Masalah serius dari peternakan ayam kampung adalah timbulnya berbagai penyakit. Seiring dengan musim kemarau yang berkempanjangan tentu akan menimbulkan berbagai penyakit pula. Untuk itu langkah terbaik dalam beternak ayam adalah mencegah berbagai penyakit ayam. Dengan mencegah akan lebih baik dari pada mengobati bukan?
Banyak penyakit datang dari fasilitas kandang yang kurang baik. Untuk itu langkah mencegah datangnya penyakit adalah sanitasi atau kebersihan kandang itu sendiri. Dengan begitu ancaman dari virus dan bakteri yang merugikan semakin ditekan sehingga penyakit dapat dihindari. Adapun cara mencegah penyakit pada ayam kampung adalah sebagai berikut :
1. Berilah abu atau bahan lain yang dapat menyerap air dari kotoran ayam.Letakkan dimana terdapat penumpukan kotoran ayam. Biasanya di bawah tempat bertengger atau di bawah sarang bertelur. Cara ini dilakukan dengan maksud mengurangi kelembaban atau air pada kotoran. Sehingga virus dan bakteri tidak akan berkembang. Bahan lain yang dapat digunakan adalah kapur atau gamping (bahasa jawa). Bila ingin dijadikan kompos taruh kulit padi atau gabah (bahasa jawa). Usahakan lantai atau litter dalam keadaan kering.
2. Di dalam kandang usahakan udara dapat keluar masuk dengan bebas.
Artinya usahakan kandang memiliki ventilasi atau saluran udara yang cukup. Dengan demikian udara atau bahkan penyakit dapat bersirkulasi dengan baik. Cara ini dimaksudkan untuk ayam mendapat udara yang selalu baru dan dapat mencegah timbulnya berbagai penyakit. Kandang yang terlalu tertutup atau bahkan redup akibat kurangnya udara dan cahaya yang cukup mengakibatkan ayam kurang nafsu makan.
3. Gantilah air setiap paling lama 2-3 hari 1X.
Air harus dalam keadaan yang bersih dan bebas dari tanah atau kotoran ayam. Biasanya untuk kandang model litter akan rawan terhadap air kotor. Jadi pastikan air selalu diganti. Air yang bersih mengurangi tersumbatnya hidung ayam karena biasanya ayam akan mencelupkan paruhnya sampai ke hidungnya. Dengan begitu penyakit dapat dicegah terutama untuk pernapasan.
4. Sarang bertelur (induk) bisanya adalah tempat yang selalu kotor.
Terutama setelah menetas, biasanya akan timbul hewan kecil seperti mreki (bahasa jawa). Untuk itu sarang hanya 1x pakai, bakar sarang tersebut dan ganti dengan yang baru. Tidak hanya itu, sarang bertelur yang pada umumnya lembab akan muncul nyamuk yang juga bersarang di bawahnya. Semprotlah dengan desinfektan atau air daun sirih untuk pencegahan timbulnya penyakit.
5. Pisahkan ayam yang sakit atau isolasikan ke tempat yang jauh dari ayam-ayam sehat. Dengan mengisolasi ayam yang sakit akan memutus rantai penularan bibit penyakit ayam. Ayam yang sakit biasanya akan berakibat dengan perkembangannya. Untuk itu cara penanggulangannya adalah mengobati dan memacu pertumbuhannya. Dengan kata lain saat ayam yang sakit kita pisahkan langkah yang kita lakukan adalah mengobati penyakit dan memacu dari pakan agar mengejar pertumbuhan dari ayam-ayam yang sehat.
6. Jangan membeli ayam yang sakit
Ayam yang sakit biasanya didapat dari hasil transportasi atau dari penjual ayam. Untuk itu bila terlanjur dibeli usahakan jangan ditaruh di kandang dahulu. Isolasikan setiap ayam baru sebelum ditaruh di kandang bersama ayam lama meski berada di kandang yang berbeda. Dengan adanya ayam baru yang sakit merupakan langkah awal munculnya penyakit.
