peralihan.

4. Coryza
Penyakit Coryza atau Snot ini sampai sekarang adalah penyakit pada ayam kampung yang masih sangat sering terjadi.
Penyakit ini menyerang ternak ayam kampung pada musim peralihan kemarau menuju hujan.
Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya penyakit ini. Penyakit ini sudah pernah di bahas pada artikel yang berjudul; "Mengobati Ayam Yang Kepalanya Bengkak" 
Penyakit ini memang tidak secara langsung membunuh ayam kampung yang kita ternak, akan tetapi apabila kita terlambat dalam menanganinya, penyakit coryza juga menjadi salah satu ancaman dalam beternak ayam kampung.
Untuk mengatasi penyakit ini, dapat di lakukan vaksinasi pada DOC, dan sayangnya vaksin coryza ini belum ada vaksin aktifnya, jadi harus rutin melakukan vaksinasi selama 3 bulan sekali.

Kematian pada ayam kampung yang di sebabkan oleh coryza tidak terjadi secara serempak, akan tetapi terjadi dalam jumlah yang banyak. Terutama untuk ayam yang masih muda.

3.Tetelo (Newcastle Desease)
Tetelo adalah salah satu dari 5 Penyakit Mematikan Pada Ayam Kampung yang sangat merugikan. Kalau ayam yang terserang penyakit mati, kita sudah pasti akan mengubur atau membakarnya. Akan tetapi penyakit yang disebabkan oleh virus ND ini tidak selalu membunuh ayam. Ini lah awal bencana yang tidak pernah disadari oleh peternak ayam kampung.
Apabila ayam  kampung yang terserang tetelo atau ND ini sembuh, dan masih di pelihara, ayam tersebut menjadi agen penyebar penyakit ND tersebut kepada ayam-ayam yang lain di kemudian hari.
Dan telur-telur yang di hasilkannya pun akan membawa gen penderita virus ND. Jadi sebaiknya kalau salah satu ayam Anda ada yang terserang penyakit ini dan kemudian "terlihat sembuh", lebih baik di jual atau di jadikan hidangan di meja makan saja, daripada menjadi agen penyakit dalam peternakan ayam kampung Anda di kemudian hari.
Lebih seringnya, peternakan ayam yang terserang tetelo atau ND, kematian yang terjadi dalam jumlah banyak.

Untuk mencegah penyakit tetelo, dapat di lakukan vaksinasi pada DOC ayam kampung Anda.
Vaksin ND adalah vaksin aktif, jadi vaksin yang kita suntikkan atau di teteskan kedalam mata ayam ini akan hidup di dalam tubuh ayam.

2. Gumboro (Infectious Bursal Disease =IBD)
Penyakit ini sangat mengerikan, ayam yang terserang penyakit gumboro akan kehilangan kekebalan tubuhnya, dan akan sangat rentan terhadap penyakit-penyakit lain, dapat di katakan, penyakit GUMBORO adalah AIDS nya ayam.
Ayam yang paling banyak terserang adalah kelompok umur 3 sampai 6 minggu, sedangkan ayam yang berumur kurang dari 2 minggu biasanya tidak menunjukkan gejala klinis tetapi dapat bersifat imunosupresif.

Penyakit gumboro ini sangat menular, penularan dapat terjadi langsung melalui kontak langsung antara ayam yang sehat dengan   ayam yang sakit.

Untuk mengantisipasi jenis penyakit ini dapat di lakukan vaksinasi gumboro.


1.Flu Burung
Flu burung adalah momok yang paling menakutkan di masyarakat desa, kalau banyak ayam yang mati secara serempak, mereka akan menyimpulkan bahwa ayamnya terserang flu burung. Padalah belum tentu demikian.

Kematian pada ternak ayam yang di sebabkan oleh Virus H5N1 ini sangat menakutkan, kematian sering terjadi serempak.
Penyakit ini bisa di antisipasi dengan melakukan vaksinasi, akan tetapi sangat di sayangkan, vaksin untuk flu burung sampai sekarang belum dapat di beli di toko-toko penyedia pakan ternak.

Untuk menghindari penyakit ini adalah dengan cara menjaga kebersihan kandang secara teratur. dan menjaga kapasitas kandang dengan baik. kadang yang baik adalah sebagai berikut ;
Acuan Ukuran dan Luas Kandang
a. 1-7 hari 30-50 ekor per m2
b. 7-14 hari 25-30 per m2
c. 14-21 hari 20-25 per m2
d. 21-30 hari 15-20 ekor per m2
e. 30-60 hari 7-10 ekor per m2
f. 60-90 hari 5-7 ekor per m2
g. >90 hari (induk) 1 ekor per m2
*) Pada teorinya memang berdasar ukuran per m2 namun pada kenyataannya para peternak hanya berpedoman pada luas kandang yang dibuat. Misalkan selama pemeliharaan dibutuhkan 3 kali pindah kandang jadi pembuatan kandang tidak serumit teori di atas. Kecuali untuk sistem batery dalam budidaya ayam kampung intensif.

Menghitung Ukuran Luas Kandang Untuk Kapasitas Tertentu
Untuk mencoba pemahaman kita menghitung ukuran luas kandang dari data di atas coba hitung berapa luas kandang yang diperlukan jika kita memelihara 350 ekor di setiap usianya. Berikut cara menghitungnya :
a. Tentukan jumlah ayam
b. Cari selisihnya
c. Hitung luas hasil akhir

Contoh :
Jumlah kandang ayam (m2) = jumlah ayam / ukuran luas kandang per m2
                                              = 350 : 50 ekor/m2
                                              = 7 m2
*) Ukuran penghitungan di atas mengacu pada bentuk persegi. Dalam kenyataannya bentuk kandang hanya memanfaatkan ruang atau halaman tertentu dengan bentuk beragam. Intinya adalah sisakan 1/4 ruang bebas dari kapasitas penuh untuk tujuan ruang gerak dan tempat pakan dan minum.

Ukuran Jeruji Pagar atau Kurungan
Bila sahabat memakai bambu untuk jerujinya, atau jika sahabat ternak menggunakan jaring (seperti yang kami gunakan) pasti membutuhkan acuan agar penghematan bahan, berikut ini pengalaman kami memakai jeruji dari bambu dan jaring. Dengan harapan atau 2 tujuan utama yakni ayam tidak kabur dan penggunaan bilah bambu/jaring lebih irit supaya biaya pembuatan kandang lebih efektif dan efisien.

Usia 1-2 bulan adalah 1 cm (1 jari orang dewasa)
Usia 2-3 bulan adalah 2,5 cm (2 jari orang dewasa)
Usia Dewasa adalah 3,5 cm (4 jari orang dewasa)