7. Karakter asli ayam kampung adalah mengais atau menceker-ceker tanah dengan kakinya. Dengan begitu kaki ayam menjadi rawan tercemarnya penyakit. Banyak penyakit dimulai dari kaki kotor seperti bubul ayam. Bila kaki ayam kotor atau sakit bubul ayam semprotlah dengan air garam dan bawang putih. Tapi ingat, jangan langsung di goreng ya! :D
8. Cegah datangnya penyakit dengan menghindari tergenangnya air di kandang ayam. Air yang menggenang atau kelembaban yang berlebih dapat menjadi sarang berbagai penyakit atau nyamuk yang dapat merugikan ayam di dalam kandang. Kelembaban di dalam kandang yang berlebih mengakibatkan ayam kurang bergerak lincah dan ayam hanya merenung.
9. Kubur ayam yang mati.
Biasanya malah di bakar, tapi menurut kami ayam yang dibakar menjadi pembawa atau penyebar penyakit karena udara yang dihasilkan dari pembakaran ayam yang mati. Dengan mengubur ayam maka tidak akan menimbulkan penyakit namun malah kebalikannya yaitu sebagai pupuk. Kuburlah ayam yang mati di sekitar pohon seperti pisang dan lainnya.
10. Usahakan membersihkan kandang ayam setiap hari.
Sapulah kotoran ayam dengan sapu lidi dan pinggirkan kotoran ayam. Kotoran yang menumpuk di kandang akan menyebabkan bau yang menyengat dan hidupnya bibit penyakit.
11. Berilah tanaman sebagai penyejuk di sekitar kandang.
Ada banyak pilihan yang dapat kita gunakan. Misalnya tanaman anti serangga, dan lainnya. Dengan cara ini dimaksudkan memberi sejuk kandang dan menyerap bibit penyakit. Tanaman ditempatkan di pinggir kandang dan usahakan tanaman yang ada di kandang adalah tanaman yang apabila dimakan ayam akan aman. Seperti sifat ayam yang akan memakan dedaunan di sekitarnya.
12. Pisahkan antara tempat bertengger/nangkring dari tempat bertelur.
Jika sarang bertelur dekat dengan tempat bertengger maka kotoran akan jatuh pada sarang ayam yang dapat merugikan ayam terutama telur yang dierami tersebut.
Masalah serius dari peternakan ayam kampung adalah timbulnya berbagai penyakit. Seiring dengan musim kemarau yang berkempanjangan tentu akan menimbulkan berbagai penyakit pula. Untuk itu langkah terbaik dalam beternak ayam adalah mencegah berbagai penyakit ayam. Dengan mencegah akan lebih baik dari pada mengobati bukan?
Banyak penyakit datang dari fasilitas kandang yang kurang baik. Untuk itu langkah mencegah datangnya penyakit adalah sanitasi atau kebersihan kandang itu sendiri. Dengan begitu ancaman dari virus dan bakteri yang merugikan semakin ditekan sehingga penyakit dapat dihindari. Adapun cara mencegah penyakit pada ayam kampung adalah sebagai berikut :
1. Berilah abu atau bahan lain yang dapat menyerap air dari kotoran ayam.Letakkan dimana terdapat penumpukan kotoran ayam. Biasanya di bawah tempat bertengger atau di bawah sarang bertelur. Cara ini dilakukan dengan maksud mengurangi kelembaban atau air pada kotoran. Sehingga virus dan bakteri tidak akan berkembang. Bahan lain yang dapat digunakan adalah kapur atau gamping (bahasa jawa). Bila ingin dijadikan kompos taruh kulit padi atau gabah (bahasa jawa). Usahakan lantai atau litter dalam keadaan kering.
2. Di dalam kandang usahakan udara dapat keluar masuk dengan bebas.
Artinya usahakan kandang memiliki ventilasi atau saluran udara yang cukup. Dengan demikian udara atau bahkan penyakit dapat bersirkulasi dengan baik. Cara ini dimaksudkan untuk ayam mendapat udara yang selalu baru dan dapat mencegah timbulnya berbagai penyakit. Kandang yang terlalu tertutup atau bahkan redup akibat kurangnya udara dan cahaya yang cukup mengakibatkan ayam kurang nafsu makan.
3. Gantilah air setiap paling lama 2-3 hari 1X.
Air harus dalam keadaan yang bersih dan bebas dari tanah atau kotoran ayam. Biasanya untuk kandang model litter akan rawan terhadap air kotor. Jadi pastikan air selalu diganti. Air yang bersih mengurangi tersumbatnya hidung ayam karena biasanya ayam akan mencelupkan paruhnya sampai ke hidungnya. Dengan begitu penyakit dapat dicegah terutama untuk pernapasan.
4. Sarang bertelur (induk) bisanya adalah tempat yang selalu kotor.
Terutama setelah menetas, biasanya akan timbul hewan kecil seperti mreki (bahasa jawa). Untuk itu sarang hanya 1x pakai, bakar sarang tersebut dan ganti dengan yang baru. Tidak hanya itu, sarang bertelur yang pada umumnya lembab akan muncul nyamuk yang juga bersarang di bawahnya. Semprotlah dengan desinfektan atau air daun sirih untuk pencegahan timbulnya penyakit.
5. Pisahkan ayam yang sakit atau isolasikan ke tempat yang jauh dari ayam-ayam sehat. Dengan mengisolasi ayam yang sakit akan memutus rantai penularan bibit penyakit ayam. Ayam yang sakit biasanya akan berakibat dengan perkembangannya. Untuk itu cara penanggulangannya adalah mengobati dan memacu pertumbuhannya. Dengan kata lain saat ayam yang sakit kita pisahkan langkah yang kita lakukan adalah mengobati penyakit dan memacu dari pakan agar mengejar pertumbuhan dari ayam-ayam yang sehat.
6. Jangan membeli ayam yang sakit
Ayam yang sakit biasanya didapat dari hasil transportasi atau dari penjual ayam. Untuk itu bila terlanjur dibeli usahakan jangan ditaruh di kandang dahulu. Isolasikan setiap ayam baru sebelum ditaruh di kandang bersama ayam lama meski berada di kandang yang berbeda. Dengan adanya ayam baru yang sakit merupakan langkah awal munculnya penyakit.
7. Karakter asli ayam kampung adalah mengais atau menceker-ceker tanah dengan kakinya. Dengan begitu kaki ayam menjadi rawan tercemarnya penyakit. Banyak penyakit dimulai dari kaki kotor seperti bubul ayam. Bila kaki ayam kotor atau sakit bubul ayam semprotlah dengan air garam dan bawang putih. Tapi ingat, jangan langsung di goreng ya! :D
8. Cegah datangnya penyakit dengan menghindari tergenangnya air di kandang ayam. Air yang menggenang atau kelembaban yang berlebih dapat menjadi sarang berbagai penyakit atau nyamuk yang dapat merugikan ayam di dalam kandang. Kelembaban di dalam kandang yang berlebih mengakibatkan ayam kurang bergerak lincah dan ayam hanya merenung.
9. Kubur ayam yang mati.
Biasanya malah di bakar, tapi menurut kami ayam yang dibakar menjadi pembawa atau penyebar penyakit karena udara yang dihasilkan dari pembakaran ayam yang mati. Dengan mengubur ayam maka tidak akan menimbulkan penyakit namun malah kebalikannya yaitu sebagai pupuk. Kuburlah ayam yang mati di sekitar pohon seperti pisang dan lainnya.
10. Usahakan membersihkan kandang ayam setiap hari.
Sapulah kotoran ayam dengan sapu lidi dan pinggirkan kotoran ayam. Kotoran yang menumpuk di kandang akan menyebabkan bau yang menyengat dan hidupnya bibit penyakit.
11. Berilah tanaman sebagai penyejuk di sekitar kandang.
Ada banyak pilihan yang dapat kita gunakan. Misalnya tanaman anti serangga, dan lainnya. Dengan cara ini dimaksudkan memberi sejuk kandang dan menyerap bibit penyakit. Tanaman ditempatkan di pinggir kandang dan usahakan tanaman yang ada di kandang adalah tanaman yang apabila dimakan ayam akan aman. Seperti sifat ayam yang akan memakan dedaunan di sekitarnya.
12. Pisahkan antara tempat bertengger/nangkring dari tempat bertelur.
Jika sarang bertelur dekat dengan tempat bertengger maka kotoran akan jatuh pada sarang ayam yang dapat merugikan ayam terutama telur yang dierami tersebut.
Metode pembibitan ayam kampung untuk
mendapatkan indukan unggulan.
Tingginya permintaan pasar terhadap daging
maupun telur ayam kampung masih belum di tanggapi oleh peternak ayam kampung
secara serius.
Untuk dapat memenuhi permintaan pasar,
metode pemeliharaan ayam kampung harus di lakukan perubahan secara
besar-besaran untuk dapat menggenjot produksi daging maupun produksi telur ayam
kampung.
Dalam usaha peternakan ayam kampung, indukan
memegang peranan penting untuk menghasilkan DOC yang berkualitas dengan tingkat
pertumbuhan yang cepat. Sementara pada saat ini masih sangat jarang wirausaha
peternakan ayam kampung yang melakukan seleksi indukan yang di jadikan parent
stok penghasil DOC unggulan.
Dengan melakukan seleksi yang ketat untuk
mendapatkan kualitas indukan yang sesuai dengan tujuan dalam pembibitan,
membutuhkan kesabaran dan ketekunan dalam melakukan penyeleksian indukan
tersebut.
Karena untuk mendapatkan indukan parent stock
yang berkualitas, di butuhkan waktu dan pengamatan yang teliti.
Seperti yang pernah wiraternak bahas pada
artikel yang berjudul "Dua Jenis Ayam Kampung Yang Jarang Di
ketahui", ayam kampung pada dasarnya memiliki dua jenis, yaitu
ayam kampung dengan karakter penghasil daging, dan ayam kampung yang memiliki
karakter penghasil telur.
Seleksi awal untuk mendapatkan indukan parent
stock yang sesuai dengan harapan para pelaku wirausaha peternakan, adalah
dengan melakukan seleksi tingkat awal yaitu menentukan indukan seperti apa yang
akan di jadikan sebagai parent stock pengasil DOC yang akan di kembangkan dalam
peternakannya.
Langkah-langkah seleksi indukan yang akan di
gunakan sebagai indukan awal dalam rangkaian menemukan indukan, untuk di
jadikan parent stock tidak cukup hanya mengawinkan satu ayam kampung pejantan
dan ayam kampung betina dengan tampilan fisik tertentu.
Langkah untuk mendapatkan indukan yang akan di
jadikan parent stock, adalah sebuah langkah pembibitan yang bekesinambungan.
Berikut adalah langkah-langkah yang dapat di
lakukan untuk mendapatkan indukan parent stok yang akan di jadikan indukan
penghasil DOC berkualitas.
Seleksi Indukan Berdasarkan Usia
Usia ayam kampung untuk di jadikan pejantan
yang bagus, minimal ayam kampung pejantan tersebut sudah berusia 1 tahun.
Pada usia 1 tahun, organ reproduksi pada ayam
jantan sudah matang dan siap untuk mengawini ayam kampung betina, sehingga
menghasilkan telur fertil dengan kualitas bagus.
Ayam jantan yang masih muda, cenderung
menghasilkan telur fertil dengan daya tetas rendah dan kualitas DOC yang tidak
bagus.
Usia betina ayam kampung yang akan di jadikan
indukan, usahakan minimal berusia 7 bulan. Sama halnya dengan pejantan ayam
kampung, betina ayam kampung pun akan menghasilkan telur tetas yang tidak
berkualitas, apabila di jadikan indukan pada usia di bawah 7 atau 6 bulan.
Seleksi Tampilan Fisik Ayam Kampung
Salah satu tampilan fisik yang di jadikan
tolok ukur adalah perbedaan ayam kampung antara ayam kampung pedaging dan ayam
kampung petelur yang sudah di sebutkan pada artikel "Dua jenis
ayam kampung yang jarang di ketahui"
Apabila tujuan pembibitan kita untuk
mendapatkan bibit ayam kampung penghasil daging, tentu ayam kampung yang
dipilih untuk di jadikan indukan pada seleksi awal ini merupakan ayam kampung
yang memiliki tipe pedaging.
Dan sebaliknya, kalau tujuan pembibitan kita
untuk menghasilkan bibit ayam kampung penghasil telur, yang kita lakukan tentu
memilih ayam kampung tipe penghasil telur untuk di jadikan bibit ayam kampung
pada langkah awal ini.
Seleksi Indukan Berdasarkan Garis Keturunan
Untuk melakukan pembibitan ayam kampung yang
akan di jadikan indukan utama penghasil DOC nantinya, usahakan pejantan ayam
kampung dan betina ayam kampung tersebut tidak memiliki garis keturunan atau
garis kekerabatan yang dekat.
Semakin dekatnya garis keturunan, akan
menghasilkan DOC yang tidak berkualitas, dengan tingkat pertumbuhan lambat,
produksi telur rendah.
Kita dapat melihat ayam dewasa yang merupakan
hasil kesalahan dari pembibitan ini. Dimana ayam tidak tumbuh optimal, dengan
tubuh kuntet.
Untuk mengantisipasi adanya kedekatan
kekerabatan ini, wiraternak melakukan antisipasi dengan membeli pejantan ayam
kampung berbeda daerah dengan betina ayam kampung.
Secara logika, semakin jauh daerah maka akan
semakin kecil kemungkinan adanya kekerabatan dalam ayam kampung yang akan kita
jadikan indukan.
Seleksi Indukan Berdasarkan Kesehatan
Ada beberapa penyakit yang dapat menular
melalui telur tetas, seperti penyakit berak kapur.
Ayam yang menderita berak kapur akan sangat efektif untuk menjadi media
penyebaran penyakit ini.
Untuk mengantisipasi adanya penyakit pada ayam
kampung baik betina maupun pejantan yang akan di jadikan indukan pada langkah
awal pembibitan ini, kita dapat memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
·Kloaka: Usahakan hanya menggunakan ayam kampung dengan
kloaka yang bersih, tidak ada lendir apalagi ada bercak putih. Bercak putih
pada bulu sekitar kloaka, biasanya merupakan gejala bahwa ayam tersebut
menderita berak kapur.
·Mata: Tidak terdapat pembengkakan atau radang pada mata.
Radang pada mata banyak sekali yang menjadi penyebab, tetapi yang paling di
kawatirkan adalah ayam tersebut menderita coryza.
·Suara/Nafas: Dekatkan tubuh ayam ke telinga kita, kalau
kita tidak terdengar suara ngorok, atau seperti nafas yang sesak, maka ayam
tersebut layak untuk di gunakan sebagai calon indukan.
·Tidak
terdapat cacat: Cacatpada
tubuh ayam akan menyebabkan ayam tersebut sulit melakukan perkawinan. Cacat
dapat juga terjadi karena adanya perkawinan sedarah.
·Bulu
bersih dan mengkilap: Bulu
bersih dan mengkilap merupakan sebuah indikasi bahwa ayam tersebut mempunyai
kesehatan kulit yang bagus.
Jangan hanya karena mendapat penawaran harga
murah, kemudian kita membeli ayam yang tidak sehat untuk di jadikan indukan
dengan berpikir bahwa ayam tersebut dapat di sembuhkan.
Yang harus kita pikirkan bukan mengenai
kesembuhan ayam tersebut, tapi kita harus memikirkan waktu yang di gunakan
untuk menyembuhkan ayam yang menderita penyakit.
Perhatikan Nutrisi Makanan
Nutrisi makanan adalah salah satu hal penting
yang memberikan pengaruh langsung terhadap pertumbuhan dan performa produksi
ayam kampung.
Untuk mendapatkan hasil maksimal dalam
membangun pembibitan ayam kampung penghasil DOC ini, kita harus memperhatikan
kualitas nutrisi yang terkandung di dalam makanan.
Sehingga kita bisa lebih mudah mengetahui,
indukan mana yang memberikan performa terbaik dalam produksi nya.
Di dapatkannya DOC dengan kualitas bagus,
tidak hanya karena faktor genetis, faktor nutrisi juga memegang peranan penting
dalam produksi ayam kampung, mulai dari pembentukan telur sampai
menetasnya telur.
Seleksi Telur Tetas
Setelah kita menemukan pejantan dan betina
yang sesuai dengan spesifikasi yang kita butuhkan, kemudian sepasang ayam
kampung tersebut kita kawinkan.
Biasanya 3 hari setelah perkawinan, betina ayam kampung sudah dapat
menghasilkan telur tetas fertil.
Telur tetas ini kemudian kita kumpulkan dan
kita lakukan seleksi.
Usahakan telur yang di tetaskan untuk
mendapatkan indukan yang berkualitas adalah telur tetas dengan memiliki bentuk
oval, kulit telur bersih dari kotoran, telur tidak retak.
Telur tetas dengan bentuk yang tidak normal
sebaiknya jangan di ditetaskan, karena dengan bentuk tidak normal jarang sekali
menetas.
Seleksi Berdasarkan Percepatan Pertumbuhan
Tidak semua DOC ayam kampung yang di
hasilkan dari indukan penghasil telur tetas, akan memiliki pertumbuhan yang
sama.
Walaupun DOC tersebut berasal dari satu
indukan yang sama.
Oleh karena itu untuk melakukan pembibitan
ayam kampung dengan kualitas bagus, di lakukan seleksi semenjak dari indukan,
telur tetas dan DOC.
Setelah DOC di pelihara beberapa bulan, kita
akan dapat melihat beberapa anak ayam yang memiliki pertumbuhan lebih cepat di
banding yang lainnya.
Anak ayam yang memiliki pertumbuhan lebih
cepat ini kemudian kita ambil dan kita timbang beratnya.
Anak ayam yang mempunyai pertumbuhan dan bobot
yang bagus, anak ayam ini lah yang akan kita jadikan indukan selanjutnya.
Perkawinan Keturunan Pertama
Untuk mendapatkan keturunan pertama atau F1,
anak ayam yang di hasilkan dari penetasan periode pertama ini kemudian kita
silangkan dengan anak ayam pada periode pertama yang sudah terseleksi dari
indukan lain.
Untuk pembahasan persilangan ayam kampung untuk
mendapatkan indukan berkualitas ini, akan di bahas pada artikel selanjut nya
yang berjudul: "Metode Penyilangan Ayam Kampung Untuk Mendapatkan Parent Stock
Berkualitas"
Yang kita bahas dalam artikel ini adalah
pembibitan ayam kampung unggul dengan galur murni.
Jadi persilangan yang di lakukan tetap
menggunakan ayam kampung sebagai grand parent stock. Karena tujuan dari
penulisan artikel ini adalah menemukan ayam kampung unggulan galur murni.
Sebagai peternak ayam kampung, ini adalah
sebuah tantangan yang menarik untuk di lakukan.
Untuk mendapatkan ayam kampung pedaging, ada
beberapa peternak yang menyilangkan pejantan ayam kampung dan betina ayam
petelur.
Dimana pertumbuhan anak ayam dari hasil
persilangan ini, lebih cepat di bandingkan dengan pertumbuhan ayam kampung yang
tidak terseleksi.
Akan tetapi galur yang di hasilkan tentu bukan
galur ayam kampung murni.
Jenis Dan Keistimewaan Dari Ayam Buras
1. Ayam Kampung
Ayam Kampung merupakan salah satu jenis ayam buras paling populer di Indonesia. Ayam ini dipelihara untuk diambil daging dan telurnya. Ayam kampung dipercaya berasal dari domestikasi ayam hutan oleh petani lokal. Namun ada juga yang menyebutkan ayam kampung di Indonesia berasal dari hasil domestikasi dari Cina.
Pertumbuhan ayam kampung relatif lambat. Ayam berumur 2 bulan besarnya masih sebesar kepalan tangan orang dewasa. Dan, baru siap dikonsumsi setelah lewat dari 8 bulan bahkan ada yang lebih dari 12 bulan. Dari segi produktivitas telurnya pun demikian, ayam ini baru bisa bertelur setelah berumur lebih dari 6 bulan. Produktivitas paling banyak 115 butir telur setiap tahun.
2. Ayam Arab
Ayam Arab memiliki beberapa versi tentang asal-usulnya. Ada yang menyebutkan berasal dari jazirah arab yang dibawa oleh TKI dan dikembangkan di Malang. Tapi ada juga yang mengatakan ayam arab ini bukan berasal dari arab, melainkan ayam kampung dari Belgia. Terlepas dari asal-usulnya ayam ini disebut ayam arab karena bulu di bagian kepala hingga ke leher berwarna putih seperti kerudung “Pak Haji”. Oleh karena itu, ayam ini disebut ayam arab.
Dari penampakan fisik, ukuran ayam arab lebih kecil dibanding ayam kampung lokal. Namun kemampuan bertelurnya cukup menjanjikan yakni sekitar 225 butir per tahun. Ayam arab juga tidak punya naluri mengeram sekuat ayam kampung. Sehingga cocok dikembangkan untuk usaha ternak.
3. Ayam Kedu
Ayam Kedu merupakan ayam buras yang berasal dari Kersidenan Kedu, Jawa Tengah. Ayam ini telah dikembangkan sejak jaman kolonial. Konon ayam kedu merupakan hasil silangan antara ayam “dorking” yang di bawa Gubernur Jenderal Raffless dengan ayam lokal dari daerah dieng. Ayam kedu memiliki bentuk yang khas, terdiri dari kedu hitam, kedu putih dan kedu campuran.
Ayam Kedu dipelihara untuk diambil daging dan telurnya. Namun karena bentuknya yang khas banyak juga dijadikan sebagai hewan hobi. Terutama kedu hitam, yang lebih mirip ayam cemani. Seperti ayam kampung, produktivitas ayam kedu relatif lambat. Ukuran rata-rata ayam kedu dewasa sekitar 1,5–2 kg. Namun ayam kedu jantan bisa mencapai berat 4 kg, sedangkan betina 3kg. Kemampuan bertelur ayam kedua betina sekitar 25 butir per periode bertelur.
4. Ayam Pelung
Ayam Pelung merupakan ayam buras lokal asal Cianjur, Jawa Barat. Dibanding jenis ayam buras lain, ayam ini memiliki pertumbuhan yang relatif cepat. Ukuran ayam pelung jantan dewasa bisa mencapai 5–6 kg dengan tinggi 40–50 cm.
Ayam Pelung dipelihara untuk tujuan hobi. Suara khas kokokannya yang panjang dan berirama banyak disukai orang. Suara kokokan ayam pelung sering dijadikan ajang kontes berkokok. Tidak heran bila jenis ayam ini memiliki harga yang tinggi.
5. Ayam Bangkok
Ayam Bangkok merupakan jenis ayam petarung, dipelihara sebagai hobi. Konon ayam ini berasal dari Cina dan dikembangkan di Thailand untuk kompetisi adu ayam. Dalam bahasa Inggris ayam ini dikenal dengan nama “fighting cock” sedangkan di Thailand sendiri disebut ayam “thai”. Di Indonesia ayam ini dikenal dengan nama ayam bangkok.
Ayam Bangkok jantan memiliki tubuh yang tegap, dadanya tegak dengan tulang dada jantan. Karena dipelihara sebagai hobi harga ayam bangkok cukup tinggi. Terutama ayam bangkok jantan yang digunakan sebagai ayam aduan. Sedangkan ayam bangkok betina dipilih karena keunggulan rasnya.